NLP Gratis 19, Self Hypnosis, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 19th, 2018 No Comments

Banyak orang yang mampu melakukan perubahan dalam hidupnya hanya karena kegigihannya untuk membiasakan sesuatu hingga menjadi sebuah habit baru. Misalnya, melakukan gaya hidup yang sehat dan konstruktif, tidak merokok, tidak minum alkohol, makan dan istirahat secara teratur, berfikir positip dan seterusnya.

Perubahan bisa juga disebabkan oleh hal-hal yang tak mungkin dihindari, misalnya harus berpindah tempat tinggal dari tempat semula yang hanya beberapa blok dari tempat kerja ke tempat yang berada jauh di pinggiran kota. Maka mau tidak mau kita akan mengubah kebiasaan kegiatan kita diwaktu pagi. Dari yang biasanya bisa mempersiapkan diri secara lebih santai, bahkan sempat melakukan olah raga pagi. Sekarang setiap pagi kita harus mempersiapkan jadwal yang lebih ketat. Kegiatan olah raga pagipun hanya bisa kita lakukan setiap Sabtu atau Minggu. Namun demikian begitu perubahan itu kita jalani, maka dalam waktu sebulan dua bulan, akhirnya ia menjadi sebuah kegiatan yang biasa-biasa saja, seperti sebelum kita berpindah.

Pertanyaannya adalah, jika perubahan itu sudah naluriah manusia dan berubah adalah sesederhana membuat kebiasaan-kebiasaan baru, kenapa kita tidak membuat program yang lebih terencana mulai dari hal-hal yang kecil, sekarang ini juga, tanpa harus menunggu, perubahan itu terlanjur menjadi suatu kewajiban?, misalnya berhenti merokok setelah dinasehati dokter karena terindikasi sakit jantung, paru-paru atau gejala stroke. Membiasakan bangun pagi dan berolah raga setelah sempat opname di Rumah Sakit. Meninggalkan kebiasaan hidup mewah dan berpola hidup sederhana setelah mengalami kebangkrutan. Hingga mengubah atau memperbaiki sikap pada isteri / suami ketika nyaris terjadi perceraian. Mulai memperhatikan keluarga setelah anaknya tertimpa kasus Narkoba. Bertobat dan mulai menekuni agama setelah dipenjara dan seterusnya.

Langkah-langkah Perubahan

Langkah-langkah dibawah ini dapat Anda lakukan secara mandiri, tanpa memerlukan Coach ataupun Trainer, yaitu sebagai berikut :

Satu, Mensugesti diri; Marilah kita evaluasi diri kita sebelum beranjak untuk bangun tidur. Betapa kuatnya sugesti terhadap diri kita atas nikmatnya ranjang, selimut dan bantal. Sehingga menyibakkan selimut, mengangkat kepala dan tubuh, beringsut ke tepi tempat tidur kemudian bangkit berdiri serta berjalan ke kamar mandi bagaikan perjalanan yang sangat jauh dan mendaki. Ataupun sugesti asap tembakau berselang-seling dengan hirupan kopi panas telah mengalahkan pikiran para pecandu rokok, sehingga menjadi tidak kritis akan ancaman bahaya nikotin di sepanjang jalur pernafasan hingga jantungnya, bahkan paru-paru orang-orang yang mereka sayangi yang kebetulan berada di dekatnya.

Betapa kuatnya sugesti yang menarik diri kita untuk segera memegang smarth phone, begitu punya waktu luang, baik sebelum tidur, begitu bangun tidur, pada saat rapat, hingga saat berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi.
Bagi orang-orang yang hidup dan bekerja di kota-kota besar, setiap hari di jalan raya berhadapan dengan masalah kemacetan lalu lintas. Sekurang-kurangnya kita memerlukan waktu satu hingga dua jam untuk bisa mencapai kantor serta menghabiskan hampir separuh energi yang kita butuhkan dalam sehari. Fakta kemacetan di kota-kota besar telah mensugesti kita sedemikian rupa sehingga mengalahkan pikiran kita, seakan-akan itu merupakan fenomena yang tak mungkin diubah. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali pasrah serta menyalahkan situasi dan kondisi, sambil sesekali menyumpahi pengguna jalan lain yang main serobot seenaknya. Padahal kalau kita mau berfikir cerdas, bukankah jikalau satuan tempat (baca jalan) tidak dapat diubah, satuan waktunya dapat kita kelola dengan mudah? Kita bisa berangkat ke kantor lebih pagi.

Disepanjang hidup, kita telah belajar menerima sugesti secara tidak kritis dari mana saja. Media dan berbagai bentuk iklan telah memprogram pikiran dan gagasan-gagasan serta gaya hidup kita kedalam pikiran bawah sadar kita selama bertahun-tahun. Orang-orang dibayar jutaan dolar untuk menemukan cara-cara memasuki pikiran kita (baca : konsumen) demi mendapatkan keuntungan. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka merespon sugesti-sugesti yang diberikan oleh orang lain setiap hari dalam hidup mereka. Iklan, performansi orang-orang, peristiwa-peristiwa hidup, masalah, kesulitan, kekacauan yang terjadi di sekeliling kita, semua membentuk program-program dalam pikiran kita yang menjadi landasan kita dalam bertindak.

