Temukan Gunung Es Anda Bag 2, Trainer NLP Amir Faisal, 08157698288

blog on December 8th, 2017 No Comments

Marshall Sylver, seorang konsultan bisnis dan pembicara tersohor di Amerika. Portfolio yang bisa dicapainya, selain menjadi konsultan SDM di berbagai perusahaan raksasa di Amerika, juga menjadi coach di Pentagon dan kantor pemerintah Amerika lainnya.

Dia lebih sering menggunakan helikopter untuk menuju tempat pekerjaannya ketimbang Rolls-roycenya, sementara sekretarisnya setiap hari menskedul rumah makan mewah bakal tempat makan siangnya bersama sang isteri atau meeting dinner dengan para klien dan para tamunya. Dia tinggal di rumah mewah yang menghadap ke lautan dan memiliki kolam renang di atap rumah. Dirumah dia memiliki suit room yang fasilitasnya belum ada di hotel berbintang lima manapun waktu itu. Atap kamarnya bisa dibuka secara open roof yang dibawah atapnya terdapat kubah kaca raksasa.

Padahal masa kecil Sylver hidup dalam kemiskinan. Gambaran kemiskinan yang sering diceriterakan dalam seminar-seminarnya, bahwa dia hidup bersama tiga bersaudara di daerah kumuh Michigan. Ketika sudah tidak sanggup membayar sewa rumah, maka ibunya membeli sebuah mobil canvas yang disopirinya sendiri.

Walaupun hidup dalam kemiskinan, ibunya tetap mengajarkan pada anak-anaknya untuk berbagi. Suatu kali mobilnya parkir di sebuah tempat, didapatinya seorang lelaki tua yang mobilnya mogok di tengah jalan karena kehabisan bensin. Diantarkannya lelaki yang sebelumnya tidak pernah dikenalnya itu ke pom bensin. Sesampai disana dilihatnya lelaki itu membeli bensin hanya seliter dua liter, yang tidak mungkin cukup untuk mengisi tangki, itupun lelaki itu membayarnya dengan uang receh. Maka perempuan tangguh dan baik hati itu bergegas meminta kepada penjual untuk memenuhi jerigennya, dan dia yang membayarnya. Hal yang paling dia ingat adalah pesan ibunya yang selalu diulang-ulang, “Janganlah kalian berhenti untuk berharap, karena Tuhan pasti akan mendengarnya.”

Pesan ibunya itu kelak menjadi salah satu prinsip hidupnya, yang disebutnya sebagai kaidah pikiran, yang membuat Sylver berhasil menemukan The Iceberg (gunung es)nya, yaitu sebagai berikut :

Kaidah Pikiran 1
“Apa yang diharapkan cenderung terjadi”

Banyak orang yang gagal memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan hidup dikarenakan tidak paham dengan apa yang diharapkannya itu. Mereka tidak paham, apa yang dimaksud dengan “harapan”? Banyak yang menyamakannya dengan “keinginan,” padahal yang akan terjadi bukanlah apa yang kita inginkan, melainkan apa yang kita harapkan. Sebagian besar orang, memang tidak begitu memperhatikan perbedaan esensial dari kedua kata itu.

Oleh karenanya, dikemudian hari setelah mereka benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya – acapkali kebahagiaannya justru semakin berkurang, bahkan lama kelamaan bisa menjadi hilang. Kenapa? Karena mereka dalam pikiran dan angan-angannya, memberikan syarat berdasarkan apa yang diinginkannya. Padahal sesungguhnya, jauh di dalam bawah sadarnya ia sebenarnya lebih mengharapkan kebahagiaan.

Itulah sebabnya,

lebih banyak orang yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup, karena sebagian besar hal-hal yang mereka impikan itu hanyalah sejumlah besar daftar keinginan – dan bukannya apa yang benar-benar mereka harapkan.

Kaidah Pikiran 2
“Imaginasi lebih ampuh dari pengetahuan”

Pengertian imajinasi secara umum, adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Gambaran citra yang dimengerti sebagai sesuatu yang bisa dilihat oleh “mata batin”

Kaidah Pikiran yang kedua ini merupakan kata bijak yang pernah diucapkan oleh Albert Einstein. Dia menjelaskan lebih lanjut, “Imajinasi jauh lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Sedangkan imajinasi akan membawa Anda kemana-mana.

Einstein mempunyai “penyakit” bawaan sejak kecil, yaitu tidak bisa berhenti berfikir dan berimaginasi, tetapi justru itulah yang membuat dia menjadi hebat. Pemicu kehebatan Einstein lainnya adalah kesukaannya “bermimpi”, ia membayangkan dirinya bisa mengendarai cahaya, atau menembus waktu, dimana impian itu memotivasi passion nya untuk terus berupaya memecahkan misteri alam semesta serta membuatnya berjasa memberikan dasar-dasar bagi pengembangan sain dimasa mendatang.

Kaidah Pikiran 3
“Semakin sedikit usaha pikiran sadar semakin kuat respon pikiran bawah sadar”

Jika suatu hari Anda kesulitan tidur. Sudah berulang kali berganti posisi dan membolak-balik bahkan menutup wajah dengan bantal tetap tidak dapat terlelap, maka satu-satunya saran yang tepat bagi Anda adalah berhentilah berfikir keras bagaimana caranya supaya bisa tidur. Sebab semakin Anda berfikir, apalagi ditambah dengan kekhawatiran besok pagi akan diganggu rasa kantuk saat bekerja, maka kesulitan Anda justru akan bertambah. Semakin Anda terfokus pada tidur, semakin sulit Anda terlelap. Semakin Anda memikirkan tidur, akan semakin sering Anda berguling-guling di tempat tidur.

