Conflict of Interest Capres Caleg? Tidak Usah Bingung. Ini Solusinya Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on November 15th, 2018 No Comments

 

Banyak calon anggota legislatif (caleg) yang melakukan Strategi Politik Dua Kaki pada Pemilihan Umum Serentak 2019, terutama mereka yang berada di daerah yang memiliki perbedaan dukungan calon presiden-wakil presiden.

Mereka sepenuhnya tidak bisa disalahkan. Para Caleg adalah korban dari sistem pemilu yang dipaksakan oleh ambisi politik. Bahkan ada anekdot “Boleh siapa saja presiden nya, asal calegnya gua” menjadi hal lumrah di kalangan caleg. Mereka ada yang mengatakan, “Ditempat saya, konsituennya pendukung No 01. Kalau saya paksakan untuk mati-matian memperjuangkan Capres – Cawapres No 02, resikonya, saya malah gagal melenggang ke Senayan.

Atau sebaliknya, “Lumbung suara di daerah saya, didominasi oleh pendukung capres nomor urut 02. Secara terpaksa, saya harus bekerja sendiri untuk meraup suara tanpa mengampanyekan pasangan 01.”

APAKAH HARUS SE EKSTRIM ITU?

Pemilu serentak memang mengurangi gerak Caleg, sehingga menjadi kurang exiting dalam berkampanye. Mereka yang Dapil nya berada di zona Capres yang didukungnya saja, jika tidak cerdas, bisa brand nya sendiri kurang tergarap. Kalah pamor dengan calon RI1 dan RI2 nya, karena mereka lebih dikenal dan lebih diidolakan. Apalagi Caleg yang Dapil nya berada di zona lawan.

Sebaiknya untuk kedepannya, pemilu Capres dan Caleg diselenggarakan dalam waktu yang berbeda. Bukankah pemilu merupakan Pesta Demokrasi? Jadi tidak adil dong jika yang bersukacita cuman Paslon nya, sementara Calegnya pusing tujuh keliling dan stres?

Nasi sudah menjadi bubur, dan MK kayaknya gak begitu berselera untuk membatalkannya. Namun demikian para Caleg tidak usah berkecil hati. Masih banyak jalan menuju Roma. Masih banyak strategi yang bisa dilakukan jika Anda mau berfikir off the box.

Kita harus ingat bahwa dalam kontestasi Capres – Cawapres 2019 ini tidak semua konsituen sudah mempunyai pilihan yang mantab. Mereka yang masih ngambang atau masih pikir-pikir jumlahnya masih cukup besar untuk memberikan pada Anda satu kursi di DPR. Lagian untuk konsituen yang pilihan paslon nya sudah mantab, juga tidak mungkin Anda ubah-ubah lagi. Jadi ngapain dipikirin?

Pemilu kita menggunakan floating mass system,  atau sistem massa mengambang. Jadi semua kemungkinan masih bisa terjadi. Para Caleg juga bisa nembak para konsituen yang belum punya idola yang mantab pada pasangan Capres-Cawapres. Caranya :

  1. Perkuat Personal Brand Anda.
    Ingat, bahwa tidak semua konsituen berfikir linier (kecuali yang bener-bener fanatik). Mereka juga berfikir psikologis.Maksudnya, jika selama ini Anda sudah dikenal sebagai pribadi yang disukai oleh konsituen, dan Anda dipercaya bisa menjadi transformer di Dapil Anda maka percayalah, mereka tetap akan memilih Anda. Jadi semuanya kembali pada diri Anda. Oleh karenanya, perhebat kiprah Anda. Perkuat brand Anda dengan mengajukan gagasan-gagasan kreatif inovatif. Berikan konsep dan solusi atas problem yang sedang menjadi pikiran banyak orang. Berikan visi dan harapan pada mereka, dan yakinkan bahwa Andalah satu-satunya orang yang bisa mereka andalkan untuk meraih mimpi-mimpi mereka.
  2. Perluas Network Anda.
    Cara paling strategis dan efektif untuk meraup suara justru melalui berbagai jaringan non politik (kalau jaringan politik mah ibarat bermain dirumah Anda sendiri), baik offline maupun online. Dari pengamatan dan pengalaman bergabung di berbagai jaringan bisnis, pendidikan, dakwah, hobbi, alumni dan sebaginya, walaupun konsituen kita terbelah, kebanyakan mereka lebih suka tidak membicarakan politik, karena kuatir suasana menjadi rusak atau tidak nyaman. Nah disitulah peluang Anda untuk membangun personal branding Anda. Tetapi ingat, dalam kelompok, Anda jangan terlalu kelihatan ambisius, karena justru bisa kehilangan simpati dari mereka. Bermainlah dengan empatik, simpatik dan impresif. Jika sudah yakin, orang-orang dalam kelompok menyukai Anda, baru lakukan pendekatan pribadi. Sehingga dalam kelompok, Anda dianggap sebagai pribadi yang menyenangkan dan memberikan manfaat besar di kelompok.
  3. Perkuat Kompetensi, Spesialtis dan Ekspertise Anda.
    Pada era Milenial, ketiga hal itu menjadi idola masyarakat. Tunjukkan apa spesialtis Anda yang bisa berguna bagi masyarakat. Misal, yang paling populer selama ini adalah spesialisasi Dai, pendidik, ahli hukum. Tetapi sebenarnya masih banyak spesialisasi lain yang menarik. Misalnya di bidang kesehatan, perempuan dan anak. Dua juta anak stunting di Indonesia jelas membutuhkan seorang figur yang bisa menghandlenya. Bidang lainnya lagi adalah kewirausahaan. Para Caleg pengusaha pasti punya seribu akal untuk membuat konsep yang bisa disajikan pada 40 persen konsituen milenial yang bermimpi menjadi pengusaha sukses.

Pendeknya, jika para Caleg berfokus pada masalah kontradiksi Caleg-Capres, maka yang akan muncul adalah kebuntuan berfikir, yang akibatnya bisa patah semangat. Tetapi jika kita berfokus pada solusi, maka kita akan menjadi cerdas dan menemukan banyak peluang.

Kesempatan Anda tinggal 5 bulan. Waktunya tidak cukup jika menggunakan strategi kampanye biasa.

Para kandidat di negara maju menggunakan jasa Marketing Politik untuk membuat mereka berpenampilan impresif, dimana para Coach itu mengajarkan Trik-trik Waking Hypnosis dalam memengaruhi konsituennya.

Seperti apakah itu? 

Don’t Hesitate to Call me

Amir Faisal

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Memimpin Generasi Milenial Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on October 31st, 2018 No Comments

(Artikel untuk para pemimpin bisnis dan non bisnis, Guru, Dosen, dan orang tua).

Suatu hari jika Anda berkeliling mengunjungi kantor-kantor, perusahaan-perusahaan ataupun lembaga-lembaga pendidikan, setidaknya Anda akan menemukan tiga generasi yang aktif bekerja, yaitu generasi Baby Boomers yang lahir sebelum tahun 1965, Gen X yang lahir antara tahun 1965-1979 dan Gen Y atau sering disebut generasi Millennials, yang lahir antara tahun 1980-2000. Masing-masing generasi punya keunikan tersendiri, memiliki kelebihan dan kekurangan, yang bila tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan “generation gap” yang bisa merusak corporate culture yang sudah dibangun. Untuk itu para pemimpin perlu memahami fenomena tersebut.

Ketika mengikuti Coaching & Workshop Digital Marketing kelas Asia Tenggara, saya dapatkan data data yang sangat meyakinkan tentang berapa waktu yang dihabiskan oleh masing-masing generasi di internet. Hal itu telah menyebabkan terjadinya pergeseran tata nilai, perilaku dan cara berkomunikasi yang diakibatkan oleh penggunaan yang semakin massive peralatan teknologi digital terutama oleh generasi usia 45 tahun kebawah, atau yang disebut sebagai Gen Y dan Z, sehingga mau tidak mau kita perlu mengubah strategi kepemimpinan dalam organisasi bisnis, non bisnis dan pendidikan kita.