Tetapi Anda jangan lupa bahwa tanpa Anda sadari, Andapun setiap hari selain mensugesti diri sendiri juga men sugesti orang lain agar memberi apa yang kita inginkan, misal sebagai orang tua menggunakannya kepada anak-anaknya, pimpinan pada bawahannya, kepada teman dan seterusnya.

Jika kita mampu mensugesti diri kita betapa nikmatnya bermalas-malasan waktu bangun pagi, chatting atau ber medsos ria sambil minum kopi dan menghisap rokok, pertanyaannya, kenapa kita tidak melakukan sugesti terhadap diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan lain yang lebih konstruktif dan bermanfaat?

Anda sebenarnya bisa menciptakan program-program baru yang merupakan kebalikan dari program-program tadi kedalam pikiran Anda untuk mensugesti diri sendiri, misal, betapa nikmatnya bangun pagi-pagi sekali, langsung melompat dari ranjang, jangan perdulikan HP Anda, lalu menghirup udara yang bersih sambil melakukan gerakan-gerakan peregangan atau senam ringan, hingga semua kepenatan yang telah dihilangkan dengan tidur semalaman disempurnakan menjadi sebuah kebugaran dan gairah pagi yang penuh stamina. Selain itu Anda bisa menciptakan sugesti, betapa nyamannya kalau memiliki waktu yang lebih leluasa untuk mempersiapkan segalanya di pagi hari ataupun berlomba untuk berangkat lebih pagi dibanding pemakai jalan lain yang mungkin masih bermalas-malasan dirumah.

Dua, Membongkar pola lama dan menciptakan New Habit; Terdapat dua naluri dasar manusia, yaitu mencari kenikmatan atau kenyamanan dan menghindari kesulitan atau masalah. Apa saja yang kita biasakan dalam hidup kita, seburuk apapun, akan menciptakan kenyamanan hingga ketagihan. Banyak kebiasaan buruk lain dalam hidup ini selain merokok dan minum alkohol yang membuat kita merasa nyaman dan kemudian ketagihan, mulai dari yang ringan-ringan – seperti mengobrol berjam-jam, bersantai dan bermalas-malasan, keluar masuk Mall dan Supermarket, berbelanja mengikuti nafsu konsumtif, memboroskan uang atau makan secara berlebihan demi memanjakan lidah dan perut, makanan yang mengandung kadar gula atau lemak yang tinggi – hingga kebiasaan buruk seperti berselingkuh menikmati libido.

Saya tidak melarang Anda untuk menikmati hidup. Itu sepenuhnya hak pribadi Anda. Tetapi saya hanya menyarankan supaya berhati-hati agar semua dorongan-dorongan naluriah kita itu tidak menyebabkan kerugian secara fisik maupun psikologis dimasa mendatang. Kerugian fisik yang dimaksud misalnya terganggunya kesehatan karena banyaknya timbunan gula dan kolesterol dalam darah akibat hobbi makan secara berlebihan. Kebiasaan memboroskan uang yang akan menjadi masalah ketika situasi ekonomi kita tiba-tiba memburuk. Kebiasaan membuang-buang waktu secara tidak produktif juga akan dirasakan dampaknya saat kita dihadapkan pada situasi yang mendesak. Karena waktu yang kita miliki sekarang ini merupakan “hutang” yang harus dibayar pada saat-saat kritis dan mendesak. Atau perselingkuhan yang bisa memisahkan kita dengan orang-orang yang sesungguhnya sangat kita cintai dan impikan dalam membangun surga di rumah kita.

Anda tentu tahu, bahwa naluri bukanlah harus selalu dituruti. Selain naluri, kita juga dianugerahi pikiran untuk memutuskan mana yang benar dan tidak benar, apa yang baik dan apa yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang mubadzir. Selama pikiran bisa berfungsi optimal, maka dengan mudah naluri dapat dikendalikan. Naluri akan mendorong perilaku dan perilaku menciptakan habit. Mahatma Gandhi pernah mengatakan, “Hati-hatlah dengan ucapanmu, karena bisa jadi itu merupakan (ekspresi) perilakumu. Hati-hati dengan perilakumu, karena bisa jadi ia akan menjadi habitmu dan hati-hatilah dengan habitmu, karena bisa jadi itulah hidupmu.”
Jika naluri dapat mendorong perilaku yang tidak konstruktif yang kemudian bisa membentuk pola tertentu, maka ia seharusnya segera dibongkar sebelum berubah menjadi sebuah habit. Cara membongkar pola lama yang buruk dapat dilakukan dengan menanamkan sebuah kebiasaan baru yang lebih menarik dan menantang, misalnya kesukaan mengobrol bisa diganti dengan bergabung dengan kelompok-kelompok diskusi. Kesukaan bersantai dan bermalas-malasan ditambahi dengan sambil belajar membaca buku. Mulailah dengan easy steps, misalnya Anda bukan tipe orang idealis, tentunya jangan memasuki kelompok diskusi yang serius, atau kalau memilih buku untuk dibaca bisa dimulai dengan buku-buku ringan yang sesuai dengan kesukaan Anda.

