NLP Gratis 12 Trainer Amir Faisal 08157698288 : Mensiasati Takdir yang Tertulis dalam DNA

blog on August 1st, 2016 1 Comment

Seri : Buku Destined To Be A Leader

Prof Kazuo Murakami Ph D. dalam bukunya yang berjudul, “The Divine Message of DNA “,  membuka tabir tersembunyi di dalam DNA (Deoxyribonucleid Acid) yang berisi kode genetik yang berfungsi sebagai cetak biru segala aktivitas kita.

Pertanyaan mendasarnya ialah, jika ternyata setiap manusia lahir ke dunia memiliki DNA dan gen yang sama, kenapa ada orang yang menjadi hebat dan kuat, dan ada orang yang biasa-biasa bahkan cenderung lemah ? Jawabannya adalah Kinerja gen dipengaruhi oleh pola pikir kita sendiri.

Kehebatan kinerja genetik itu sangat tergantung kepada lingkungan yang memengaruhinya. Penemunya sendiri merasakan kinerja gennya menjadi melejit dan terus mengukir prestasi setelah hijrah ke Amerika – yang menurutnya, kebebasan akademiknya relatif lebih baik. Merupakan hal biasa disana, kalau ada mahasiswa suatu saat akan melampaui kedudukan profesornya, tanpa harus melalui sistem hierarki yang berbelit-belit sebagaimana di Jepang – dan bertemu dengan para peraih Nobel yang ternyata adalah orang-orang yang bekerja sangat keras, memaksa diri, setiap hari bekerja dari pagi hingga larut malam.

Jadi gen kita akan pasif ataupun teraktivasi disebabkan oleh pengaruh lingkungan dimana kita hidup. Einstein adalah anak seorang biasa tetapi bisa menjadi seorang genius karena hidup di lingkungan para ahli fisika. Namun demikian lingkungan positif baru akan ada manfaatnya apabila yang bersangkutan sendiri mau menyesuaikan habitnya dengan habitat di lingkungan barunya, bahkan memaksa untuk merubah diri. Memadamkan gen-gen lama yang buruk, kemudian mengaktivasi gen-gen baru yang mulia. ”Paksalah dirimu dan ubahlah kelakuanmu!”

Murakami menceriterakan penelitian mentakjuban yang dilakukan oleh sahabatnya yang bernama Shigeo Nozawa, dimana dia telah berhasil merekayasa tumbuh-tumbuhan tomat sehingga mampu menghasilkan 12 ribu buah pada tiap batangnya. Banyak yang mengira bahwa pohon-pohon ini hasil dari bioteknologi, padahal sesungguhnya mereka dihasilkan dari biji tomat varietas biasa yang biasanya hanya menghasilkan dua atau tiga puluh buah pada tiap batangnya.

Apa rahasianya ? Ternyata pohon-pohon itu dikembangkan dengan metode hidroponik menggunakan sinar matahari dan air yang diperkaya dengan nutrisi. Satu-satunya perbedaan dengan penanaman tomat tradisional adalah, tanaman ini ditumbuhkan di atas air dan bukan di tanah.

Nozawa menjelaskan bagaimana ia mendapat ide untuk memproduksi pohon tomat spektakuler itu :
”Tumbuh-tumbuhan yang kita lihat di sekitar kita, hanya menunjukkan potensi terbatas sebagai reaksi dari kondisi tertentu. Saya mulai meneliti, kondisi apa saja yang mencegah mereka menyadari adanya potensi yang lebih besar. Maka saya mengambil kesimpulan, bahwa tanah adalah salah satu hambatan mereka – menurut teori konvensional, tanah sangatlah penting untuk pertumbuhan tumbuh-tumbuhan – Tumbuh-tumbuhan akan memperpanjang akarnya untuk mencari makanan, tetapi tanah telah menghambat jalan mereka. Air sering berubah jika berada di tanah tertentu, menghalangi persediaan enzim, belum menyangkut masalah perubahan suhu. Perubahan fisiologis adalah hasil dari reaksi kimia dan halangan seperti tanah justru telah menghalangi pertumbuhan itu. Maka dia berfikir, jika halangan-halangan itu ditiadakan, efisiensi fotosintesis akan lebih baik dan pertumbuhan tanamanpun akan meningkat dengan cepat. Teorinya terbukti, tomat hidroponiknya menghasilkan buah seribu kali lipat dibanding pohon tomat biasa.

Begitu juga dengan gen manusia. Jika semua hambatan yang ada dilingkungannya ditiadakan, kemudian dirubah menjadi lingkungan yang lebih sesuai, agar potensinya bisa berkembang secara tidak terbatas, maka bukanlah hal yang mustahil kalau manusia bisa mengembangkan gennya secara dahsyat, karena manusia merupakan organisme yang sangat kompleks. Kalau faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan tomat telah diketahui, sekarang pertanyaannya, faktor-faktor apakah yang telah menghambat berkembangnya potensi manusia ? Jawabnya tidak lain adalah pola pikirnya sendiri.

(BERSAMBUNG)

One Response to “NLP Gratis 12 Trainer Amir Faisal 08157698288 : Mensiasati Takdir yang Tertulis dalam DNA”

  1. Memang betul, lingkungan tertentu membuat kita sulit berkembang, setelah berpindah tempat, berubah suasana, dan berubah pula pola pikir dan tindakan. Saya yang mengalami sering berpindah-pindah tempat tinggal, sangat membantu dalam perkembangan pengalaman.
    Berhenti bekerja juga memberikan peluang baru baru bagi saya untuk bergabung dan berkembang bersama para pebisnis online, hal yang tidak mungkin saya lakukan di tempat pekerjaan sebelumnya.
    Lingkungan membantu kita untuk berubah.
    Terima kasih atas artikel menarik ini, sangat menginspirasi

Leave a Reply