Memanajemeni Konflik Dengan NLP Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on February 28th, 2019 2 Comments

Trainer Amir Faisal 0815 769 8288, baca buku Tiba-tiba Jadi Bos dari gramedia.com

Konflik berasal dari bahasa Inggris, “conflict” yang artinya pertentangan atau perselisihan. Sebuah proses disosiatif dalam interaksi sosial yang terjadi ketika dua pihak atau lebih dalam masyarakat ingin mencapai tujuannya masing-masing.

Konflik adalah warisan kehidupan sosial, yang terjadi dalam berbagai keadaan sebagai akibat dari bangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara terus-menerus.

Konflik sudah setua umur manusia (perseteruan Qabil dan Habil). Sifatnya sudah given. Sehingga tidak bisa dan tidak perlu dihindari. Tetapi bisa diupayakan untuk dikelola atau dimanage dengan cerdas.

Dengan demikian manajemen konflik merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada proses mengarahkan dalam bentuk komunikasi dari para pelaku konflik ataupun pihak ketiga, dan bagaimana mereka memengaruhi kepentingan dan interpretasi.

Pola kelola konflik
Dalam proses pengelolaan konflik, organisasi hendaknya berusaha mengelola guna menentukan solusi yang paling tepat. Menurut Dawn M. Baskerville, ada enam tipe manajemen konflik, yaitu:
1. Avoiding
Individu atau organisasi pada umumnya cenderung menghindari konflik. Berbagai hal sensitif dan berpotensi menyebabkan konflik sebisa mungkin dihindari. Ini merupakan cara yang paling efektif menjaga lingkungan terhindar dari konflik terbuka.

2. Acomodating
Ini merupakan kegiatan mengumpulkan berbagai pendapat dari banyak pihak yang terlibat dalam konflik. Dengan mengumpulkan pendapat, maka organisasi dapat mencari jalan keluar dengan tetap mengutamakan kepentingan salah satu pihak yang berkonflik.
Sayangnya, cara seperti ini masih bisa menimbulkan konflik baru dan perlu dilakukan evaluasi secara berkala.

3. Compromising
Berbeda dengan acomodating, cara compromising cenderung memperhatikan pendapat dan kepentingan semua pihak. Kompromi merupakan cara penyelesaian konflik yang melakukan negosiasi pada pihak-pihak yang berkonflik dan mencari jalan tengah bagi kebaikan bersama.
Dengan kata lain, dengan kompromi maka semua pihak yang berkonflik akan mendapatkan solusi yang memuaskan. Cara seperti ini dapat menyelesaikan konflik tanpa menimbulkan konflik yang baru.

4. Competing
Ini adalah cara menyelesaikan konflik dengan mengarahkan pihak yang berkonflik untuk saling bersaing dan memenangkan kepentingan masing-masing.
Pada akhirnya salah satu pihak akan kalah dan mengalah atas kepentingan pihak lain. Ini merupakan strategi cadangan dan dianggap kurang efektif bila salah satu pihak lebih kuat dari yang lain.

5. Colaborating
Kolaborasi adalah cara menyelesaikan konflik dengan bekerjasama untuk memperoleh hasil yang memuaskan karena semua pihak bersinergi dalam menyelesaikan masalah dengan tetap memperhatikan kepentingan semua pihak.
Dengan kata lain, kepentingan pihak-pihak yang berkonflik tercapai dan menghasilkan win-win solution.

6. Conglomeration (Mixtured Type)
Ini merupakan penyelesaian konflik dengan mengkombinasikan kelima tipe manajemen konflik di atas. Tipe manajemen konflik yang satu ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar dalam proses penyelesaian konflik.

NLP ( Neuro Linguistic Programming)
Secara bahasa, Neuro berarti sistem dan jalur persyarafan, Linguistic adalah cara berbahasa atau kata-kata, baik verbal maupun non verbal yang dapat memengaruhi sistem pikiran, perasaan dan perilaku. Kemudian Programming adalah pemrograman sebagaimana dalam pengertian teknologi informasi, dimana pikiran manusia sebagaimana halnya komputer, perangkat lunak kitapun bisa diprogram dengan tindakan-tindakan-tindakan dan kebiasaan-kebiasaan serta bisa diubah ataupun di delete.

Kemanfaatan NLP dalam kehidupan adalah menciptakan kemampuan seseorang dalam mengelola pikiran dan perasaannya untuk meraih kedamaian. Atau istilah yang sering dipakai adalah Mind Mastery. Kemampuan inilah yang bisa diandalkan untuk mengelola konflik yang terjadi dalam organisasi.

Dalam NLP banyak sekali strategi dan tools untuk (1) menterapi ( mengembalikan kondisi ketidaknormalan kepada kondisi yang nyaman lahir batin), (2) modelling ( meniru kesuksesan figur-figur tertentu dengan mengadopsi atributnya), (3) meraih outcome (merancang, menyusun dan merealisasikan hasil, visi, tujuan atau impian yang ingin dicapai) dan (4) berkomunikasi yang smart.

Dalam Coaching NLP,  keempat strategi dan tools diatas bisa kita nikmati bersama-sama dengan outcome : “Menjadi pribadi yang Mind Mastery sehingga memiliki skill yang cukup untuk mengelola konflik dan melakukan komunikasi yang smart dengan semua pihak.”

Satu hal yang perlu dimengerti, NLP bukanlah sebuah acara motivasi, melainkan sebuah upaya untuk menginstall software Motivator kedalam benak setiap peserta.

NLP merupakan Manual for the Brain dari The Psychology of Excellence, yang membantu setiap orang agar dapat menciptakan terobosan dalam hidupnya sehingga menjadi yang terbaik atau menjadi pemenang, lebih sukses dan lebih bahagia. Caranya dengan memodel atau menggunakan strategi orang-orang hebat dan ekselen dalam mencapai kesuksesan.

Selain sifatnya yang praktis – sebuah tools, treatment atau therapy yang diterapkan dengan strategi, teknik dan pola yang sama akan menghasilkan hasil yang sama pula, oleh karena itulah ia bisa disebut sebuah teknologi – ia juga dianggap sebagai psikologi modern yang unik dan sangat efektif untuk membangkitkan semangat dan mengubah perilaku seseorang.

Oleh karena itu NLP telah dimanfaatkan oleh para pemimpin dunia, pendidik, owner, CEO, manager perusahan/instansi besar di seluruh dunia, termasuk mereka yang tergabung dalam The 500 Fortune CEO dari Perusahaan Kelas dunia di Amerika, Eropa dan Asia dalam pencapaian prestasi puncak, kepemimpinan, peningkatan penjualan, komunikasi negosiasi dll.

Apa beda penanganan konflik menggunakan NLP dengan psikologi konvensional?

NLP menggunakan inside out shooter. Maksudnya, dalam NLP yang ditreatment adalah inside dari Subyek dulu, baru kemudian di bimbing strategi komunikasinya.

Keunikan NLP, Anda bisa mengatasi konflik hanya dengan mentreatmen satu pihak saja dari dua atau lebih orang yang berkonflik. Klien yang  Anda terapi, bisa Anda berdayakan, yang tadinya berkonflik bisa berubah menjadi konselor lawannya.

Anda tentu penasaran, bagaimana caranya? Untuk itu semakin cepat Anda menghubungi saya, semakin cepat mengetahui rahasianya.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Responses to “Memanajemeni Konflik Dengan NLP Trainer Amir Faisal 08157698288”

  1. novirina says:

    Tertarik untuk mempelajari

Leave a Reply