Simple Modelling, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 29th, 2020 No Comments

0815 769 8288, baca buku Destined To Be A Leader  dari google books

Salah satu teknik dasar yang perlu dikuasai untuk bisa menjadi praktisi NLP ( Neuro Linguistic Programming) adalah teknik Modelling. Bahkan jika Anda belum bisa melakukan teknik ini, maka belum bisa dikatakan sebagai Praktisi NLP.



Dalam proses modelling kita perlu mencari tahu dan menggali bagaimana persisnya sang Model yang mempunyai suatu keunggulan tertentu dapat melakukan hal tersebut. Proses ini nampaknya sederhana namun dibutuhkan keuletan, ketelitian, kecermatan dan juga kesabaran.

Prinsip modeling adalah menyiapkan kondisi pikiran atau suasana mental kita sendiri dalam kondisi yang No Mind State. Artinya, saat melakukan modelling kita memerintahkan pikiran kita untuk tidak mengkritisi ataupun membandingkan apa saja informasi akan yang masuk ke pikiran bawah sadar.

Modelling bisa juga dimanfaatkan untuk mendesain kembali struktur internal seseorang, sesuai yang diinginkan. Dalam NLP, disebut sebagai inside moddeling atau Achoring. Dalam hal ini seseorang bisa mengganti model internalnya yang dianggap tidak bermanfaat, tidak sesuai keinginan, ataupun yang mensabotase, dengan model internalnya sendiri yang kaya sumber ataupun pengalaman sukses di masa lalu. (Bisa dibaca di artikel saya yang bertema Meta Anchoring).

Terdapat dua teknik modeling yang dapat kita gunakan untuk menduplikasi keunggulan seseorang, yaitu : Simple Modeling dan Complex Modeling, yang menggunakan Neuro Logical Levels.

Simple modelling

Dalam teknik ini, kita menduplikasi gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Role Model (orang yang ingin kita model), yang terjadi secara unconsciously. Dengan memperhatikan dan mengamati apa saja yang dilakukan oleh sang model dan mengizinkan pikiran bawah sadar kita menyerap semua yang kita amati dan observasi, kemudian mencoba untuk melakukan hal yang sama, maka kita dapat melakukan hal yang memiliki mirip dengan role model kita.

Sebagai contoh misalnya Anda ingin memodel kepiawaian berbicara seorang motivator, Anda tinggal merekam dengan HP, bahasa tubuh, narasi, diksi, intonasi, hingga joke-jokenya, kemudian Anda tiru secara berulang-ulang sendiri, maka Anda bisa memodel orang tersebut.

Inside Modelling dengan New Behaviour Generator (NBG)
NBG adalah strategi untuk menghasilkan perubahan dalam perilaku. Kita dapat menggunakannya untuk menghasilkan perilaku yang baru – sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya – atau untuk membuat modifikasi dan mengubah perilaku yang sudah kita miliki, tetapi sekarang belum puas.

Proses ini memungkinkan kita untuk membangun representasi internal secara sistematis dalam sistem sensor utama dari perilaku spesifik yang kita inginkan. NBG bisa bekerja karena pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan antara peristiwa nyata dengan visualisasi yang kita ciptakan.

Langkah pertama, menjadi Diri Sendiri
Mintalah Klien untuk memutar rekaman perilaku saat Klien Anda merasa tidak nyaman, bete dan miskin sumber, yang mengakibatkan terjadinya konflik. Misalnya di suatu tempat Klien Anda mendapatkan pelayanan yang tidak menyenangkan, sehingga mengganggu privilisnya, mengecewakan ataupun merugikannya, kemudian serta-merta ia marah-marah yang direspon oleh salah seseorang disitu yang justru membuat Ia semakin marah.

Kemudian identifikasikan perilaku baru yang Klien inginkan, kemudian bandingkan dari perilaku yang lama. Jelaskan pada diri Klien perilaku yang Klien inginkan itu, tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana performan saya waktu itu dan bagaimana ekspresi orang ketika melihat saya marah-marah?
Bagaimana seandainya waktu itu saya bersikap sebaliknya?

Langkah kedua, menjadi Sutradara
Carilah model yang bisa memerankan perilaku Klien yang baru sesuai yang Klien inginkan. Skenariokan dan mainkan model itu. Masukkan ia kedalam Time Line untuk mengalami seperti yang Klien alami, tetapi ia bersikap sebaliknya, seperti sangat penyabar, bertanya dan meminta penjelasan dahulu kenapa bisa terjadi kesalahan itu. Mencoba untuk mengerti bahwa itu bukanlah kesalahan pelaksana atau orang yang melayaninya. Seharusnya ia meminta bertemu dengan orang yang lebih punya otoritas, sehingga bisa dicarikan solusinya. Dan seterusnya.

Langkah ketiga, menjadi Model
Setelah Klien puas dengan “kinerja” Modelnya, saatnya Klien melangkah masuk ke dalam Time Line. Mintalah ia menvisualisasikan dalam imajinasinya, dan jalankan seolah-olah ia berada di sana, sekarang, mintalah ia melakukannya dengan sempurna. Saat ia melakukan peran itu, mintalah ia memperhatikan baik-baik perasaannya sendiri dan respons orang lain di sekitarnya yang melihatnya.

Jika ia merasa kurang puas, mintalah ia kembali pada langkah kedua. Mungkin ia perlu berganti model dengan orang yang lebih sesuai dengan profil idealnya. Begitu seterusnya.

(BERSAMBUNG)

Tags: , , ,

No Responses to “Simple Modelling, Trainer Amir Faisal 08157698288”

Leave a Reply