Personal Branding untuk Calon Pejabat Eksekutif dan Legislatif, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 4th, 2020 No Comments

Trainer Amir Faisal 0815 769 8288, buku Tiba-tiba Jadi Bos – Elex Media dari Gramedia.com

Artikel ini sangat bermanfaat bagi Anda yang sudah menjabat ataupun yang punya mimpi menjadi pejabat eksekutif dan legislatif.

Menurut para ahli, Personal Branding (PB) adalah sebuah strategi yang berkaitan dengan self management, tentang bagaimana :

  1. Membangun dan memelihara persepsi atau emosi publik terhadap performan kita
  2. Merefleksikan siapa diri kita dan apa yang kita percayai.
  3. Mengekspresikan diri kita dari apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya, maupun nilai-nilai yang kita yakini.
  4. Memengaruhi orang lain, cara memandang / melihat diri kita yang positip
  5. Membangun ekspektasi publik dari sejumlah harapan dan asosiasi yang ada di masyarakat

Jika kelima batasan diatas kita perhatikan, maka terdapat 2 unsur penting dalam PB yaitu : Keunggulan pribadi atau Competitive Advantage dan Strategi mengkomunikasikan Personal Branding (PB) Anda.

Ibarat makanan yang lezat, sehat dan bergizi tinggi, tetapi dibungkus dengan kertas bekas dan lusuh, tentunya akan menghilangkan selera orang yang ingin menyantapnya. Sebaliknya makanan yang dibungkus dengan kemasan yang indah  dan berkelas, tetapi ternyata rasanya tidak enak, dan kandungan gizinya rendah dan bahkan mengandung bahan-bahan kimia yang tidak aman, maka segera akan dijauhi oleh konsumen.

Oleh karenanya kedua unsur, baik keunggulan pribadi maupun kemampuan mengkomunikasikannya  menjadi penting bagi Anda yang ingin membangun PB.

Terdapat 3 macam keunggulan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin jika ingin membangun PB, yaitu kompetensi pribadi, standar pribadi dan gaya.

Kompetensi pribadi

Kompetensi bukan hanya masalah keahlian, melainkan juga terkait karakter dan awareness atau kesadaran atas nilai-nilai yang terkandung didalam keahlian yang Anda miliki itu.

Seorang pemimpin perlu memiliki suatu skill dan intelektualitas yang membuat dirinya mendapatkan reputasi yang baik di masyarakat.  Karena asal mula dari kompetensi leadership adalah skill yang tinggi di bidang tertentu, dimana untuk itu dia dipercaya menjadi manager dan memimpin tim di bidangnya sehingga bisa meraih keberhasilan-keberhasilan dan keunggulan. Dan kemudian dari  pengalaman memimpin itu menghasilkan kapasitas dan sekaligus kompetensi leadershipnya.

Tanri Abeng waktu dimintai saran oleh Dahlan Iskan sebelum masuk kedalam birokrasi, mengatakan bahwa DI pasti bisa menjadi Dirut PLN, bahkan menteri BUMN yang andal, karena portfolionya memimpin dan membesarkan Jawa Pos Group – sebagaimana diketahui bahwa karier DI dimulai dari karyawan teknis. Bahkan pada akhirnya DI mampu menciptakan terobosan-terobosan dan konversi ide-ide kedalam birokrasi, dari BUMN hingga kementerian.

Standar pribadi

Standar pribadi adalah pengukuran yang sifatnya internal dari pemimpinnya atas kinerjanya sendiri. Terkadang seorang pemimpin menetapkan standar yang menurutnya normal-normal saja, tetapi bagi publik sudah dianggap luarbiasa. Sebaliknya ada juga seorang pemimpin yang merasa dirinya telah memiliki kinerja yang hebat, tetapi menurut publik rasanya biasa-biasa saja, bahkan dianggap kurang.

