Don’t Stop Before 10.000 Hours, Trainer Amir Faisal 0815 769 8288

blog on January 3rd, 2018 No Comments

Trainer Amir Faisal 0815 769 8288,  baca buku Tiba-tiba Jadi Bos dari gramedia.com 

Apapun profesi yang Anda pilih, jangan berpindah fokus sebelum Anda jalankan dengan penuh ketekunan berjuang berjerihpayah,  dan “berdarah-darah” minimal 10.000 jam.

Kenapa?
Malcom Galdwel seorang peneliti, meriset puluhan orang-orang hebat di dunia – termasuk Bill Gates, para seniman, sutradara, pemain film, pemain sepak bola hingga Michael Jordan – mereka memperoleh kemampuan terbaiknya sesudah melampaui 10.000 jam.

Simaklah apa yang dikatakannya :

“Based on research suggesting that practice is the essence of genius, best-selling author Malcolm Gladwell popularized the idea that 10,000 hours of appropriately guided practice was “the magic number of greatness,” regardless of a person’s natural aptitude. With enough practice, he claimed in his book Outliers, anyone could achieve a level of proficiency that would rival that of a professional. It was just a matter of putting in the time.”

Bagaimana bisa demikian?

Analisis  secara NLP (Neuro Linguistic Programming)

NLP mempunyai Presupposisi :

  • Orang mempunyai segala sumber ( dalam diri mereka sendiri) yang mereka butuhkan.
  • Setiap orang sudah berfungsi dengan sempurna

Sumber yang dimaksud disini adalah : skill, kondisi, kualitas serta atribut lainnya yang dimiliki oleh seseorang, misalnya, kecintaan, passion, motivasi atau hasrat yang besar, keberanian dan kepercayaan diri, impian ataupun obsesi hidup.

Walaupun bukan berarti setiap orang bisa mendapatkan apa saja yang diinginkan, tetapi pengalaman hidup seseorang akan membentuk landasan mental dan skill bagi dirinya sendiri. Dan menjadi “buku kehidupan” yang tak ternilai harganya.

Para penggemar Film tentu tidak asing dengan Steven Spielberg, tokoh cinema tersohor asal Amerika Serikat. Semua orang orang dewasa hingga anak-anak pasti mengenal film super heboh The Jurasic Park.

Sejak usia 12 tahun ia telah memulai karir di dunia perfilman dan telah menghasilkan 8 film amatir. Spielberg mempunyai ketajaman visi membangkitkan minat penonton di seluruh dunia dengan mengangkat cerita-cerita film kuno dipadu keterampilan skenario serta efek yang canggih. Indiana Jonse, The Extra-Terresterial (ET) dan Jurassic Park. Penggarapannya begitu sempurna hingga menyajikan tontonan yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

Pada usia 13 tahun, Spielberg memenangkan hadiah untuk sebuah film perang berjudul Escape yang berdurasi 40 menit, film yang berceritakan tentang pertempuran di Afrika timur.

Ia memulai karier di perfilman sejak usia 16 tahun, sebagai pegawai lepas – bahkan untuk bisa masuk ke studio pun terkadang harus menerobos penjagaan, karena tidak mampu beli tiket.

Pada tahun 1963, Spielberg menulis dan menyutradarai film independen pertamanya, sebuah science fiction Adventure yang ia sebut firelight (yang kemudian akan mengilhami Close Encounters). Film, yang memiliki anggaran sebesar $ 500, di pertunjukkan di studio miliknya dan menghasilkan laba sebesar US $ 1 juta. Kemudian 30 tahun kemudian The Jurasic Park mampu menghasilkan keuntungan US $ 1,9 Milyar. ( Dikutip dari Biografi Tokoh Dunia.Com )

Banyak orang berfikir, jika tidak bisa melakukan sesuatu yang diinginkan, itu pertanda ketidakmampuan, kekurangan, atau cacat. Padahal tidak.

So, tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak mampu melakukan sesuatu, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya, karena setiap orang telah tercipta dan berfungsi dengan sempurna.

Jika seseorang melakukan kesalahan atau nyasar dalam experimenmya, maka sebenarnya dia telah melakukan secara sempurna dalam hal menemukan cara atau jalur yang berbeda ( dari yang diikuti oleh orang pada umumnya). Beberapa banyak penemuan, disebabkan oleh tindakan yang tidak biasa.

Bahkan para pemimpin besar mampu melakukan perubahan, karena mereka berani berfikir berbeda dengan kaumnya. Perbedaan cara berfikir ini diperlukan untuk menguji strategi dan keyakinan agar nantinya menjadi lebih efektif.

Penilaian diri yang positip, dalam NLP, dipegang sebagai hal yang konstan bersama pembedaan antara orang dan yang dilakukannya. (Philips Hayers dalam The New Technology of Achievement dan Steve Bavister dalam NLP 4 Personal Success)

Analisis secara ilmu syaraf
Sel otak terdiri dari interneuron yang berfungsi memproduksi myelin – yang bertugas bagi perluasan sel syaraf (axon) dan menjalankan tugas multifungsi lainnya, termasuk sistem kekebalan.

Neuron tersebut berfungsi secara terus menerus “menyalakan”, mengintegrasikan, dan mengolah informasi di sepanjang celah mikroskopik yang disebut sinapsis. Myelin otak akan “membungkus” sel-sel syaraf di struktur otak, yang terlibat dalam proses pelatihan hingga ketika telah melampaui 10.000 jam akan menjadi sempurna.

