Temukan Gunung Es Bagian 1, Trainer NLP Amir Faisal 08157698288

blog on December 4th, 2017 No Comments

Trainer Amir Faisal 0815 769 8288, buku Destined To be A Leader – Amir Faisal google book

Ketika mengikuti Coaching NLP (Neuro Linguistic Programming) bersertifikat international (kelas Mind Mastery), saya diperlihatkan oleh Coach saya gambar The Iceberg (gunung es) diatas.

Kemudian saat mengikuti kelas Mind Mastery pada seorang Milyuner Muslim Heppy Trenggono, presiden IIBF, saya ketemu lagi gambar itu dalam presentasi beliau. (pak Heppy adalah saudara seperguruan Robert T Kiyosaki. Bahkan keduanya adalah murid kesayangan sang Guru Bisnis, Keith Cunningham / The Rich Dad nya Kiyosaki)

🔆Saya jadi semakin mantab belajar NLP. Paling tidak, saya punya model NLPer Muslim Indonesia yang bobotnya susah dicari tandingannya di negeri ini.

Tentang gambar The Iceberg atau GUNUNG ES ( ketika menjelaskan gambar itu, International Coach saya – yang merupakan The One of 19 Coach In The World Lisenced by Developer NLP Robert Dilt – menggunakan Anchoring dengan teknik sub modalities) yang inti pelajarannya sbb :

  1. Setiap manusia dianugerahi oleh Tuhan sebuah Gunung Es, hanya saja lebih banyak yang tidak aware atau menganggapnya tidak penting. Tapi memang sebaiknya begitu. Kalau semua orang berhasil menemukan lalu menjadi sukses, nanti malah repot.
  2. Sudah jutaan eksekutif di dunia yang mendapatkan manfaat belajar NLP, baik para pebisnis yang masuk 500 The Fortune CEO berkelas dunia, termasuk Bill Gates. Maupun kalangan Non Bisnis seperti pemimpin dunia Nelson Mandela
  3. NLP hanyalah sebuah Coaching, tetapi memiliki kekuatan untuk membongkar paradigma, yang menyebabkan seseorang bisa memecah dinding “telor”, yang mana dia selama ini telah merasa nyaman berada didalamnya, lalu menggeliat keluar dan menemukan gunung esnya atau yang oleh Anthony Robin (guru NLP dengan bayaran Rp. 2 M per jam) dikatakan sebagai The Unlimited Power
  4. NLP memang bukan sain. Tetapi sebagian besar strategi dan  tools yang digunakan untuk menterapi ataupun mencoach seseorang sudah diriset secara ilmiah. Ada yang menyebut NLP sebagai sebuah Mind Technology, karena NLP bisa membuktikan Input P > proses X > outputnya akan Q
  5. NLP memanfaatkan riset pikiran dan emosi yang ada di kedalaman seseorang (deep structures) hingga meriset ekspresi wajah, gerak mata (di surface structures )
  6. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Thomas J Stanley, kesuksesan para CEO secara garis besar didukung oleh hal-hal yang bersifat ✅Soft competence skill  yang oleh Prof William James psikolog tersohor di Inggris, disebut The Inner Power, serta ✅Kemampuan berkomunikasi,  dan skill of relationship lainnya yang disebut The Power of Outer. Dua kompetensi tersebut dibutuhkan untuk profesi apa saja. Baik apakah Anda seorang Pebisnis ataupun Profesor. Seorang ibu rumah tangga atau ketua partai politik. Dengan belajar NLP diharapkan masing-masing mendapatkan The Unlimited Power dan menemukan The Giant Within masing-masing. Jika Anda seorang pebisnis akan semakin berkelimpahan. Jika profesor bisa tergerak melakukan inovasi dan invensi kemudian ditulis dalam jurnal dan buku-buku ilmiah yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Jika Anda Politisi bisa menjadi seorang Negarawan, yang mana di negeri hampir langka untuk ditemui. Hingga para Ibu Rumah Tangga bisa menjadi Smart Parent yang bertugas menyiapkan Kader Bangsa.
  7. Saya sendiri sebelum belajar NLP hanyalah seorang Vendor kecil PT Telkom yang tidak dikenal orang dan bukan siapa-siapa, Alhamdulillah bisa menjadi Speakers yang sudah berbicara didepan ribuan orang dan menulis 14 buku, tanpa kehilangan inner bisnis yang sebelumnya saya geluti dengan menjadi pembicara publik dan Business Coach.

