Berfikir & Bertindak Efektif Dengan NLL, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 21st, 2020 No Comments

Trainer Amir Faisal, 0815 769 8288, buku Destined To Be A Leader Amir Faisal dari google book

( Sebelum membaca blog ini, ada baiknya blog saya sebelum ini yang berjudul “Peta Tidak Sama dengan Wilayah” dibaca ulang kembali)

Berfikir merupakan proses mental yang terkait dengan penciptaan gagasan. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan.

Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan.

Pengertian berfikir menurut Wikipedia pada aliniea pertama bersifat umum. Tetapi alinea kedua cukup menarik, karena ada kata “Manipulasi”. Berfikir melibatkan manipulasi otak.

Jika Anda baca dalam blog saya sebelumnya, maka Anda bisa memahami bahwa pikiran kita bisa memanipulasi, tetapi hati-hati, bisa juga termanipulasi.

Seperti apakah pikiran yang termanipulasi?

Pikiran Anda termanipulasi jika :

  • Gagasan-gagasan Anda tidak realistis
  • Kurang kaya sumber inspirasi, bahkan sering blank atau buntu
  • Akibatnya sering menghadapi hambatan dan kesulitan dalam mengambil keputusan
  • Tidak kreatif
  • Sulit berubah dan bertumbuh. Dari dulu cuman begitu-begitu aja
  • Tidak memiliki kemajuan yang berarti dalam mempelajari sesuatu

Robert Dilts yang dikenal sebagai Developer NLP ( Neuro Linguistic Programming ) menemukan isu yang bisa dimanfaatkan untuk menilai level berfikir Anda maupun orang lain, yang terdiri beberapa level, yang mengacu pada sistem proses pengalaman neurologis orang tersebut, yang disebut sebagai Neurological Levels (NLL).

Cara berfikir, perilaku dan sikap kita dipengaruhi oleh lingkungan, level-level keterampilan dan kapabilitas, nilai-nilai dan keyakinan, identitas yang berkaitan erat dengan misi hidup kita, dan peran yang kita jalankan, serta tujuan-tujuan dan visi-visi yang menuntun hidup kita selama ini.

NLL juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan transformasi atau perubahan,  mengetahui dan menemukan cara terbaik dalam mentreatment diri sendiri maupun orang lain, serta untuk mengenali ataupun memetakan subyek yang akan kita ajak untuk berkomunikasi ataupun menjalin relationship.

Penggunaan NLL yang tepat juga bisa meningkatkan kejeniusan seseorang di dalam mengambil keputusan. Model ini sifatnya hierarkis dan meliputi enam level. Dengan NLL ini setiap orang bisa merasakan sendiri, apakah ia menggunakan manajemen pikiran ataupun skill tertentu dalam problem solvingnya. Bahkan apakah ia telah mencapai NLL tertinggi dalam problem solvingnya yaitu Level Spiritual. Karena hakekatnya NLL adalah gerak dan bekerjanya impuls dari jalur persarafan kita saat kita mengatasi suatu masalah yang dikendalikan oleh pusat kesadaran kita.

Satu hal yang juga penting untuk diketahui dalam mengaplikasi sistem kerja NLL, bahwa setiap tingkatan tidak berdiri sendiri, melainkan saling mempengaruhi, yang mana level yang lebih tinggi selalu mempengaruhi level-level di bawahnya. Begitu juga level-level dibawahnya-pun dapat mempengaruhi progres level-level diatasnya. Jika pada level bawah Anda tidak bisa bertindak efektif, maka ia akan memengaruhi efektifitas pada level berikutnya.

Jadi seperti permainan investasi. Apa yang Anda bayarkan pada saat ini memengaruhi hasil yang bisa Anda nikmati dikemudian hari. Oleh karena itu memastikan habit berfikir dan bertindak efektif sejak level paling bawah, adalah cara bijaksana untuk mendapatkan kesuksesan dan keberuntungan dimasa mendatang.

Level I Lingkungan (dimana, kapan dan bersama siapa Anda melakukan sesuatu); Level ini tentang lingkungan eksternal – termasuk di mana Anda berada, lingkungan fisik, orang yang saat ini bersama Anda, masyarakat dan budaya yang lebih luas – dan potensi-potensi masalah yang bisa terjadi pada diri Anda.

Jika pada level ini — lingkungan, kapan dan dimana kita beraktivitas sehari-hari kita bisa menciptakan dan mengembangkan  sumber daya yang dapat kita manfaatkan untuk mencapai tujuan kita, maka lingkungan itu efektif membentuk cara berfikir kita. Dengan mental positif kita dapat memilih perilaku dan sikap yang sesuai dengan waktu dan tempat dimana kita beraktivitas saat itu, tentunya kita perlu memilih lingkungan yang positif konstruktif pula untuk hidup kita.