Jadi, era milenial menyebabkan perubahan perilaku positip, seperti : lebih kritis, melek teknologi, sadar akselerasi, haus ilmu pengetahuan, kreatif, transparans, menghargai kejujuran (membenci kebohongan), equality, apresiasi pada kompetensi dan ekspertise, serta semangat berkolaborasi, lebih peduli, suka publikasi dan sebagainya, dan sebaliknya menimbulkan ekses negatip, seperti : kurang memahami etika (subyektif menurut gen X), permisif, real social skill uncompetence, uncompetence on values n believing, serta cenderung liberal,dan tidak mau dikekang.

Setiap generasi tentu memiliki sisi positip dan negatif, dimana perilaku negatipnya bisa dieliminir, kemudian perilaku positipnya diimprove sehingga menghasilkan karakter dan keunggulan-keunggulan dalam karya yang kreatif innovative.

Kemudian, era digital menghadapkan kita pada dua kemungkinan. Pertama, kita menjadi korban, atau yang kedua, kita bisa mendapat manfaat, dan bahkan keuntungan –keuntungan komersial maupun non komersial. Siapapun Anda sudah pasti tidak ingin menjadi korban. Oleh karenanya lakukan langkah antisipatif supaya bisa mengambil manfaat dari era yang tidak mungkin dihindari yang telah secara massive masuk dalam kehidupan keluarga, pekerjaan dan bisnis kita itu.

Dalam keluarga aplikasi di smartphone, jika tidak dikelola dengan baik justru bisa mengancam eksistensi manusia itu sendiri. Sikap malas, egois, asyik hidup di dunia kita sendiri dan perilaku serba instant merupakan beberapa hal negatif yang melekat pada manusia yang hidup di era milenial ini.

Di lingkungan kantor dan perusahaan yang saat ini pekerjanya berasal dari generasi milenial, tentu saja juga perlu menyesuaikan dengan trend baru ini,dan bukan hanya perlatannya saja.
Oleh karena itu, siapapun Anda yang merasa diamanati menjadi pemimpin ataupun pendidik di era milenial ini, perlu mengubah dan mendevelop mindset kepemimpinannya dan melakukan antisipasi agar bisa mereduksi semua dampak negatif dan sebaliknya mampu mengoptimalkan semua potensi positip diatas.

Di bawah ini terdapat beberapa karakter dan tindakan antisipatif yang perlu kita lakukan.

Mendevelop mindset milenial
Dampak nyata akibat dari datangnya era digital ini adalah, era milenial telah mengubah perilaku dan cara berkomunikasi. Oleh karenanya para pemimpin bisnis dan non bisnis perlu untuk memiliki pola pikir baru sebagai berikut :

  • Menyesuaikan diri dengan Mindset baru; Dengan semakin banyaknya pengguna smartphone, maka akses komunikasi seolah sudah tidak bersekat lagi. Hierarkhi jabatan, ataupun kedudukan di masyarakat menjadi hilang. Dengan mudah seorang Abege mengkritik pejabat tinggi. Bahkan tekadang bisa langsung. Ruang pertemuan fisik beralih ke ruang pertemuan digital. (Saat ini pun sudah menjadi kewajaran jika seseorang memiliki lebih dari satu group di aplikasi WA ataupun Telegram). Pemimpin di era milenial perlu mengubah mindsetnya mengenai kewibawaan, dari membuat jarak, menjadi competitive advantage. Memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk menghadirkan proses kerja yang efisien dan efektif di lingkungan kerjanya. Misalnya dengan mengadakan rapat via WA ataupun Anywhere Pad, mengganti surat undangan tertulis dengan undangan via email ataupun Telegram, dan membagi product knowledge ke klien via WA.
    Jika seorang pemimpin tidak berupaya mendigitalisasi pekerjaannya di era saat ini, maka dia akan dianggap tidak adaptif oleh kliennya dan bahkan rekan kerjanya sendiri. Seperti yang dilansir oleh DDI (Development Dimensions International), mayoritas milenial leader menyukai sebuah perusahaan yang fleksibel terhadap jam kerja dan tempat mereka bekerja. Hal ini tentu saja disebabkan karena kecanggihan teknologi yang membuat orang bisa bekerja dimana saja dan kapan saja.
  • Bersikap egaliter dan menjadi pendengar yang baik; Pemimpin di era milenial harus bisa bersikap egaliter, tidak sok kuasa. Tidak boleh bertindak sebagai boss, melainkan menjadi leader, mentor, dan sahabat bagi anggota timnya, serta menjadi pendengar aktif yang baik bagi anggota tim. Apalagi jika mayoritas timnya adalah kaum milenial. Hal ini dikarenakan kaum milenial tumbuh beriringan dengan hadirnya media sosial yang membuat mereka ingin diakui eksistensinya dan didengar aspirasinya. Mereka akan sangat menghargai dan termotivasi jika diberikan kesempatan untuk berbicara, berekspresi, dan diakomodasi ide-idenya oleh perusahaan. Mereka haus akan ilmu pengetahuan, pengembangan diri dan menyukai untuk berbagi pengalaman.
    Disisi lain, mereka pun tidak ragu untuk melakukan otokritik, jika mereka merasakurang sependapat. Oleh karena itu alangkah baiknya supaya para pemimpin, in-group di media sosial milik mereka seperti Facebook, Instagram, dan Path. Apabila perusahaan kita mempunyai market segment kaum milenial, maka pendekatan yang sama bisa diterapkan untuk mendapatkan insight mereka. Dan ketika berinteraksi, jadilah bagian dari mereka seutuhnya.
  • Cerdas menangkap peluang; Pemimpin di era digital perlu jeli melihat peluangdan prospek bisnis, mengapersepsi gagasan dan mendiskusikannya dengan Tim, mengakomodirnya dengan sistem yang ada serta menfasilitasinya supaya peluang itu dapat ditangkap. Discontuinity yang seringkali dihindari, bisa diubah menjadi antisipatip untuk menemukan kemungkinanterbaik dari yang paling buruk. Uncertainty bisa berupa sistem manajemen, perubahan teknologi, maupun situasi pasar
  • Berani tampil beda; Masih banyak pemimpin yang takut melakukan transformasi dan mengubah kebiasaan orang-orang di sekitarnya. padahal jikasituasi dan kondisi buruk dibiarkan, akan menjadi menghambat perusahaan untuk maju. Seringkali tradisi di sebuah perusahaan membuat orang lebih suka membenarkan yang biasa daripada membiasakan yang benar. Ini adalah tantangan bagi para pemimpin milenial dalam mengubah kondisi tersebut dan menanamkan nilai bahwa berbeda itu boleh asalkan dengan perencanaan dan tujuan yang jelas.
    Oleh karena itu, untuk memberi contoh, pemimpin harus berani berbeda, baik dari cara berpikir, kebijakan, maupun penampilannya. Tentu perbedaan itu demi kebaikan tim dan perusahaan, misalnya membebaskan pakaian kerja tim yang semula berseragam menjadi pakaian semi formal agar menambah semangat bekerja mereka karena tampil keren di hadapan teman kantornya. Menekankan kepada tim bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing dan diberdayagunakan untuk kepentingan organisasi juga salah satu tugas dari pemimpin.
  • Pantang menyerah; Semua pemimpin harus memiliki sikap pantang menyerah. Apalagi memimpin generasi di era milenial yang lekat dengan sikap malas, manja, dan merasa paling benar sendiri. Pemimpin milenial wajib memiliki sikap positive thinking dan semangat tinggi dalam mengejar goals-nya. Hambatan yang muncul seperti kurangnya respect dari pegawai senior maupun junior harus bisa diatasi dengan sikap ulet dan menunjukkan kualitas diri. Kondisi persaingan kerja di era globalisasi harus memicu pemimpin untuk meningkatkan soft competence skillsnya, seperti kemampuan bernegosiasi, menginspirasi, dan critical thinking, dan hardskills-nya seperti membuat desain grafis dan berbahasa asing. Maka dari itu, wajib bagi pemimpin untuk menjadi sosok yang unbeatable yang memiliki kemampuan bangkit dari kegagalan dengan cepat dan pantang menyerah dalam menggapai tujuannya.
  • Penjaga moral; Jack Ma, kampiun digital berkelas dunia mengatakan bahwa teknologi dan sain dengan mudah dapat dikalahkan oleh komputer. Tetapi values dan nilai-nilai moral tidak bisa. Karena komputer tidak mengenalnya. Justru di era milenial dimana nilai-nilai moral semakin longgar, kejahatan semakin canggih, penghargaan manusia sebagai human being semakin menurun, maka para pemimpin perlu menginspirasi dan menanamkan nilai-nilai keluhuran, kemuliaan dan kemanusiaan pada para anggotanya. Tentu saja harus disertai contoh-contoh tauladan yang kongkrit. Mengingat karena era digital adalah era transparansi, maka perilaku pemimpin bisa diamati selama 24 jam.

