Training Manajemen Diri Hanya Berfungsi Mengembalikan Mindset Anda Ketika Bayi, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on May 16th, 2019 No Comments

Trainer Amir Faisal 08157698288 buku Destined To Be A Leader Amir Faisal bisa di download di google books

Perhatikan perilaku bayi dirumah Anda. Anda akan terkejut melihat gerakan naluriah mereka. Betapa mereka tak henti-hentinya melakukan proses Tranformation & Growth. Saat merasa tak nyaman berbaring melihat atap terus menerus, secara naluriah mereka akan membuat gerakan-gerakan eksperimen agar memperoleh situasi baru yang lebih baik, yaitu dengan belajar tengkurap. Ketika eksperimen itu berhasil, “Wonderful !”, mereka menemukan fakta yang mentakjubkan, ternyata dunia lebih luas dari yang mereka bayangkan sebelumnya.

Pada posisi yang baru itu mereka menyaksikan benda-benda yang jauh lebih banyak. Benda aneh, lucu, indah dan menarik. Otak naluri mereka secara reflek memerintahkan kaki  mereka untuk mengimbangi gerakan otot tangan, dalam sebuah keseimbangan yang menciptakan gerak maju mundur, kekanan dan kekiri , memutar dan seterusnya. Gerakan tanpa sadar ini, selain telah melatih otot tangan dan kaki secara terkoordinir dan seimbang, juga menghasilkan kemampuan untuk meraih benda-benda menarik lebih banyak.

Setiap otak bayi memiliki fungsi sensorik dan motorik yang sangat efektif. Stimulus  dari semua benda yang  dilihatnya akan merangsang matanya, kemudian berusaha untuk meraihnya. Keinginan untuk mengenali setiap benda, mencocokkan dengan benda yang telah dikenali sebelumnya, akan terus dilakukan.  Mereka mengambil kesimpulan, bahwa semakin tinggi kemampuan mereka untuk bergerak atau berpindah, akan semakin banyak benda-benda yang akan bisa dikuasai.

Dengan tanpa rasa takut dan ragu-ragu, mereka akan terus melakukan petualangan yang luar biasa. Selanjutnya, mereka mencoba mengerahkan seluruh keberanian yang dimiliki untuk mencoba berjongkok, berpegangan atau mencoba berdiri sendiri, lalu jatuh, berdiri lagi, jatuh lagi dan seterusnya. Tak  ada satupun bayi yang menyerah ketika eksperimennya tak kunjung berhasil. Mereka terus mencoba dengan penuh keberanian yang ada. Akhirnya mereka berhasil berdiri, berjalan, berlari, melompat memanjat, mengenali dan menguasai begitu banyak benda, dan seterusnya.

Tak ada satu menitpun pada masa “keemasan” (Golden Age) mereka, berlalu tanpa perubahan. Anehnya, ketika menjadi makhluk dewasa, kenapa kita menjadi sulit untuk berubah ?!

Jawabannya, sekurang-kurangnya terdapat empat penyebab, kenapa bayi begitu mudah melakukan perubahan, sedangkan kita tidak.

Pertama, karena bayi selalu didorong oleh situasi dissatisfaction atau rasa tidak nyaman dan berhasrat untuk memperoleh situasi baru yang lebih menyenangkan, sedangkan orang dewasa pada umumnya sangat menikmati kenyamanan yang membuat mereka enggan untuk berubah.

Kedua, bayi tak pernah perduli dan tak pernah membandingkan dirinya dengan bayi lain tentang prestasi yang bisa dicapainya, sedangkan kita orang dewasa, seringkali sensitif terhadap kemajuan yang dicapai oleh orang lain, dan ketika kita menemukan fakta bahwa diri kita tak se progresif orang lain dalam kemajuan, kita  menjadi tertekan.

Ketiga, bayi tidak tahu, apa arti perubahan itu? Justru hal itulah yang membuat mereka asyik pada tantangan-tantangan baru tanpa peduli apapun itu.

Keempat, tidak ada sesosok bayi normalpun yang gagal melakukan eksperimennya. Sementara kita dipenuhi oleh rasa takut, bayangan-bayangan kegagalan, pesimisme, tidak percaya diri sebelum memulai suatu langkah.

Hal itu dikarenakan mereka tidak punya konsep kegagalan. Tidak pernah berfikir akan gagal. Bahkan kata “gagal” pun mereka belum mengenal, sebelum nanti para orang dewasalah yang mengajarkannya. Jadi seandainya tidak ada produk mental yang berasaldari kata “gagal” yang menghasilkan konsep kegagalan yang menyebabkan kita takut atau enggan mengulang lagi, maka sebenarnya kegagalan itu tidak pernah ada !!

Kelima, semua proses (dari poin 1 hingga poin 4 ) mereka lakukan dengan penuh exiting dan passion of life. Gak ada nyeselnya, gak ada kecewa, gerutu ataupun ngomelnya.

So, ketika Anda ikut training pengembangan diri hakekatnya hanya merevitalisasi mental dan skill Anda ketika masih balita, yang mana kemampuan bertransformasi itu karena sesuatu hal,  sepertinya sekarang terhenti. Atau berlanjut tapi sangat lamban.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “Training Manajemen Diri Hanya Berfungsi Mengembalikan Mindset Anda Ketika Bayi, Trainer Amir Faisal 08157698288”

Leave a Reply