NLP Gratis Trainer Amir Faisal 08157698288 : Membangun Kemesraan Rumah Tangga Dengan NLP

blog on February 13th, 2017 No Comments

NLP PRACTITIONER
( Dinukil dari buku : Destined To Be A Leader, Amir Faisal, 2016)

Bagaimana kalau suami isteri memiliki sistem representasi primer yang berlawanan ?

Jawabannya, bisa menjadi sangat harmonis karena saling mengisi atau sebaliknya akan sering terjadi cekcok, karena perbedaan sistem representasi itu bisa menyulut perbedaan yang lebih kompleks. Oleh karena itu dibawah ini akan disajikan tips dalam bentuk ceritera nyata :

Ada seorang suami yang visual murni mempunyai isteri yang kinestetik murni. Karena pekerjaannya, sang suami sering meninggalkan rumah hingga beberapa hari, terkadang lebih dari seminggu, sementara sang isteri ditinggal di rumah dalam keadaan kesepian dan dilanda perasaan rindu. Hubungan mereka hanya dilakukan dengan telepon selular, itupun hanya sebentar. Sang isteri selalu memutus terlebih dahulu sebelum pembicaraan mereka selesai.

Pada saat sang suami ikut coaching NLP, hal itu ditanyakan kepada coach nya. Oleh sang pelatih ditanyai tentang ciri-ciri isterinya. Pelatih berkesimpulan bahwa isterinya seorang kinestetik murni, sedangkan sang suami visual murni. Pada saat menerima telepon dari sang isteri – karena sistem primernya itu – dia hanya memberikan respon seperlunya saja, rasional, pragmatis, suaranya keras, bahkan si isteri membayangkan pasti suaminya berbicara di telepon didepan orang banyak. Karena merasa kecewa, maka serta merta teleponnya ditutup, kendati pembicaraannya belum selesai.

Sang pelatih pun memberikan beberapa tips  menerima telepon dari sang isteri, (ketika HP nya berbunyi dan di memori terbaca dari isteri, maka spontan sang suami menyapa dengan suara lembut) :“Eh mama sayang, apa kabaar . .?” “Ma , saya pas lagi mau telepon mama, eh udah keduluan. Mama terasa ya?”

Dari seberang, sang isteri menjawab : “Memangnya ada apa Pa, kok mau call ?”

Suami :“Kangen doong . . . , kan udah seminggu ga lihat Mama . .” sahut suami.

Isteri : “Ah masa . . biasanya ga pernah bilang kangen, hayo ada apa ?”, sang isteri malah curiga.

Suami :“Ga tahu ma, akhir-akhir ini kenapa ya, papa jadi punya perasaan begitu . . .?” dan seterusnya. Pembicaraan pun jadi hangat dan berlangsung jauh lebih lama.

Beberapa bulan kemudian sang suami mencari pelatih NLP, dimana dia pernah ikut pelatihan. Dia ingin mengucapkan terima kasih, bahwa sekarang dia bisa berlama-lama mengobrol dengan isteri melalui pesawat selular. Tetapi rupanya ada masalah baru, yaitu setiap pulang ke rumah sehabis bekerja beberapa hari di luar kota, maka dia harus menyediakan waktu hampir satu setengah jam untuk mendengarkan curhat isterinya. Setengah jam tentang kenakalan anak-anak, setengah jam tentang ketidak beresan rumah dan pembantu dan setengah jam lain untuk masalah menyangkut tetangga, teman, saudara dan lain-lain. “Ooh itu sih mudah . . .” kata sang pelatih.

Kemudian pelatih memberikan tips lagi kiat pulang ke rumah. Sesampai di rumah setelah bepergian beberapa hari, kiat itu betul-betul dipraktekkan. Saat si isteri membuka pintu, spontan sang suami menyapa :“Mama sayang . . . “ (sambil si isteri dipeluk dengan hangat hampir setengah menit, dicium pipinya sebelah kiri) kemudian ketika keduanya sudah duduk di sofa, sang suamipun bertanya, “Gimana Ma kabarnya anak-anak ?”
Mama : “Apa ya ?, lupa . . . !

Sebaliknya, suami visual selalu menuntut kerapian keadaan rumah, kamar tidur, cara isteri berpakaian dan lebih suka melihat anak-anak sudah pada mandi ketika dia sampai di rumah. Isteri kinestetik, kadang-kadang kurang begitu perhatian masalah kerapian, oleh karenanya isteripun juga harus belajar memahami sistem representasi primer suaminya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “NLP Gratis Trainer Amir Faisal 08157698288 : Membangun Kemesraan Rumah Tangga Dengan NLP”

Leave a Reply