Membangun Kepemimpinan yang antisipatif

Antisipasi untuk menghadapi era digital menurut Renald Kasali adalah membangun awareness dan meningkatkan kemampuan strategis untuk membaca “where we are” dan “where we are going to”.

Menurutnya, era ini sekurang-kurangnya telah mengubah 3 hal : Bergesernya owning menjadi sharing dalam kegiatan ekonomi, time liniear menjadi real time, suplay demand tunggal menjadi suplay demand jejaring.

Jack Ma tidak perlu memiliki (owning) Mall di berbagai negara, tidak perlu punya gudang untuk menyimpan barang, armada untuk mendistribusi, dan tidak perlu merekrut ribuan tenaga kerja untuk menjajakan barang yang bernilai ratusan trilyun, tetapi cukup membangun Startup. Begitu juga yang dilakukan oleh Grab yang tidak perlu membeli mobil dan menggaji sopir beserta asuransinya.Traveloka bisa menjual kamar dan transportasi tanpa memiliki properti dan seterusnya. Oleh karenanya, kepemimpinan yang diibutuhkan adalah kepemimpinan kolaboratif yang mampu menjaring network seluas-luasnya untuk diajak sharing, bukan kepemimpinan yang monopolistis.

Implikasi berikutnya adalah semua unit-unit jejaring perlu membangun sistem produksi yang ekspert serta delivery yang cepat dan andal. Sebab market place membutuhkan produk atau jasa yang real time dan on demand serta berkualitas baik, yang mana hal ini dituntut kepemimpinan yang memiliki skill untuk membangun korporasi yang memiliki competitive advantage.

Kemudian yang ketiga, semua prinsipal perlu menyadari bahwa produk / jasa sejenis sama-sama mensuplai satu market yang sama, sehingga deferensiasi produk oleh konsumen hanya bisa dibedakan melalui values dan impresi iklan. Untuk itu kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang aware akan values yang menjadi idola masyarakat, dan kemampuan mengkomunikasikan produk dan jasa secara persuasif.

Organisasi non bisnis seperti lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah, mau tidak mau perlu menyesuaikan strategi kepemimpinannya seperti tiga hal yang telah disebutkan diatas, jika tidak ingin terdisrupsi oleh zaman digital ini. Sebab dalam perspektif bisnis, ketiga lembaga ini kategorinya sama dengan korporasi jasa.

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/semut-mengalahkan-gajah-ii

Amir Faisal

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Skill Menjual di Era Milenial Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on October 3rd, 2018 No Comments

Latarbelakang
Era Milenial menciptakan tantangan di bidang Marketing. Perusahaan yang bisa mengantisipasi dan mengambil peluangnya justru bisa bertumbuh lebih cepat, jika segera melakukan product repositioning melalui direct market ala Amazon atau melalui Market place dan e-commerce.

Product repositioning itu perlu diikuti dengan strategi Marketing Booster yang dimulai dengan :
(1) Terus melakukan Riset dan pengembangan produk sehingga perusahaan dianggap expertise di bidangnya sehingga menjadi Branding.
(2) Membangun competitive advantage, yaitu kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.

Untuk marketing jasa ataupun investasi, permasalahannya lebih kompleks. Produk ini tidak bisa disampling. Misalnya, biro perjalanan dan wisata, perbankan dan asuransi, jasa konsultasi, pengiriman barang, kontrak kerjasama jangka panjang, hingga sosialisasi program pemerintah, dan lain sebagainya.

Sehingga untuk itu para para Salesperson perlu dipersiapkan agar memiliki skill menjual yang bersifat konseptual.

Tujuan Pelatihan
Tujuan dari Pelatihan Selling Skill sendiri adalah agar para sales person dapat memiliki pemahaman dan ketrampilan mengenai cara-cara professional menjual sesuai dengan karakteristik produk dan jasanya. Jika perusahaan, melalui gugus Sales personnya bisa memastikan produk / jasanya diminati oleh Millennial Market, tahap berikutnya adalah memastikan konsistensi dari proses ini, sehingga tren penjualan terus mengalami kenaikan.

Tentu saja pelatihan ini harus ditindaklanjuti dengan evaluasi secara berkala terhadap gugus sales Person Anda, yang dipimpin oleh Sales Leader. Oleh karenanya Sales leader perlu menguasai teknik membimbing dan menjadi mentor untuk sales persons junior ataupun yang baru.

Pelatihan ini juga membekali para sales person dengan dasar-dasar menjual yang mantap, agar dapat meningkatkan kemampuan menjual dengan cepat. Memiliki rasa percaya diri, mampu berkomunikasi dengan semua orang secara tepat, mampu membangun network, mampu melakukan setiap proses menjual hingga menghasilkan penjualan atau “Closing”.

Para sales person adalah ujung tombak perusahaan karena mereka berhadapan langsung dengan pelanggan dan menghasilkan penjualan. Kemampuan menjual perlu selalu ditingkatkan agar terus berkembang mengikuti perkembangan bisnis yang semakin kompetitif.

Manfaat Pelatihan

  • Peserta bisa memahami konsep, sikap, perilaku, teknis dan langkah-langkah yang dituntut dalam menjual di era Milenial.
  • Peserta bisa menguasai lingkungan penjualan dan pemasaran, serta bisa membangun relationship dan network ( lihat gambar diatas)
  • Peserta mendapatkan pembekalan menjadi leader bagi dirinya sendiri maupun menjadi mentor bagi para sales persons

Peserta Pelatihan

  1. Sales person
  2. Sales Supervisor
  3. Sales Manager
  4. BOD
  5. Owner / pemilik perusahaan
  6. Customer Service

Materi Pelatihan

  1. Technopreneurship
  2. Develop Mindset & Win Competitive Chalenges
    In Millennium era
  3. Relationship & Networking
  4. The Role of Salesperson ( 4 Offline)
  5. The Persuassive Selling Process (Workshop

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Amankan Keluarga dan Komunitas Anda dari Bahaya Medsos dengan Belajar Hypnowriting, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on August 9th, 2018 No Comments


Skill Hypnowriting ditangan orang tidak bertanggungjawab bisa digunakan untuk memecahbelah dan mengadudomba anak bangsa melalui tulisan-tulisan dan meme di media sosial.

Sebaliknya ditangan pribadi yang bertanggungjawab dan memiliki pola pikir positif bisa untuk menangkalnya, bahkan bisa digunakan untuk membuat status, chat, postingan, artikel, blog yang memikat dan disukai netizen. Bisa juga digunakan untuk mempromosikan seseorang dimata publik (kampanye), untuk pendidikan, pencerahan dan dakwah.

Why?
Karena hypnowriting langsung menembus critical area pikiran manusia tanpa melalui pertimbangan otak cortex (otak pintar).

Apa yang dipelajari dikelas hypowriting?