Mudahnya, jika misalnya Anda ingin menjadi pebisnis sukses, maka masukilah komunitas pengusaha yang sukses. Tanpa terasa, lama kelamaan pola pikir dan tindakan Anda akan semakin efektif yang bisa membuat income Anda meningkat. Anda juga semakin aware untuk berinvestasi

Level II Perilaku (apa yang Anda katakan atau lakukan) ; Level ini terkait dengan apa yang Anda lakukan pada lingkungan – termasuk: cara berpikir, berbicara, mendengar, bereaksi, mengambil tindakan secara sadar, dengan harapan untuk mencapai sesuatu. Hal ini juga setara dengan apa yang orang tidak ingin lakukan. Misalnya, jika Anda menarik diri dari situasi tertentu pun sebenarnya Anda masih tetap memengaruhinya dengan satu atau lain hal.

Anda bisa secara aktif berpartisipasi dalam even-even ataupun pekerjaan dalam, serta bisa membantu melambungkan semangat di komunitas. Saat Anda jadi member, perilaku Anda akan membawa dampak baik atau buruk kepada para kolega dan berdampak pada suasana lingkungan tempat Anda beraktifitas. Begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu keikhlasan mengorbankan waktu di komunitas untuk kegiatan yang bisa meningkatkan skill dan pengetahuan berbisnis, bisa mengubah cara berfikir dan cara berperilaku Anda menjadi lebih efektif.

Level III Kapabilitas (bagaimana Anda melakukannya); Level ini terkait dengan skill, bakat, kemampuan, strategi dan sumber-sumber yang membimbing perilaku Anda dan membuat Anda bisa mengambil tindakan.

Level ini tentang bagaimana Anda melakukan sesuatu. Tentang skill dan proses yang membuat Anda tahu bahwa Anda menjalankan tugas atau melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Saat Anda belajar sesuatu yang baru, misalnya menjual, bernegosiasi, presentasi bisnis, Anda tentunya memulai dari nol di level ini, lalu secara bertahap kapabilitasnya akan semakin baik sehingga mencapai poin tertinggi.

Semua pekerjaan itu pada awalnya Anda sering melakukan kesalahan ataupun tindakan yang tidak efektif. Tetapi lama kelamaan dikarenakan pengalaman berulang-ulang, ditambah dengan mengikuti pelatihan, skill Anda semakin meningkat, sehingga Anda tidak perlu berpikir lagi untuk melakukannya.

Oleh karena kapabilitas adalah hal-hal yang kita bisa Anda lakukan dengan andal, konstan, dan dengan cara berulang-ulang, sehingga tidak terasa seolah-olah, kapabilitas-kapabilitas dan  keahlian itu bisa kita dapatkan dengan cuma-cuma.

Kunci dari peningkatan secara terus menerus kapabilitas yang Anda miliki adalah dengan cara berfokus pada outcome yang sudah Anda tentukan. Fokus bukan berarti berfikir hanya pada satu hal, tetapi konsiten pada missi yang telah dibuat sehingga bisa terlaksana dengan sukses.

Semakin tinggi kapabilitas Anda otomatis akan memengaruhi cara berfikir Anda dan perilaku Anda. Anda tidak lagi membuang-buang waktu, karena Anda merasa waktu Anda menjadi sangat berharga dan Anda akan berfikir bahwa berkompromi dan berkolaborasi lebih baik dari pada berseteru.

Level IV Keyakinan dan Nilai-Nilai (apa yang penting bagi Anda); Apa yang kita nilai tinggi, dan kepercayaan yang kita yakini tentang hidup yang kita alami, akan sangat memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Jika Anda merasa yakin dapat memimpin dengan baik, maka akan sangat mungkin memengaruhi kapabilitas Anda secara keseluruhan. Hal ini akan bisa dilihat orang lain karena perilaku Anda akan terwujud seperti apa yang Anda yakini saat itu.

Sebaliknya, jika Anda bisa mengembangkan skill dan membangun kepercayaan diri dalam suatu bidang, Anda akan terkejut sendiri karena keyakinan tentang kemampuan Anda itu sudah berubah. Sebaliknya seringkali kita memiliki keyakinan-keyakinan yang justru bisa menghambat atau membatasi diri kita. Keyakinan dan nilai-nilai umumnya beroperasi di luar alam pikiran sadar. Dari sinilah muncul bagaimana seseorang bisa begitu kuat mempertahankan pandangan-pandangan yang memengaruhi apa pun yang mereka, katakan dan lakukan.