Oleh karenanya jika ingin membangun PB, sebaiknya Anda menjadi jenis yang pertama. Tetapkan standar yang melebihi ekspektasi banyak orang. Menjadi bupati atau walikota tentu standarnya lebih dari pemimpin perusahaan, ketua organisasi daerah atau ketua DPRD sekalipun, karena jabatan itu memerlukan kapasitas leadership yang lebih tinggi, lebih memiliki wawasan dan kebijaksanaan dalam menghadapi orang banyak atau rakyat. Begitu juga jika Anda ingin membangun PB untuk menjadi gubernur.

Menjadi presiden diperlukan standar kapasitas leadership yang lebih tinggi lagi, khususnya kemampuan konseptualnya dalam membuat / memutuskan kebijakan-kebijakan, maupun kebijaksanaan dalam menghadapi keanekaragaman rakyat yang menganut berbagai macam ideologi, dimana pada kepemimpinan daerah tidak atau belum begitu sensitif. Walaupun kalau ada kepala daerah yang bisa bersikap empatik dan moderat dengan berbagai kelompok masyarakat, golongan, ideologi dan agama jauh lebih baik.

Pekerjaan utama presiden adalah membuat kebijakan. Dan dari situlah bisa diketahui seberapa tinggi penguasaan dan skillnya dalam melakukan problem solving atas masalah bangsa di bidang Ipoleksosbud hankam. Boleh saja seorang presiden mengatakan dirinya orang lapangan. Tetapi masalahnya sejauh mana dari pekerjaan lapangannya itu bisa menemukan identifikasi masalah untuk diimplementasikan dalam skala nasional, dan dituangkan menjadi kebijakan-kebijakan publik yang adil dan bisa memakmurkan seluruh rakyat.

Seorang presiden juga perlu menyadari bahwa dirinya berada diatas semua golongan, agama, ideologi dan partai. Termasuk partai yang mengusungnya. Dari perspektif administrasi dirinya adalah administratur negara yang seharusya netral terhadap ideologi pengusung maupun lawan. Serta persis berada ditengah-tengah ketika antar ideologi itu terjadi gesekan

Gaya

Gaya adalah faktor yang cukup penting dalam membangun PB – walaupun bukan paling penting. Jika kedua faktor diatas cukup memuaskan, tanpa gayapun Anda akan akseptabel dan didukung oleh rakyat. Sebaliknya jika kedua faktor diatas gagal, kemudian Anda kebanyakan gaya malah akan dicibir oleh rakyat sebagai tukang pencitraan.

Pemimpin yang suka blusukan hanyalah salah satu dari sekian banyak gaya. Hal itu bisa memperkuat karakter kepemimpinannya jika menghasilkan kebijakan yang solutif. Atau justru sebaliknya jika hasilnya kontraproduktif.

Jika benar-benar tujuannya untuk meningkatkan kinerja kabinet, justru para menterinyalah yang harusnya disuruh blusukan. Selain mereka lebih menguasai lapangan, karena para menteri diangkat tentu sesuai dengan bidang dan profesi yang dimiliki, juga mereka perlu memiliki pengamatan on the spot di daerah-daerah tertentu yang dianggap krusial. Dari sisi anggaran, blusukan menteri biayanya amat sangat jauh lebih murah ketimbang presiden. Apalagi jika menterinya seperti almarhum Ir Soetami, Dahlan Iskan atau bu Susy.

Blusukan juga bermanfaat bagi para kepala daerah, karena mereka sebagaimana para menteri, pekerjaannya lebih bersifat managerial yang bermuara pada problem solving atas masalah yang terjadi didesa-desa, kecamatan, ataupun unit kerja lainnya ketimbang membuat kebijakan.

Mengkomunikasikan Personal Branding

Komunikasi PB adalah upaya untuk merangsang estetika sensorik publik guna mendapatkan feeling diterima dan disukai. Sebab menurut para pakar neurosain, 80 persen keputusan seseorang didorong oleh perasaannya. Rakyat tidak mungkin memilih pemimpin jika tidak suka. Minimal suka dengan pemberian uang money politicnya.