  1. Membongkar mental block
  2. Belajar self hypnosis
  3. Membangun visi dan membuat outcome serta membangun passion menulis
  4. Mentransfer & mendelivery kata-kata dan tulisan berdasar cara kerja otak ( Brain Based Communication)
  5. Mentransfer & mendelivery kata-kata dan tulisan menggunakan Pattern of Hypnosis
  • Kelas Online :
    Coaching & Workshop via online secara intensif selama 5 x 10 jam (Senen –Jumat) selama 2 minggu
  • Asistensi intensif selama 2 bulan

Coach :
International Certified on NLP (Neuro Linguistic Programming), Persuasive Communication, dan Quantum Teaching serta penulis 13 buku terbitan Kompas Gramedia, Change Publishers, Farisma, dan Duta Publishing, beberapa diantaranya best seller.

Jika Anda ingin belajar NLP lebih intens,  bisa download buku dibawah ini :

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/menang-melawan-diri-sendiri

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

CLBK ? Segera Baca Ini Sebelum Keluarga Anda Hancur,Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on July 30th, 2018 No Comments

CLBK atau yang sering disebut Cinta Lama Bersemi Kembali belakangan ini sering terjadi seusai ada pesta-pesta atau pertemuan-pertemuan alumni sebuah lembaga pendidikan, yang mana dalam era digital ini menjadi semakin marak, karena para pasangan CLBK sesudah tukar menukar nomer HP, kemudian akan berlanjut dengan Japrian asyik, penuh bunga-bunga asmara.

Pasangan itu karena saking asyiknya japrian mesra, mungkin tak menyadari bahwa perubahan sikapnya itu diamati oleh rekan-rekan se kantornya. Mereka menjadi sering mojok dan senyam-senyum hingga berjam-jam. Di rumah, awalnya, isteri atau suami mereka tidak menyadari, tetapi lama-kelamaan mereka akan menaruh curiga juga, karena suami atau isteri mereka pada tengah malam sering keluar kamar, bukan untuk ke toilet, tetapi mojok dan berkencan via online.

Jika Anda sedang CLBK, sadarilah bahwa perilaku itu mempunyai resiko sedang hingga fatal. Tergantung dari kekuatan lembaga perkawinan yang telah Anda bangun. Jika CLBK terjadi pada saat rumah tangga Anda sedang dilanda krisis sangat mungkin berakhir dengan perceraian. Ataupun pasangan suami isteri ( Pasutri) itu habis bertengkar hebat, kemudian sang isteri merasa disakiti atau dikecewakan oleh suaminya, maka hubungan asmara sesaat itu bisa menjadi tempat pelarian yang paling sempurna. Begitu juga yang terjadi sebaliknya. Untuk Pasutri yang berhasil membangun landasan Agama yang kokoh relatif lebih selamat, karena mau tidak mau agama memberikan kontrol terhadap perilaku mereka. Sehingga CLBK tidak berlanjut sampai pada hubunngan perselingkuhan sexual.

Anda harus ingat, bahwa batas antara cinta dan benci itu hanya setipis kulit bawang. Hari ini Anda merasa jatuh cinta karena perlakuan khusus isteri / suami Anda, tetapi begitu melihat pasangan Anda berselingkuh, maka rasa cinta itu mendadak bisa berubah menjadi kebencian. Untuk itu dalam artikel ini disajikan saran dan solusi. Mungkin juga terapi, yang intinya agar Anda siap menghadapi dan kemudian bisa mengatasinya dengan selamat serta keluarga Anda bisa utuh kembali seperti sediakala.

UNTUK KORBAN PERSELINGKUHAN CLBK
Secara spontan Anda mungkin akan merasa sakit hati, marah, sedih, terpukul, terluka batin, yang bercampur aduk menjadi satu. Jika Anda mengalami hal itu, maka :

  1. Terimalah peristiwa itu, bagaimanapun pahit dan pedihnya adalah sesuatu yang telah terjadi. Tidak bisa diputar ulang dengan mengharapkan peristiwa yang sebaliknya. Tetapi yakinlah, itu tidak akan berlangsung lama, karena pasangan CLBK itu sebagaimana pasangan Anda sendiri pasti akan sadar dan kembali ke pangkuan suami / isteri masing-masing.
  2. Bertahanlah, dan sekuat mungkin menggunakan nalar ketimbang menuruti perasaan,demi tujuan yang lebih besar yaitu keutuhan keluarga Anda. Dan yang penting masa depan putera-puteri Anda. Yakinilah bahwa itu hanya bersifat sementara, karena pasangan Anda hanya sedang oleh terbuai mimpi kosong yang segera akan terbangun dan melihat kenyataan, apa perannya dalam keluarga.
  3. Jika pasangan Anda bertingkah laku aneh – seperti pulang kantor telat karena mencari tempat aman untuk japrian, malam hari bangun kemudian keluar kamar untuk berkencan japri, HP yang biasanya sembarangan ditaruh begitu saja sekarang disembunyiin (seandainya Anda berhasil “mencuri Hpnya sekalipun juga susah untuk mencari mana chatt dari si Doi karena suami akan menyamarkan dengan nama laki-laki dan isteri akan menyamarkan dengan nama perempuan pasangan selingkuhan masing-masing) – maka tetaplah bersikap cerdas. Anda tidak perlu mengadilinya,tetapi ajaklah dia berbicara dan mengaku dengan jujur apa yang telah terjadi. Katakan, bahwa Anda lebih suka menerima pengakuan jujur walaupun menyakitkan ketimbang dibohongi. Pelaku CLBK akan terus melakukan kebohongan terhadap isteri dan suami mereka.
  4. Jika pasangan Anda tidak mau mengakui, bahkan malah menyalahkan Anda sebagai penyebab dari perbuatannya. Anda mungkin akan dituduh terlalu sibuk, tidak peduli padanya, atau yang lain, katakan bahwa perselingkuhan dicela oleh seluruh agama ataupun bangsa manapun. Dan jika pasangan Anda tetap tidak bisa diajak berunding, katakan bahwa Anda akan melaporkan kejadian itu ke keluarganya.
  5. Anda tidak perlu membandingkan, seperti apa pacar CLBK nya dengan Anda. Berapa lama hubungan itu telah berlangsung, walau sangat besar rasa penasaran Anda. Percayalah, tidak ada gunanya mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Kecuali akan menambah rasa sakit hati Anda.
  6. Terakhir, walau perasaan Anda segalau dan semarah apapun, maafkanlah dia dan tetap lakukan kewajiban Anda sebagai suami / isteri, bahkan sebisa mungkin lakukan dengan lebih sempurna, supaya pasangan Anda sadar dan terbuka hatinya betapa hebat dan luarbiasanya pribadi Anda. Dan supaya pasangan Anda sadar bahwa orang tidak bisa bahagia hanya dengan angan-angan kosong.

UNTUK PELAKU HUBUNGAN CLBK
Untuk Anda yang sedang terperangkap hubungan gelap itu sadarilah bahwa Anda telah meninggalkan taman surga yang indah yang dibawahnya mengalir sungai yang jernih dan sekelilingnya diliputi oleh pohon buah-buahan daunan dan bunga-bunga nan indah menuju taman khayalan dengan dekorasi maya. Bangunlah dari mimpi dan hidup Anda yang walaupun sangat menggairahkan tetapi hanya fatamorgana.

Segera akhiri hubungan itu sebelum keluarga dan lingkungan Anda mengetahuinya. Cepat-cepat minta maaf pada pasangan Anda jika mereka terlanjur tahu. Akui bahwa Anda khilaf, berjanji tidak akan mengulang kembali serta perbaiki hubungan Anda dengan pasangan Anda, niscaya mahligai rumah tangga bisa terselamatkan.

Kenapa ?

Hati-hatilah, CLBK adalah produk dari The First Love, yang memiliki magnet luarbiasa yang Anda tidak bisa mengukur kekuataan pusarannya, sehingga Anda akan hanyut dan dikendalikan oleh perasaan cinta pada pasangan gelap itu. Sementara Anda tidak dapat memprediksi akan seperti apa reaksi pasangan Anda yang syah.