Termasuk values yang Anda junjung tinggi dan apa yang Anda anggap penting itu bisa berakselerasi dalam perjalanan hidup. Setiap pengalaman yang Anda miliki dan setiap orang yang Anda temui akan – dalam kadar tertentu – membentuk keyakinan dan nilai-nilai Anda. Banyak organisasi telah menetapkan nilai-nilai yang mewakili apa yang mereka anggap penting. Jika ada ketidakcocokan antara nilai-nilai perusahaan dengan nilai-nilai yang dianut oleh para karyawannya, atau antara dua kolega dalam perusahaan, maka hal itu dapat berpotensi konflik.

Seringkali pula dijumpai, seseorang tidak selalu konsisten, yaitu dalam waktu bersamaan bisa memegang dua nilai-nilai yang bertentangan. Misalnya menjunjung tinggi kebebasan menentukan pendapat, namun kadang-kadang melakukan tindakan otoriter. Pertentangan ini bisa menimbulkan konflik internal yang membuat seseorang merasa terbelah di dua arah yang berbeda. Pemimpin yang berfikir efektif bisa melakukan kendali diri terhadap kecenderungan ini

Level V Identitas (siapa diri Anda) atau sering juga disebut sebagai karakter; Level ini melibatkan perasaan tentang siapa diri Anda – peran Anda dalam kehidupan – dan tentang siapa yang bukan diri Anda. Orang kadang-kadang bisa jatuh dalam jebakan perilaku membingungkan (apa yang mereka lakukan) dengan identitas (siapa mereka).

Level ini adalah tentang tujuan Anda dalam hidup. Salah satu cara Anda untuk bisa mengenal identitas Anda misalnya dalam konteks memimpin. Anda bisa bertanya pada diri sendiri, “Sebagai seorang pemimpin, siapakah diri saya?” atau “Pemimpin macam apa saya ini?”

Identitas Anda tercipta dari semua informasi dan pengaruh yang telah Anda pelajari dan padukan dalam sepanjang kehidupan Anda yang pada akhirnya membentuk diri Anda sendiri,  seperti yang Anda rasakan saat ini. Jika sesuatu sudah mencapai Level Identitas, biasanya bersifat permanen, misalnya ada pemimpin yang dikenal peduli, charity, punya trust dst. Hal itu disebabkan sudah menjadi identitas atau karakter orang itu, karena karakter hakekatnya sekumpulan penemuan atas identitas diri kita sepanjang hidup kita.

Dalam level ini cara berfikir seseorang biasanya sudah mantap dan tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang terjadi di lingkungan.

Level VI Spiritualitas / Keterhubungan (tujuan lebih tinggi /kontribusi terhadap dunia); Kebanyakan orang merasa menjadi bagian atau terhubung dengan sesuatu sistem yang lebih besar, lebih tinggi dan lebih mulia dibanding diri mereka masing-masing. Maka dari itu, level ini terkait dengan tujuan besar Anda, bahkan hidup Anda sesudah mati, yang mensinspirasi cara berfikir, berperilaku dan perbuatan apa yang harus Anda berikan pada masyarakat dan dunia.

Para CEO berkelas dunia, ataupun ilmuwan top yang sudah mencapai level ini, biasanya justru mampu menghasilkan kinerja yang spektakuler, sehingga mendatangkan keberlimpahan kekayaan di bidangnya ataupun karya-karya mengagumkan sehingga meraih nobel dan lain-lain. Pada orang-orang biasa seperti kita, bisa juga merasakan bahwa berfikir dan bertindak pada level spiritual akan berakhir secara membahagiakan.

Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengukur bahwa strategi berfikir kita semakin efektif?

Caranya mudah, pastikan bahwa dari waktu kewaktu, level neurologis Anda semakin meningkat menuju ke level yang tertinggi. Maka buatlah sebuah time line. Jika Anda merasa menghadapi kendala pada salah satu level yang membuat pikiran Anda tersabotase, sehingga tidak efektif, maka lakukan backtracking pada level itu. Temukan konfliknya seperti apa? Jika Anda berhasil mengatasinya, kembalilah ke level Anda yang sekarang.

Back Tracking adalah melakukan pemaknaan ulang atas konflik yang terjadi di masa lalu, dengan menghadirkan diri kita yang sekarang.

Misalkan Anda pernah mengalami konflik pada masa lalu, saat Anda masih berada pada level lingkungan, kemudian Anda sekarang hadir secara dissociated sebagai pribadi yang sudah pada level identitas. Buatlah time line. Kemudian mundurlah Anda ke tahun dimana Anda menghadapi konflik. Lalu visualkan seolah-olah Anda memberikan pertimbangan-pertimbangan ataupun saran untuk mengatasi konflik yang Anda alami pada masa itu.

Selamat mencoba.

Tags: ,

No Responses to “Berfikir & Bertindak Efektif Dengan NLL, Trainer Amir Faisal 08157698288”

Leave a Reply