Kunci untuk bisa tidur di malam hari adalah meyakinkan diri Anda bahwa tidak ada resiko apapun akibat tidur yang kurang, atau dengan kata lain bersikap siap dan berani menghadapi resiko, yaitu bekerja dengan istirahat yang tidak cukup. Anehnya, begitu Anda bersikap pasrah, dalam tempo singkat Anda akan tertidur lelap.

Kita bisa menyaksikan bahwa orang-orang hebat pada umumnya justru tidak banyak mengeksploitasi pikiran dan membuat banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan, melainkan mereka lebih menfokuskan diri pada sejumlah tindakan-tindakan nyata ataupun solusi, tetapi hal itu benar-benar didasari oleh pandangan yang visioner melalui mata batin dan diyakini akan membawa hasil atau manfaat, bahkan terkadang tindakan itu bersifat gila-gilaan.

Kaidah Pikiran 4
“Diri kita akan menghasilkan apa yang diyakini oleh pikiran kita”
Setiap fungsi tubuh dikendalikan oleh proses pikiran dan suatu keyakinan emosional akan menghasilkan perubahan-perubahan. Dan semakin kita menfokuskan pada sesuatu, semakin besar itu bisa terjadi secara organis. Sebagai contoh kegelisahan mental akan menimbulkan gangguan kesehatan. Sebaliknya jika kita yakin tidak terjadi sesuatu maka biasanya juga tidak akan terjadi.

Kaidah Pikiran 5
“Pikiran akan bergerak ke arah gagasan yang dominan”

Inilah gunanya visi ataupun impian dalam hidup, karena ia akan mengarahkan kita untuk selalu menfokuskan diri pada gagasan yang paling dominan dan bisa membantu kita untuk “melihat” hal-hal yang tadinya tidak terlihat atau ketika tiba-tiba kita melihatnya, kita sering menganggapnya sebagai sebuah keajaiban, padahal itu sebenarnya hasil dari gagasan kita sendiri yang telah kita program sebelumnya.

Ketika seorang yang visioner bekerja dengan penuh passion dan terus berfokus untuk melakukan tindakan-tindakan yang sudah digagas lama dalam impiannya itu, maka seakan-akan ia bisa melihat banyak keajaiban, yang sebenarnya adalah hasil pikirannya sendiri yang terus bergerak sesuai dengan gagasannya itu.

Orang seperti itu juga selalu dapat menunjukkan kapabilitas dan performa yang tinggi dan sempurna karena ia selalu berusaha memperbaiki dan berusaha terus menyempurnakan gagasannya agar dapat diterima oleh orang lain, bahkan ketika sudah mendapat respon positip sekalipun, ia terus berusaha memperbaikinya, lantaran hanya dia sendiri yang tahu dimana letak kelemahannya, padahal orang lain sudah cukup terkagum-kagum.

Kaidah Pikiran 6
“Setiap program akan membuka jalan pada program berikutnya”

Ada pepatah mengatakan,”Kemenangan kecil akan mengantarkan pada kemenangan yang lebih besar. Komitmen terbatas membawa kepada komitmen yang lebih luas.” Semua hal yang kita tangani akan terus bergerak maju semakin menemukan bentuknya yang sempurna, membentuk habit dan akhirnya membentuk keyakinan-keyakinan. Keberhasilan-keberhasilan akan merangsang pencapaian kesuksesan yang baru.

Bila Anda telah mulai merasakan peningkatan kemampuan untuk melaksanakan program baru maka program berikutnya akan menjadi lebih mudah. Dalam perjuangan memanajemeni perubahan, dimana Anda telah merasakan, bahwa ternyata membuat sebuah habit baru itu begitu mudah, maka Anda akan menemukan bahwa membuat habit-habit lainnya tentu juga akan mudah. Tak terasa sebenarnya Anda sudah menerapkan pemrograman ulang pikiran bawah sadar, dan ketika Anda sudah memahami dan mampu menerapkan prinsip-prinsip perubahan dalam hidup Anda, sebenarnya Anda telah menguasai sebuah teknologi perubahan. Sebuah strategi perubahan yang praktis dan aplikable yang berlaku dalam semua hal serta akan menghasilkan kesuksesan yang sama jika Anda terapkan dengan strategi dan pada case yang sama.

Hal tersebut disebabkan pre supposisi dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) :

  • Orang mempunyai segala sumber ( dari dalam diri mereka sendiri) yang mereka butuhkan.
  • Setiap orang sudah berfungsi dengan sempurna

Pra anggapan ini menunjukkan bahwa Anda juga mempunyai gunung es dalam diri Anda, yang mana 6 kaidah pikiran tersebut diatas akan menjadi energi yang cukup bagi Anda untuk meng-coach diri Anda sendiri, sebab sebagaimana yang dikatakan oleh William James bahwa sumber transformasi itu hakekatnya berasal dari inner kita sendiri. Oleh karena itu dalam melakukan self waking hypnosis, “mainkanlah” inner game Anda sebaik mungkin. Angkat esteem dan atur state, supaya Anda benar-benar bisa mengeskplor unconscious mind Anda yang merupakan “tenaga dalam” Anda sendiri.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “Temukan Gunung Es Anda Bag 2, Trainer NLP Amir Faisal, 08157698288”

Leave a Reply