Konten marketing politik bila dikaitkan dengan strategi personal branding bisa menjadi rangsangan yang hebat bagi konsituen dalam pilkada maupun pilpres, terutama bagi yang belum memutuskan untuk memilih. Hal ini tergantung pada seberapa hebatnya Anda membangun strategi PB.

Bagi Anda yang sudah menjabat, tetap perlu membangun PB, agar publik lebih mengenal karakter, kapabilitas dan values yang Anda pegang, sehingga program-program yang Anda luncurkan tidak mudah disalahfahami. Apalagi sekarang ini banyak serangan character assasination oleh orang atau kelompok yang berseberangan dengan kita.

Bila mengetahui teknik-teknik dan trik-triknya, komunikasi PB tidak perlu berbiaya mahal, namun hasilnya bisa efektif. Atau jika menggunakan iklan berbayar, efeknya cukup signifikan. Intinya hanya dua, yaitu  Anda harus bisa membuat konten yang impressive dan memilih media yang tepat, baik offline maupun online.

Dibawah ini disajikan beberapa trik yang bisa Anda coba :

Pertama, menggunakan Billboard ; Dipinggir jalan ditempat-tempat yang strategis sering kita lihat media ini yang menampilkan gambar seorang tokoh pejabat dengan dibubuhi tulisan tertentu. Namun sayangnya iklan berbayar mahal ini seringkali kurang berefek, karena bahasa yang disusun tidak menggunakan teknik copywriting yang baik.

Asumsinya billboard harus terbaca dari jarak 50 hingga 100 meter, dari orang-orang yang sedang berkendara. Tulisannya harus besar, sehingga pesannya tidak bisa banyak. Oleh karena itu harus didesain, dengan satu atau dua kalimat pesan yang ditulis sudah bisa menggambarkan PB Anda. Kalimat pertama menggambarkan karakter dan values Anda, dan kalimat kedua berisi visi Anda.

Kedua, menggunakan brosur, fliyer atau banner; Jika Anda ingin berkomunikasi secara lebih detil dengan publik tentang program yang sedang Anda luncurkan, bisa menggunakan media ini. Media inipun juga bersifat terbatas. Jika ingin berkomunikasi menggunakan media-media tersebut, usahakan tidak melebihi satu halaman atau papan banner, tetapi sudah bisa menjelaskan PB Anda, visi dan program-program yang sedang Anda luncurkan.

Baik, apakah Anda sudah menjadi pejabat (eksekutif dan legislatif) atau masih nyalon bupati, walikota, gubernur, caleg ataupun capres-cawapres 2024, satu hal yang perlu diingat dalam membuat konten brosur, tampilkan diri Anda sebagai seorang Pemimpin Problem Solver.

Para pakar marketing politik mengatakan, seorang pemimpin dan calon pemimpin sebaiknya hanya fokus untuk menemukan faktor frustasi dan ekspektasi masyarakat di suatu tempat, kemudian dia bisa tampil sebagai sosok problem solvernya. Jadi Anda tidak usah terlalu banyak menyampaikan gagasan, visi missi dan berbicara hal-hal yang tidak mereka perlukan.

Faktor frustasi adalah apa yang selama ini dianggap masalah dan mengganggu pikiran masyarakat. Ibarat orang sakit gigi, maka saking frustasi dengan rasa sakitnya yang luar biasa, maka yang dia fikirkan hanya bagaimana gigi itu bisa secepatnya dicabut.

Ekspektasi adalah apa yang menjadi mimpi di suatu masyarakat secara luas. Mereka merasa bahagia jika apa yang mereka impikan itu bisa terwujud. Untuk calon legislatif, Anda cukup menampilkan diri sebagai orang yang akan mewakili mereka berbicara dengan pemerintah.

Ketiga, menggunakan papan LCD; Papan LCD yang ditempatkan dipinggir jalan besar, fungsinya sama dengan billboard. Sedangkan LCD yang diletakkan di tempat-tempat orang bersantai fungsinya sama dengan brosur tetapi live. Sebaiknya semua fitur yang terdapat di media ini bisa dioptimalkan, mengingat biayanya mahal. PB maupun program-program Anda sebaiknya diskenariokan dalam bentuk tayangan film.