Pepatah mengatakan, “Kemenangan yang diperoleh secara tiba-tiba biasanya tidak bertahan lama”, oleh karena itu raihlah kemenangan (untuk mengalahkan diri sendiri) dengan cara bertahap, yang penting level tantangannya makin hari semakin ditingkatkan.
Membongkar habit lama juga bisa dilakukan dengan menjauhi pergaulan negatip yang menyebabkan kita jadi kesengsem, kepada pergaulan dengan orang-orang yang punya perilaku dan pola pikir positip dan konstruktif. Menurut penelitian, lingkungan sangat menentukan perilaku dan habit kita. Itulah kenapa kita sebaiknya hati-hati memilih lingkungan kerja dan lingkaran pergaulan.

Ada juga orang yang saking penginnya berubah, maka ia melakukan punishment pada dirinya sendiri, misalnya kalau sampai ia kedapatan merokok lagi, maka ia akan bersedekah dengan jumlah yang cukup besar. Atau kalau ia sampai bangun kesiangan, sepulang dari kerja nanti ia akan membersihkan kamar mandi dan WC dan seterusnya.

Tiga, Menikmati Habit baru;
Pada awalnya semua hal yang belum terbiasa terasa tidak menyenangkan serta membosankan. Tetapi kalau dibiasakan, lama-lama akan menjadi menyenangkan, bahkan ketagihan. Mungkin awalnya Anda akan mengatakan, “Saya tidak suka membaca buku!.” Kata “tidak suka” disitu kalau diterjemahkan dalam bahasa pikiran, sama dengan, “Hormon serotonin saya tidak berfungsi ketika saya membuka halaman demi halaman buku!” Jadi masalahnya adalah bagaimana membuat supaya otak yang tadinya tidak welcome dengan tulisan, angka dan gambar bisa bekerja dan menstimulir serotonin supaya bekerja, sehingga buku itu yang tadinya membosankan menjadi menyenangkan untuk dibaca.

Secara logika, merokok adalah suatu tindakan naluriah yang “menyerang” sel otak, jantung, paru-paru, bahkan kesuburan, tapi toh otak akhirnya mempersilahkannya dengan senang hati. Nikotin yang tadinya mengancam otak, menjadi “dirindui” oleh otak. Kenapa bisa demikian ? Menurut penelitian, otak akan segera menyesuaikan diri, bahkan akhirnya akan menyukai hingga ketagihan terhadap apa saja diinputkan berulang-ulang, apalagi disertai oleh fantasi tertentu.

Sebagaimana disebutkan diatas, perusahaan mengeluarkan biaya milyaran untuk menciptakan fantasi atas sebuah produk, misalnya rokok tidak pernah di tawarkan sebagai tembakau bakar, tetapi sebuah fantasi kesuksesan, kejantanan dan kenyamanan, sebagaimana sampo tidak pernah diiklankan sebagai deterjen pencuci rambut, melainkan aura kecantikan dan seterusnya. Oleh karenanya begitu fantasi itu masuk ke dalam otak, maka rasa rokok yang tadinya pahit dan panas itu lama kelamaan bisa hilang serta berubah menjadi suasana rasa yang menyenangkan. Saat itulah serotonin bekerja. Stimulan serotonin yang diulang-ulang akan mendorong hormon endorfin yang kemudian membuat semuanya menjadi perasaan yang sangat asyik dan menagihi.

Ini sekedar analog untuk memahami kinerja otak dalam rangka membangun habit baru. Kalau merokok yang bisa meracuni tubuh saja bisa membuat kita ketagihan, maka aktifitas lain yang lebih menyehatkan otak tentunya lebih bisa dibuat menyenangkan dan menagihi untuk terus dilakukan. Masalahnya maukah kita menciptakan habit baru dengan cara membiasakan terus menerus dan tidak berhenti sebelum otak menyukainya ?

Jika pada awalnya rokok bisa mensugesti kita karena fantasi dalam bentuk iklan, maka habit baru yang akan kita bangunpun, tidak ada salahnya kalau kita bangun dengan fantasi-fantasi juga, dengan konteks yang tepat. Mulailah membaca buku-buku tentang kesehatan, mempelajari hal- hal yang bermanfaat ataupun yang bisa mengancam tubuh kita, kemudian pada saat berolahraga pagi, kita remind lagi informasi itu, disertai rasa syukur bahwa Anda telah meninggalkan cara hidup yang bodoh di masa lalu, yaitu kebiasaan pulang larut malam di tempat-tempat penjaja minuman beralkohol, dan bangun kesiangan sehingga tidak sempat berolah raga. Bisa juga membaca buku-buku tentang bahaya merokok dan minum alkohol. Supaya joging di pagi hari bertambah nyaman dan indah disarankan pula membawa “walkman” yang melantunkan musik-musik kesukaan Anda.

Praktekkan 2 langkah diatas mulai hari ini, maka Anda akan terkejut melihat hasilnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Responses to “NLP Gratis 19, Self Hypnosis, Trainer Amir Faisal 08157698288”

Leave a Reply