Penjelasan Bagan :

Lihat gambar gunung es diatas yang seakan-akan mengambang di lautan –  padahal bagian terbesar dari gunung itu justru berada di bawah permukaannya. Itulah penggambaran yang bagus bagi potensi manusia yang sebagian besar belum kita berdayakan, dan akan teraktualisasi apabila kita mau mempertanyakan eksistensi diri kita, membangkitkan kesadaran diri, dan menemukan siapa sesungguhnya jati diri kita.

Self Awareness  menciptakan attitude dan karakter Anda. Berawal dari penemuan kesadaran diri tentang siapa aku ? Untuk apa aku hidup (diciptakan), akan membantu kita untuk menemukan makna hidup yang lebih tinggi, yang akan semakin memuliakan kehidupan kita, yang mana kesadaran akan kemuliaan diri itu membangun karakter kita.

Sebagai contoh, orang besar dengan orang kecil, bisa dilihat dari apa yang dibicarakannya setiap hari. Orang besar hanya berfikir hal-hal yang besar, tentang KEHIDUPAN, kemaslahatan, tujuan-tujuan jangka panjang, prinsip-prinsip dan nilai-nilai hidup. Sedang orang (berfikir) kecil hanya membicarakan masalah PENGHIDUPAN. Kita berbuat apa dan mendapat apa?, hal-hal yang remeh temeh, bersifat jangka pendek, sangat fokus pada untung rugi materi.

Tetapi anehnya, justru orang-orang yang berfikir besar umumnya lebih kaya dan lebih sukses dibanding orang yang berfikir kecil. Mungkin Tuhan menghendaki manusia menjadi besar, agar cukup pantas menjadi wakilNya dimuka bumi.

Jika Attitude karakter adalah pohon, maka Behaviour adalah bayangannya. Jadi yang bisa dilihat oleh orang lain bukanlah pohonnya, melainkan bayangannya. Maksudnya siapa Anda akan bisa teridentifikasi oleh orang lain, dari ucapan dan tindakan Anda, apakah Anda termasuk orang yang besar atau orang yang kecil.

“Sesuatu” yang berada diantara attitude dengan behaviour itu adalah karakter atau identitas Anda. Karakter Anda juga bisa terbaca dalam Anda membuat Outcome-outcome yang akan Anda raih. Tinggi, sedang atau rendah?

Baik ucapan, pilihan tindakan, peran di masyarakat, esteem (marwah) maupun outcome, semuanya merupakan pilihan hidup. Anda bebas memilih, apakah mau menjadi orang mulia atau rendahan?

Hal ini bisa tidak berkaitan dengan profesi ataupun jabatan yang kita sandang. Misalnya ada orang yang menduduki jabatan tinggi, tetapi pikirannya hanya berfokus menumpuk kekayaan bagi diri dan keluarganya menunjukkan bahwa ia hanya memiliki kesadaran diri sebagai seorang pencari nafkah. Mereka itu, walaupun kedudukan dan fungsi sosialnya sangat tinggi dan dihormati di masyarakat, attitude nya jauh lebih rendah, dibanding orang-orang yang tidak dipandang, tetapi memiliki idealisme dan peduli dengan masyarakatnya.

Perilaku (behavior) seseorang bisa disembunyikan, karena performansi orang yang mempunyai kekuasaan, dibantu dan dikelola oleh para pembantu dan penasehat yang menangani public relation. Sedangkan outcome mereka dapat terbaca dari visi yang mereka sampaikan dalam dialog-dialog informal, dan di media-media. Biasanya pemimpin besar yang pernah lahir dalam sejarah memiliki visi yang jauh dan besar yang tidak dimiliki oleh para pimpinan pencari nafkah. (bersambung)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “Temukan Gunung Es Bagian 1, Trainer NLP Amir Faisal 08157698288”

Leave a Reply