Sebuah penelitian, CLBK yang berlanjut pada perselingkuhan sexual, bisa mengakibatkan frigiditas bagi perempuan dan impotensi yang tidak bisa diobati bagi lelaki korban, dikarenakan perasaan terluka ditambah dengan depresi. Korban perselingkuhan umumnya merasa tidak berharga, terhina dan telah dicampakkan cintanya.

Janis A. Spring Psikolog Klinik dan Penulis Buku After the Affair: Healing the Pain and Rebuilding Trust When a Partner Has Been Unfaithful, mengatakan terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh pelaku perselingkuhan :

  1. Akui Segera Saat seseorang mengakui diri telah berselingkuh, menurut Spring, itu lebih baik dibanding ketahuan tengah berselingkuh. Pengakuan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan, sedangkan perselingkuhan yang ditutupi justru menguranginya.
  2. Dalam mengungkapkan sebuah perselingkuhan, pilihan kata yang digunakan harus dipikirkan dengan cermat. Spring menganjurkan untuk memulai dengan menujukkan rasa bersalah. Pasangan berhak tahu kesalahan apa yang telah dilakukan orang yang berselingkuh.
    Buat Daftar Dosa. Spring mengatakan, beberapa korban membuat serangkaian daftar yang memuat tindakan pasangan yang menyakiti dirinya, termasuk selingkuh. Daftar ini dapat membuat korban lebih terbuka satu sama lain, termasuk mengungkap hal yang menyakitkan.
  3. Selama menjalani diskusi ini, pelaku perselingkuhan harus bersikap sebagai pendengar dan memahami bahwa tidak ada yang dapat dibenarkan dari sebuah tindakan perselingkuhan atau pengkhianatan. Sang pelaku perselingkuhan harus memastikan pasangannya mengetahui bahwa ia mendengarkan dan memahami diskusi yang berlangsung.
  4. Katakan Alasannya. Pelaku harus berjanji tidak akan mengulangi perselingkuhan lagi. Sebenarnya terasa palsu dan omong kosong jika korban perselingkuhan tak memahami mengapa pasangan mereka berselingkuh, kata Spring.
  5. Maka, pelaku perselingkuhan sudah sepatutnya menjelaskan alasan atau faktor yang mendorong mereka berkhianat. Beberapa faktor yang menurut Spring memicu perselingkuhan adalah merasa tidak diperhatikan, kurang dicintai dan tidak bahagia. “Faktor-faktor tersebut mendorong mereka untuk berselingkuh dan menyakiti orang lain,” kata Spring.
  6. Ambil tindakan . Spring menegaskan bahwa kepercayaan tidak dibangun berlandaskan omongan belaka, melainkan berdiri di atas sikap yang kuat. Beberapa tindakan yang membuat kecurigaan muncul baiknya dihentikan.
  7. Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah memanggil ahli terapi yang profesional. Menurut Spring, ini perlu dilakukan mengingat korban perselingkuhan bukan hanya satu orang dan terluka secara psikis. Korban perselingkuhan termasuk anak-anak.
  8. “Salah satu poin terpenting yang harus dipikirkan adalah anak-anak. Mereka menderita bukan karena konflik antara orang tuanya, atau bahkan perceraian. Mereka menderita karena terjebak di antara perang orang tuanya dan tertekan serta terkesampingkan,” kata Spring.
  9. Salah satu saran Spring pada orang tua adalah mencintai anak mereka lebih dari pasangan mereka sendiri.
  10. Tindakan lain yang perlu dilakukan pelaku perselingkuhan adalah mengecek kondisi tubuh mereka, terutama terkait penyakit menular seksual hingga kepastian melakukan hubungan seks menjadi aman kembali.
  11. Persiapkan untuk Masa Depan. Dampak perselingkuhan menimpa pasangan sekaligus hubungan mereka. Dan ada banyak hal menyakitkan yang harus dipelajari dalam membangun hubungan perkawinan. Spring mengatakan, perkawinan dapat dibangun kembali, bahkan lebih baik, setelah perselingkuhan terjadi. Pasangan suami isteri itu bisa seperti pengantin baru lagi.

Terapi Self hypnosis CLBK

UNTUK KORBAN
Pada waktu mengikuti kelas terapi pak Krisna Murti, saya menyaksikan sebuah testimoni yang luar biasa dari salah seorang gadis klien beliau yang berhasil diterapi. Gadis itu memiliki pengalaman traumatis yang sangat dalam dengan mantan “kekasih”nya yang sesungguhnya sosok yang sangat dia benci, tetapi dengan kemampuan waking hypnosis dan conversational hypnosisnya ( sebuah trik hypnosis yang dilakukan pada saat klien sedang jaga dan sadar sesadar-sadarnya), lelaki itu berhasil memperdayai sang gadis sehingga dia mau menyerahkan kehormatannya dengan senang hati.

Beberapa bulan setelah kejadian, lelaki itu berusaha mendatangi si gadis untuk meminta maaf. Sesudah berulangkali datang, akhirnya sang gadispun luluh dan mau memaafkan. Tetapi anehnya, sesudah memberi maaf, kemarahan dan kebencian kepada sang lelaki berpindah kepada dirinya sendiri. Keadaan jasmani maupun emosional sang gadis tidak bertambah baik, tetapi justru semakin merosot. Dia mengurung diri dan mengasingkan diri dari pergaulan.Dia tidak mau berbicara dengan siapapun, kecuali dengan orang tuanya dan tentunya dengan terapistnya. Jika tidak diawasi dia sangat rentan untuk bunuh diri.Bagaimana tidak? Dalam hidup ini ada makhluk yang sangat dia benci, yaitu dirinya sendiri.Dia terus menerus mengutuk dirinya sendiri, kenapa dengan mudah menyerahkan kehormatannya, dimana menurut didikan keluarganya, merupakan sesuatu yang amat sangat sakral.

Singkat ceritera, akhirnya pak Krishna Murti menggunakan strategi yang jitu, yaitu menawarkan kepada sang gadis agar jangan terkurung memarahi diri sendiri dan menyesali sesuatu yang tidak mungkin diulang lagi, tetapi berupaya memberikan manfaat untuk menyelamatkan sesama wanita agar jangan sampai mengalami hal seperti dirinya. “Diluar sana terdapat ribuan gadis baik-baik sedang dalam bahaya. “Segera berbuatlah sesuatu untuk menyelamatkan mereka !”Tantang pak Krishna Murti. Ternyata tantangan ini membuat sang gadis menjadi bangkit, sehingga dimana saja dia berusaha memberikan testimoni di kelas-kelas pak Krishna sekaligus memberikan peringatan kepada sesama agar jangan sampai terjatuh ke dalam jurang yang sama dengan dirinya.

Ucapan untuk menterapi diri,
“Saya terima, rasa (marah, kecewa, terhina dan sebagainya) dengan ikhlas saat ini juga!”

Bisa juga dengan duduk santai sambil mengatur nafas – pelan-pelan tutup mata Anda sambil menvisualkan masalah yang sedang menyesak di dada Anda menjadi sebuah benda tertentu, kemudian bayangkan dengan sigap, Anda mengambil benda itu dan melemparkan sejauh-jauhnya dan ikutilah terus terbangnya benda itu hingga menjadi sebuah titik di kejauhan, dan akhirnya menghilang.

Memaafkan bukan sesuatu perbuatan yang merendahkan harga diri sendiri (self esteem), melainkan meletakkan diri kita secara proporsional, sebagai makhluk Tuhan biasa yang penuh dengan kelemahan dan kesalahan.Sebaliknya meletakkan harga diri terlalu tinggi seringkali bisa menjebak kita kepada egosentrisme yang cenderung menuju kepada keangkuhan.

Terapi Self Acceptance
Self acceptance berbeda dengan self forgiving, karena Self acceptance lebih berfokus pada sikap penerimaan terhadap realitas yang sedang dihadapi pada saat sekarang ini ( at present ), seperti apapun pahitnya, dan bukan pada pengalaman traumatis masa lalu. Ketika kapal yang Anda tumpangi tenggelam, tidak ada gunanya lagi Anda mengklaim buruknya sistem pengamanan kapal itu, tetapi lebih bermanfaat untuk berfokus bisa menyelamatkan diri. Atau ketika tiba-tiba Anda mengalami kebangkrutan berhentilah menyalahkan situasi ekonomi atau tim marketing Anda, karena semuanya itu sama sekali tidak akan menolong.

