NLP Gratis Trainer Amir Faisal 08157698288 : Prototipe Manusia

blog on June 30th, 2016 No Comments

Dari Buku Destined To Be A Leader

Jika kita tidak punya pengetahuan tentang diri kita, kemudian kita mencoba “menjalankan”, mengelola, apalagi memimpin diri kita sendiri, sudah barang tentu hidup kita akan gagal.

Dan kalau kita tidak punya SKILL untuk memimpin orang lain, kemudian kita menikah, memimpin tim, memimpin perusahaan, bahkan mungkin ada diantara kita yang ditakdirkan oleh Tuhan untuk memimpin negara, maka sudah pasti amanah yang dibebankan pada kita akan jadi berantakan.

Mari kita pelajari prototipe atau model manusia yang telah diciptakan oleh Tuhan dengan sempurna? Memahami cara kerjanya ( cara merasa berfikir dan bertindak)

KITA DULU MUDAH MELAKUKAN PERUBAHAN DAN BERTUMBUH
Sejak lahir ke dunia, secara naluriah kita selalu berupaya melakukan perubahan. Saat merasa tak nyaman berbaring melihat atap terus menerus, secara naluriah kita akan membuat gerakan-gerakan eksperimen agar memperoleh situasi baru yang lebih baik, yaitu dengan belajar tengkurap. Ketika eksperimen itu berhasil, “Wonderful !”, kita menemukan fakta yang mentakjubkan, ternyata dunia lebih luas dari yang kita bayangkan sebelumnya.

Pada posisi yang baru itu kita menyaksikan benda-benda yang jauh lebih banyak. Benda aneh, lucu, indah dan menarik. Otak naluri kita secara reflek memerintahkan kaki kita untuk mengimbangi gerakan otot tangan, dalam sebuah keseimbangan yang menciptakan gerak maju mundur, kekanan dan kekiri , memutar dan seterusnya. Gerakan tanpa sadar ini, selain telah melatih otot tangan dan kaki secara terkoordinir dan seimbang, juga menghasilkan kemampuan untuk meraih benda-benda menarik lebih banyak.

Setiap otak bayi memiliki fungsi sensorik dan motorik yang sangat efektif. Stimulus dari semua benda yang dilihatnya akan merangsang matanya, kemudian berusaha untuk meraihnya. Keinginan untuk mengenali setiap benda, mencocokkan dengan benda yang telah dikenali sebelumnya, akan terus dilakukan. Mereka mengambil kesimpulan, bahwa semakin tinggi kemampuan mereka untuk bergerak atau berpindah, akan semakin banyak benda-benda yang akan bisa dikuasai.

Dengan tanpa rasa takut dan ragu-ragu, mereka akan terus melakukan petualangan yang luar biasa. Selanjutnya, mereka mencoba mengerahkan seluruh keberanian yang dimiliki untuk mencoba berjongkok, berpegangan atau mencoba berdiri sendiri, lalu jatuh, berdiri lagi, jatuh lagi dan seterusnya. Tak ada satupun bayi yang menyerah ketika eksperimennya tak kunjung berhasil. Mereka terus mencoba dengan penuh keberanian yang ada. Akhirnya mereka berhasil berdiri, berjalan, berlari, melompat memanjat, mengenali dan menguasai begitu banyak benda, dan seterusnya.

Pertanyaannya, ketika telah menjadi makhluk dewasa seperti sekarang ini, kenapa kita menjadi sulit untuk berubah dan bertumbuh?!

Terdapat empat kemungkinan penyebab, kenapa bayi begitu mudah melakukan perubahan, sedangkan kita tidak. PERTAMA, karena bayi selalu didorong oleh situasi dissatisfaction atau rasa tidak nyaman dan berhasrat untuk memperoleh situasi baru yang lebih menyenangkan, sedangkan orang dewasa pada umumnya sangat menikmati kenyamanan yang membuat mereka enggan untuk berubah. KEDUA, bayi tak pernah perduli dan tak pernah membandingkan dirinya dengan bayi lain tentang prestasi yang bisa dicapainya, sedangkan kita orang dewasa, seringkali sensitif terhadap kemajuan yang dicapai oleh orang lain, dan ketika kita menemukan fakta bahwa diri kita tak seprogresif orang lain, dalam kemajuan, kita akan menjadi tertekan. KETIGA, bayi tidak tahu, apa arti perubahan itu? Justru hal itulah yang membuat mereka asyik pada tantangan-tantangan baru tanpa peduli apapun itu.

KEEMPAT, tidak ada sesosok bayi normalpun yang gagal melakukan eksperimennya. Sementara kita dipenuhi oleh rasa takut, bayangan-bayangan kegagalan, pesismisme, tidak percaya diri sebelum memulai suatu langkah. Why ?

Jawabannya sangat mudah, karena mereka tidak punya konsep kegagalan. Tidak pernah berfikir akan gagal. Bahkan kata “gagal” pun mereka belum mengenal, sebelum nanti para orang dewasalah yang mengajarkannya. SO, kalau tidak ada produk mental berupa konsep kegagalan yang menyebabkan kita takut mengulang lagi, maka sebenarnya kegagalan itu tidak pernah ada !!

(BERSAMBUNG)

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “NLP Gratis Trainer Amir Faisal 08157698288 : Prototipe Manusia”

Leave a Reply