Adapun Struktur otak itu terdiri atas :

Cortex yang memiliki andil terhadap tindakan-tindakan yang disengaja seperti penilaian, berfikir, menganalisa, berkreasi, membuat visi, perencanaan dan problem solving. Sesudah mencapai 10.000 jam “terbang” maka orang yang bersangkutan menjadi sangat jenius.

Limbic – meliputi hippocampus, amygdala, thalamus dan hypothalamus – bertanggungjawab atas emosi, atensi, tindakan, penciuman, sexualitas, hormon, serta mengatur seluruh bagian tubuh dan produksi kimiawi otak.

Oleh karenanya otak limbic disebut otak tindakan, Disinilah PEMBELAJARAN PRAKTEK itu berlangsung, yang berupa COBA, GAGAL, IDENTIFIKASI MASALAH, EVALUASI, EKSPERIMEN, COBA GAGAL dan seterusnya. Dan ketika sudah melampaui 10.000 jam terbang telah menemukan expertise dan talenta nya. Atau dengan bahasa ilmu syaraf, Myeline telah secara sempurna membungkus sel otak.

Reptile yang merupakan sisi dalam dari manusia dan berhubungan dengan naluri dan minat. Ini adalah otak tertua dalam perkembangan otak manusia, dimana “gagang” nya berupa batang otak terdapat wilayah reticular activating system (RAS) yang menghubungkan otak dengan “aktivitas” jantung, pengendalian kehidupan, dorongan instinktif yang dalam, hingga yang bersifat ritualistik.

Pengalaman selama 10.000 jam akan menghasilkan kekuatan naluriah yang dahsyat, yang hanya dimiliki oleh orang yang bersangkutan.
(Eric Jensen dalam Brain Based Learning, Daniel Goleman dan Howard Gardner dalam Emotional Intelligence)

Peningkatan kompetensi menjadi ahli dan unggul dibidangnya

Malcom Galdwel mensyaratkan bahwa selama 10.000 jam terbang itu, tidak berlangsung begitu saja. Melainkan perlu diawasi dan dibimbing oleh seorang Coach, untuk memastikan setiap jam terjadi peningkatan kompetensi. Jika 10 ribu jam terbang mau kita tempuh selama 5 tahun, berarti setiap tahun kita berlatih selama 2000 jam terbang, atau sehari 5,5 jam.

Pada tahun 70an Gordon Training International mengembangkan teori kompetensi yang disebut sebagai : Strategi Empat Tahap Mempelajari Keahlian Baru

Peningkatan skill sebanding dengan jumlah usaha, dan bersedia untuk berinvestasi dalam pembelajaran, yang mencakup empat pembelajaran sebagai berikut :

Tahap 1: Unconscious Incompetence (Tidak Sadar, Tidak Kompeten)

Pada tahapan ini, kita tidak menyadari kalau kita tidak tahu bahwa kita perlu menguasai suatu keahlian. Misalnya bayi yang berumur satu tahun tentu tidak menyadari perlunya keahlian naik sepeda. Oleh karenanya mereka tidak terdorong untuk memanfaatkan peluang berlatih sepeda.

Mereka tidak sadar, dan memandang skill tersebut tidak diperlukan dan menganggap tidak ada gunanya memiliki ketrampilan seperti tersebut. Maka tidak terdorong untuk belajar, sehingga akibatnya  tidak kunjung kompeten.

Anda tentu masih ingat, dulu ketika diajak belajar NLP ogah-ogahan, sok pinter dst

Tahap 2: Conscious Incompetence (Sadar, tidak kompeten)

Mulai menyadari (aware) perlunya mempelajari skill tertentu, yang saat ini tidak bisa. Jika diumpamakan bayi tadi, kira-kira umur dua tahun yang melihat kakak-kakaknya dengan gembira naik sepeda. Saat ini  mulai berpikir tentang bagaimana caranya mengatasi kekurangan itu secara konstruktif dan belajar atau berlatih agar menjadi kompeten.

Pada tahap ini motivasi untuk belajar menjadi sangat kuat, yang mendorong mereka untuk mau mulai belajar

Tahap 3: Conscious Competence (Sadar, Kompeten)

Dengan dorongan belajar, kesadaran memperbaiki kemampuan, untuk menguasai suatu skill, maka mulailah mereka belajar dan berlatih naik sepeda. Mencoba gagal, berulang-ulang akhirnya bisa atau menjadi kompeten.

Semuanya dilakukan dengan penuh passion. Semakin ahli, passionnya semakin besar. Bahkan tidak cukup puas dengan kemampuan yang ada, kemudian melakukan eksperimen-eksperimen dengan menaiki tanjakan, melakukan jumping, melepas kemudi dan seterusnya.

Tahap 4: Uncoscious Competence (Tidak Sadar, Kompeten)

Sesudah bertahun-tahun menaiki sepeda, mereka akan menjadi tidak sadar kembali bahwa mereka memiliki kompetensi tersebut, karena sudah melekat dan menyatu dalam diri mereka. Seakan-akan semuanya dilakukan dengan reflek.

Mereka tidak perlu mengingat-ingat lagi bagaimana urutan menaiki sepeda supaya melaju, dan tidak terjatuh. Semuanya bisa dilakukan secara otomatis

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “Don’t Stop Before 10.000 Hours, Trainer Amir Faisal 0815 769 8288”

Leave a Reply