NLP (Neuro Linguistic Programming) memberikan strategi jitu agar kita mampu memberdayakan sumber daya dan pikiran kita sendiri seoptimal mungkin untuk meraih outcome.Walaupun kita sudah pada era gelombang ke empat atau gelombang teknologi informasi, keberadaan fungsi sumber daya manusia masih tetap dominan.Presiden negara, presiden perusahaan hingga kepala desa belum ada yang diganti dengan komputer tetapi masih dipimpin manusia yang memiliki pikiran dan perasaan.

Oleh karenanya ketika kapal Anda karam, pahamilah bahwa itulah situasi riil Anda serta kondisi terbaik Anda saat itu.Bahwa Anda masih bisa merasakan dan mengalami situasinya, sementara yang lain sudah tidak merasakannya lagi, karena sudah pada tewas tenggelam, merupakan keberuntungan Anda. Maka “terimalah” situasi itu. Ikhlaskan musibah itu,walau seberat atau sekritis apapun.Kemudian berfokuslah untuk mencari solusinya. Nanti akan terbukti bahwa yang menyebabkan orang terperangkap pada kejatuhan atau situasi yang sangat buruk justru dikarenakan oleh rasa takutdan kepanikan atau sikap tidak bersedia menerima realitasnya. Begitu rasa takut atau rasa sakitnya bisa diatasi dankita terima sebagai sesuatu kenyataan yang logis,serta kita bisa bertindak dan berfikir dengan tenang, maka hidup kita tidak jadi “kiamat.” Oleh karenanya sebagaimana dalam film Kiamat 2012, sesudah air laut yang menenggelamkan bumi surut, segala sesuatunya bisa dimulai lagi dari awal.

Ucapan untuk menterapi diri,
“Saya terima keadaan yang saya alami ini dengan ikhlas, saat ini juga!”

Self Therapy ini kemudian bisa diperkuat dengan afirmasi-afirmasi :
– Saya lebih baik fokus pada anak-anak
– Sekurang-kurangnya saya masih memiliki cinta anak-anak saya
– Banyak hal yang saya pelajari dari pengalaman pahit ini
– Mungkin ini cara Tuhan menegur cara-cara saya
– Saya bersyukur suami / isteri saya segera sadar dan kembali ke pelukan saya

UNTUK PELAKU
Terapi Associated Dissociated

Pra Terapi :
Duduklah dengan nyaman. Ambil pernafasan perut. Tutuplah mata Anda. Buatlah sinetron dalam pikiran Anda, yang kisahnya dibalik, yaitu pelakunya pasangan Anda dan korbannya adalah Anda.

Praktek Terapi :
Jika Anda seorang pemeluk Agama yang taat, sebelum terapi lakukanlah ritual (misalnya dalam Islam) diawali dengan Shalat Taubat dan membaca Sayyidul Istighfar. Duduklah dengan nyaman. Ambil pernafasan perut. Tutuplah mata Anda. Buatlah state dan esteem dalam pikiran dan perasaan Anda, Anda MENJADI seorang tokoh yang dihormati oleh umat seperti Ulama atau Ustadz, melihat perilaku pelaku pasangan CLBK dan perselingkuhan. Di pembelakangan suami / isteri tercinta, mereka merencanakan bermesraan dikafe, bahkan pergi keluar kota untuk ketemu isteri / suami orang lain. Berkirim-kiriman foto dengan orang itu. Bercanda ria di medsos, berkirim-kiriman foto sambil japrian dan seterusnya dan seterusnya.

Buka mata Anda, kemudian rasakan, bagaimana perasaan Anda.

Untuk mendapatkan Terapi NLP lengkap, download buku berikut ini :

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/menang-melawan-diri-sendiri/

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Proposal Becoming The Entrepreneur, Trainer Amir Faisal 0815 769 8288

blog on July 3rd, 2018 No Comments

Latarbelakang

Sebuah perkembangan yang cukup menggembirakan, saat ini semakin banyak orang yang berani mengambil keputusan dan berubah haluan menjadi pengusaha.

Bahkan di kampus, para mahasiswa begitu tinggi passionnya untuk berbisnis, ikut seminar bisnis, mencari Mentor dan seterusnya. Dengan demikian kita punya harapan besar anak cucu kita hidupnya akan sejahtera. Sebuah negara, ekonominya bisa maju dan warganya hidup sejahtera, sekurang-kurangnya dibutuhkan 5 – 7 persen dari warganya menjadi pengusaha. Sedangkan Indonesia masih di angka sekitar 1,2 persen. Jadi masih jauh dari harapan. Singapura sudah diatas 7 persen. Malaysia dan Tailand sudah di sekitar 4 persen.

Namun demikian, terjun ke dunia usaha tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Karena dunia usaha penuh dengan tantangan dan hambatan. Jika tidak memahami ilmu, strategi dan kiat-kiatnya, serta tidak menguasai kunci-kunci sukses, bisa gagal dan bangkrut.

Maka dalam Training dan Workshop ini ini kita akan belajar berbisnis yang dibimbing oleh seorang Business Coach yang berpengalaman.

Selain itu peserta juga akan diberi keterampilan seni menjual dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan. Karena kemampuan menjual adalah kemampuan utama dalam berbisnis. Tidak punya modal, pabrik, atau dagangan bukan hambatan untuk menjadi pengusaha. Karena itu semua bisa kita adakan.

Tetapi seseorang tidak bisa menjadi pengusaha andal jika tidak punya skill menjual, relationship dan membangun jaringan. Pelatihan ini membekali peserta dengan dasar-dasar menjual yang mantap, agar dapat meningkatkan kemampuan menjual yang smart. Memiliki rasa percaya diri, mampu berkomunikasi dengan semua orang secara tepat, mampu membangun network, mampu melakukan setiap proses menjual dengan sukses.

Tujuan Pelatihan
1⃣Peserta memahami dan menyadari perlunya untuk mengubah mindset, mentransformasi diri dan mengembangkan pola pikir Entrepreneur
2⃣Peserta memiliki pola pikir, berperilaku dan bisa bertindak secara efektif sebagaimana para pengusaha sukses
3⃣Menguasai teknik menjual.
4⃣Mampu menghitung dan memprediksi kemampuan menjualnya
5⃣Mampu Membangun Skill of relationship & Network

Sasaran Pembelajaran
Setelah berakhirnya sesi ini diharapkan peserta dapat :

1⃣Menemukan Visi, impian dan pilihan jalan hidupnya sebagai wirausaha dan selalu berupaya untuk memperjuangkannya dengan penuh passion of life
2⃣Memahami dan berani menerima tantangan serta memiliki persistensi
3⃣Memiliki sikap kemandirian
4⃣Berani mengambil keputusan dan menghandle tanggung jawab
5⃣Memahami bahwa seorang pengusaha perlu mengetahui karakteristik pasarnya sendiri, Mengenali Kebutuhan dan keinginan konsumen; permasalahan konsumen, mampu membedakan antara User, Buyers dan InfLuencer, bisa memanfaatkan kompetitor, mengetahui values dan keunggulan produknya sendiri,
6⃣Menguasai soft competence dalam menjual seperti Self Confidence, Self Esteem, dan Passion of Life
7⃣Product Performance, cara menjajakan produk, menginfluence pelanggan dll
8⃣Menguasai strategi untuk membangun jaringan

Peserta Pelatihan
UKM, Mahasiswa dan Umum

Lama Pelatihan
8 – 12 Jam

Coach

Amir Faisal

Materi Pelatihan
1⃣Technopreneurship
2⃣Develop Mindset & Win Competitive Chalenges
3⃣Relationship & Networking
4⃣The Role of Selling
5⃣The Persuassive Selling Process

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Trik-trik Mengeksekusi Penjualan, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on April 17th, 2018 No Comments

Bagian tersulit dalam menjual adalah mengeksekusinya dan membuat kustomer merasa puas, kemudian mau melakukan reorder.