Keempat, menjadi pembicara diberbagai seminar, lokakarya atapun even-even edukatif di berbagai tempat. Media ini sasarannya adalah kelompok terpelajar dan menengah. Kelompok yang diandalkan oleh para politisi, karena mereka konsituen sekaligus influencer. Jika Anda berhasil memengaruhi seorang saja dari kelompok ini, maka kemungkinan mereka membawa serta para pengikutnya.

Di era digital ini PB dan program-program Anda setelah di seminarkan, masih terus bisa ditayangkan di berbagai mediasosial, baik resume makalahnya, maupun rekaman videonya.

Kelima, memanfaatkan Youtube dan Webinar; Membuat tayangan seminar melalui youtube tidak usah menunggu rekaman seminar, melainkan bisa diprogram sendiri. Siapkan studio mini dikantor Anda, atau gunakan jasa Youtuber.

Anda bisa juga membuat Webinar atau seminar online. Bedanya dengan youtube yang mengupload rekaman, dalam webinar langsung live di internet. Peserta bisa langsung melakukan tanya jawab saat itu juga. Untuk media ini juga sudah banyak penyedia jasanya.

Masalahnya adalah semua broadcast Anda belum tentu direspon oleh netizen. Untuk itu dalam membuat konten tetap menggunakan prinsip-prinsip yang sudah dijelaskan diatas, yaitu “menemukan frustasi dan ekspektasi masyarakat” dan Anda memberikan problem solvingnya..

Keenam, melakukan Media Visit; Penggunaan strategi ini biasanya untuk mengatasi management of damage dari pemberitaan media tertentu yang menayangkan sisi negatif tentang performa Anda. Dengan mengunjungi perusahaan media itu secara friendly, setidak-tidaknya sudah menimbulkan keengganan dari media yang bersangkutan.

Ketujuh, melakukan turba; Turba atau turun kebawah, atau blusukan mengunjungi pasar, perkampungan dan sebagainya adalah cara klasik yang sudah berulang-ulang kita saksikan di media. Tetapi sekali lagi, dalam blusukan itu perlu ada manfaat spesifik atau output yang jelas bagi masyarakat, dan bukan sekedar pencitraan.

Kedelapan, memiliki website atau memanfaatkan website instansi; Mengkomunikasikan PB melalui website dilakukan dalam tiga langkah : Aktif membuat blog, melakukan optimalisasi  dengan SEO ( Search Engine Optimization), dan aktif membroadcast di media sosial. Strategi ini sama dengan strategi komunikasi media sosial lainnya seperti youtube, yaitu berupaya mendapatkan interaksi sebanyak-banyaknya. Untuk itu selain bisa memberikan problem solving dari frustasi dan ekspektasi masyarakat, juga kontensnya dibuat semenarik mungkin. Bisa menginspirasi dan pencerahan pada masyarakat, tampil beda, dan kalau perlu sekali-kali kontroversial.

Kesembilan, membuat Fans page di Facebook; Kelebihan Fans page dibandingkan dengan Youtube dan SEO adalah FP bisa langsung tembak ke segmennya. Misalnya Anda menyalonkan diri menjadi kepala daerah di suatu kabupaten, maka kontens Anda akan langsung bisa dilihat oleh konsituen di daerah tersebut, bahkan Anda masih bisa menspesifikasi lagi hingga usia, pekerjaan hobbi mereka. Anda juga tidak perlu bekerja keras seperti dalam SEO, karena broadcastingnya dibantu oleh Tim FB. Tentunya ada biayanya, tetapi tidak mahal. Seperti dalam komunikasi di medsos lainnya, kualitas kontens sangat berpengaruh dalam membangun interaksi dengan netizen.

Selamat mencoba.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “Personal Branding untuk Calon Pejabat Eksekutif dan Legislatif, Trainer Amir Faisal 08157698288”

Leave a Reply