Walaupun Anda telah berulangkali mengunjungi Prospek, dengan membawa leaflet, menjelaskan keunggulan produk, program, outline, skema, proposal, dan memberikan sampel produknya. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kontak telpon, WA, BBM dst, tetapi Anda tidak mampu mengeksekusi penjualan, maka belum dianggap sukses menjual. Bahkan berhasil menjual sekalipun, tetapi gagal mengikat kustomer menjadi relasi perusahaan yang setia, maka strategi marketing Anda belum bisa dikatakan sempurna.

Mengeksekusi penjualan ibarat menembakkan rudal ke sasaran. Kalau sampai meleset atau gagal, maka akan menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Dalam beberapa kali kunjungan ke Kustomer harus terjadi progress :

1⃣Pengkondisian.
Zigziglar seorang pakar marketing mengatakan, konflik terbesar dalam menjual dari seorang Sales bukan saat berjumpa dengan Kustomer, tetapi dalam perjalanannya 😢😢.

Konflik itu meliputi rasa kurang percaya diri yang dikarenakan esteem yang rendah, dan merasa kurang bangga terhadap merek / brand perusahaan.
Konflik itu dengan tools tertentu dapat diterapi

2⃣Presisi.
Sebagaimana dalam menembak, maka supaya bisa tepat kena sasaran, Anda harus membidik (memahami karakter, temperamen, taste dan persepsi) dari Kustomer Anda supaya Anda bisa menciptakan relationship dan komunikasi yang smart, sehingga akan bisa menghilangkan kemungkinan penolakan.

3⃣Eksekusi.
Mengeksekusi penjualan produk / jasa dibagi 2, yaitu : (1) Menggiring Costumer Mind supaya menolak produk lain dan hanya mau menerima produk Anda (2) Pemilihan diksi bahasa yang bisa mensugesti kustomer dengan menggunakan Hypnosis Pattern

Kuasai triktrik diatas. Maaf, saya tidak bertanggungjawab bagi Anda yang jantungen jika terjadi apa-apa, karena Anda akan terkejut luarbiasa melihat hasilnya.

Teknik-teknik tersebut diatas sebelum di aplikasikan, telah diriset oleh para pakar perilaku konsumen.

STOP pemborosan waktu, tenaga, energi dan biaya akibat strategi menjual yang tidak efektif.

Sejak penawaran ini saya unggah lewat website, request pada saya untuk mengCoach trik-trik diatas mulai membanjir. Mohon maaf jika saya membuat Anda terpaksa harus  menunggu giliran.

Saya sangat berharap,  semoga masih ada kesempatan untuk Anda.

SO, IMMEDIATELY TO CONTACT US ☎📡

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

FAKTA : Membooster & Menaikkan Penjualan 62 Persen Setahun, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on March 29th, 2018 No Comments

Dalam situasi ekonomi yang sulit dan persaingan yang ketat seperti sekarang ini,  kinerja perusahaan bisa bertahan seperti tahun-tahun sebelumnya saja sudah bersyukur. Tetapi apa yang kami lakukan ini adalah true story , bagaimana kami bersama seluruh jajaran perusahaan,  tanpa kecuali, melakukan strategi Marketing Booster dengan cara :

  1. Meriset dan mengembangkan produk, melakukan Quality control untuk meningkatkan kualitas produk / jasa, kemasan hingga proses deliverynya sehingga bisa memuaskan konsumen, dan publik tahu bahwa perusahaan memiliki expertise dibidangnya.
  2. Menciptakan strategi andal dalam membangun relationship dan network.
  3. Menggerakkan semua personal marketing agar bisa mengkomunikasikan melalui media online dan offline serta gugus Sales Person untuk menjual produk / jasa ke pasar hingga memperoleh competitive market

Sebelumnya Alhamdulillah saya juga sudah membagikan ilmu ini pada ratusan Sales Person, para Marketing Manager hingga para BOD di perusahaan-perusahaan yang Start Up maupun perusahaan yang sudah mapan.

APA BEDANYA UKM DENGAN START UP?
Kalau UKM itu bisa start up, bisa usianya udah puluhan tahun, tetapi besarnya omzet (menurut Ditjen Pajak) tidak melebihi Rp 4,8 M

Tetapi kalau Start Up, startnya bisa mulai dari omzet Rp 10 jutaan sampai ratusan milyar tetapi sedang nge RUN untuk meraih outcome dan melakukan ekspansi usaha dengan skala yang lebih besar

Semua usaha bisnis, terutama yang start up, perlu memboost marketnya dengan :

  • Mengembangkan produk specialties, syukur-syukur punya keunikan. Misal, kaos Dagadu, makanan-makanan crispy, superpedas, minuman milkshake, cafe multi funsi, umroh backpaker dll.
    Unique itu bisa juga dalam cara mengorganisir distribusi penjualannya
  • Mengembangkan Expertise.
    Apapun produk / jasa yang Anda jual, kuasai teknologi, skill, & kompetensi sehebat-hebatnya
  • Memiliki Competitive Advantage, yaitu kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya perusahaan yang memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sejenis.

MEMBOOST MARKET DI ERA DIGITAL
Jika Anda sudah melampaui ketiga tahap diatas, akan berdampak dahsyat jika Anda menggunakan Internet Marketing (IM) dan Sistem Aplikasi. Tetapi memang untuk itu diperlukan Investasi yang cukup besar. Sebab selain suplai produk Anda harus besar, (kecuali Anda distributor seperti bukalapak, tokopedia dll), juga pengorganisasian korporasi supaya user coverage nya menjadi luas juga menyerap cost yang tinggi. Tetapi yang terakhir ini bisa dilakukan dengan cara mengkolaborasi produk sejenis, atau mengorganisasikan distributor Anda. Walaupun investasi itu akan terbayar jika pengguna aplikasinya sudah mencapai jutaan.

KAMI SIAP MEMBANTU UNTUK MEMBOOSTER MARKETING PERUSAHAAN ANDA DALAM SEBUAH COACHING YANG INSPIRATIF :

  1. Membangun Visi & Mendevelop Mindset
  2. Membangun Relationship dan Network
  3. Trik-trik mengeksekusi / menclosing Penjualan

TESTIMONI :
Sejak pak Amir Faisal memboosting para marketer saya, mereka bergerak bak peluru melesat he he he. Alhamdulillah kami tumbuh 31,6% dalam 6 bulan. Tks pak Amir

(Prof Mukhlis, CEO Pachira Group – 18 perusahaan Agro Industri)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Semua Bisa Jadi Inovator, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 27th, 2018 No Comments

( Dikutip dari buku Tiba-Tiba Jadi Bos? )

Menjadi seorang inovator tidaklah sulit. Sebab inovasi hanyalah upaya mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik dari sebelumnya.  Peter Drucker mengatakan bahwa inovasi bukanlah penemuan, tetapi kegiatan manajemen dan bukan teknologi. Sebab kalau inovasi disamakan dengan penemuan, maka kita akan terjebak pada percobaan-percobaan yang membuat kita terpusat pada penemuannya dan melupakan alasan dibalik penemuan itu.

Terdapat tiga prinsip dasar inovasi, yakni : Kecerdikan dalam ketrampilan, pencarian akan kesempurnaan dan kesesuaian dengan masyarakat ( Mathew E May dalam Rumus Sukses Toyota). Jadi kalau Anda selalu fokus untuk memberikan pencerahan atau memberikan solusi masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat, Andapun bisa menjadi inovator. Simaklah kisah berikut ini :

 Vietnam hingga tahun 2000 an masih nampak sebagai sebuah negara yang miskin. Reruntuhan perang masih bertebaran disana-sini, transportasi utamanya adalah sepeda. Tidak banyak rumah yang memiliki listrik, telepon apalagi komputer atau internet. Pendapatan utamanya adalah hasil pertanian atau beras. Tetapi ada seorang pemuda yang mengetahui infrastruktur telekomunikasi dan jaringan online, mulai memikirkan cara menaikkan pendapatan petani dengan cara memberikan informasi kepada mereka tentang fluktuasi harga beras. Walaupun menyadari, bahwa dia tinggal di desa terpencil yang tidak ada jaringan telepon bahkan belum ada listrik. Maka dia mulai membeli komputer-komputer dan antena parabola bekas. Dari peralatan seadanya itu dia ciptakan jaringan online nirkabel. Sebagai tenaga listriknya dia gunakan baterai dengan sistem onthel. Total biayanya hanya mencapai dibawah $200. Jadi kalau hendak membuka jaringan online, maka dia memerintahkan dua orang yang punya otot kaki yang kuat untuk mengayuh dua buah sepeda onthel, maka komputerpun bisa menyala. Kemudian  baterai satunya untuk menyalakan antena parabola. Walhasil bisa didapatkan informasi tentang harga beras yang aktual. Ternyata cara ini meluas ke seluruh Laos hingga ke Ibukota Vientiane. Jadi kalau anda pergi ke Laos untuk menjadi tengkulak, jangan harap bisa meraup untung besar, karena disana para petaninya sudah pandai dan mengetahui harga pasar terkini.

Inovasi pemuda Laos itu bukan terletak pada segi teknologinya –  karena pada abad 21, komputer online bukan lagi sebuah produk penemuan baru – melainkan pencerahan, keprihatinan dan kepedulian sehingga menemukan pemikiran untuk mengaplikasikan teknologi informatika dengan cara seadanya guna memberikan problem solving dalam bidang pemasaran padi.

So, jika Anda ingin jadi inovator, maka lakukan-langkah berikut ini :

  1. Fokuslah atau milikilah keprihatinan untuk membantu meringankan masalah orang-orang yang ada di sekitar Anda, maka tiba-tiba Anda akan mendapatkan insprasi dan keajaiban-keajaiban dari Tuhan yang sebelumnya belum pernah terfikirkan.
  2. Luaskan zona dan berfikirlah out of the box. Pikirkanlah cara-cara yang yang tidak biasa. Misalnya hal yang kecil di rumah tangga, Anda ingin menasehati anak Anda, ajaklah jalan-jalan, dan justru anak Anda yang disuruh menyampaikan apa yang diinginkan olehnya untuk Anda lakukan. Atau Jika Anda seorang Bos, ajak anak buah Anda untuk menjual produk Anda, tetapi ketika sesampai ditempat klien, Anda sama sekali tidak membicarakan produk Anda, melainkan malah Anda membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi kustomer Anda.
  3. Bukalah pikiran dan hati Anda untuk menjadi pendengar yang baik dan yakinilah bahwa setiap orang punya cara untuk mengatasi masalah mereka. Menganggap diri kita sudah tahu segalanya, atau merasa paling pintar adalah sebuah kebodohan dan suka bertanya pada orang lain dengan niat tulus ingin menemukan solusi dengan kerendahan hati – padahal orang-orang tahu kompetensi dan kapasitas Anda –  justru akan menambah kesan kewibawaan orang pada Anda dan menambah simpati anak buah. Orang-orang akan menganggap, bahwa walaupun Anda cerdas dan berpengalaman tetapi tidak gegabah dan sokpintar. Dan yang penting lagi Anda akan menjadi semakin kaya dan punya Bank Masalah dan Solusi yang depositnya merupakan sumber inovasi baru.
  4. Milikilah rasa ingin tahu. Jadilah orang yang penuh rasa ingin tahu dan tidak berhenti bertanya pada orang, buku atau sumber informasi lainnya sebelum ketemu jawabannya (Konon ini adalah kunci keberhasilan Napoleon Bonaparte).  Rasa ingin tahu, bukanlah ingin mengetahui urusan orang, tetapi sebagaimana telah dibahas sebelumnya, untuk bisa berfikir out the box kita harus belajar secara tidak biasa. Belajar pada siapa saja. Pada sopir Anda, pada tukang, bahkan pada orang-orang yang selama ini Anda anggap bodoh. Nanti Anda akan menemukan banyak solusi untuk mengatasi semua permasalahan.
  5. Biasakan membaca buku. Buku adalah jendela dunia. Jadi kalau Anda ingin keliling dunia untuk menemukan sesuatu, pelajari dulu subyeknya dengan mempelajari bukunya. Siapa tahu ternyata barang itu dimiliki oleh tetangga Anda. Jadi dengan membeli buku ratusan ribu rupiah, Anda telah menghemat ongkos ratusan juta rupiah. Para Pemimpin besar umumnya adalah para pembaca buku. Presiden Ford sering mengundang pengarang buku ke Gedung Putih dan menyimpulkan, “Bertemu selama 2 jam dengan penulis buku, sama dengan membaca tulisannya sebanyak 500 lembar. Adam Khoo pebisnis muda sukses yang termasuk dalam daftar 25th richiest in Singapore adalah seorang kutu buku. Dia sudah melahap ratusan buku selama kuliah dan bekerja.
  6. Gunakan analogi. Setiap subyek memiliki cara penyelesaian yang berbeda-beda, tetapi mungkin strateginya sama. Misalnya memenangkan peperangan militer caranya berbeda dengan merebut pangsa pasar, tetapi strateginya persis sama, yaitu ada subyek yang ingin dikalahkan. Ada identifikasi tentang kekuatan dan kelemahan lawan. Ada pilihan waktu, tempat, sasaran, moment, teknik psywar dan sebagainya.Penemuan teknologi banyak menggunakan analogi, misalnya tetes embun dengan kaca pembesar. Persendian manusia dengan pengungkit. Bambu dengan pipa silinder dan seterusnya.
  7. Buatlah asumsi-asumsi dengan sadar. Semua inovasi dan invensi (penemuan) di dunia ini selalu dimulai dengan membuat asumsi sebelum penelitian yang sesungguhnya dilakukan. Misalnya, “semua planet mengelilingi matahari”, “benda yang dipanaskan akan memuai”. Dalam manajemen, membuat asumsi ibarat pemain catur yang ingin melangkah, maka ia akan memperkirakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi jika ia memindahkan salah satu biji caturnya, sementara tangannya masih belum menyentuh satupun. Anda bisa mengasumsikan beberapa kemungkinan tindakan peringatan kepada anak buah Anda yang melakukan indisipliner untuk menemukan mana terapi yang paling efektif. Anda juga bisa mengasumsikan kemungkinan apa yang akan terjadi, jika Anda misalnya menerjunkan sebagian anak buah Anda ke suatu tempat atau misalnya Anda membuat kemungkinan-kemungkinan respon konsumen dari berbagai pilihan kegiatan launching  produk baru Anda, dan seterusnya. Membuat simulasi kegiatan bisa membantu Anda untuk menemukan jawaban dari beberapa asumsi yang Anda perkirakan.

 

SELAMAT MENCOBA DAN ANDA AKAN TERKEJUT MELIHAT HASILNYA.

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

NLP Gratis 19, Self Hypnosis, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 19th, 2018 No Comments

Banyak orang yang mampu melakukan perubahan dalam hidupnya hanya karena kegigihannya untuk membiasakan sesuatu hingga menjadi sebuah habit baru. Misalnya, melakukan gaya hidup yang sehat dan konstruktif, tidak merokok, tidak minum alkohol, makan dan istirahat secara teratur, berfikir positip dan seterusnya.

Perubahan bisa juga disebabkan oleh hal-hal yang tak mungkin dihindari, misalnya harus berpindah tempat tinggal dari tempat semula yang hanya beberapa blok dari tempat kerja ke tempat yang berada jauh di pinggiran kota. Maka mau tidak mau kita akan mengubah kebiasaan kegiatan kita diwaktu pagi. Dari yang biasanya bisa mempersiapkan diri secara lebih santai, bahkan sempat melakukan olah raga pagi. Sekarang setiap pagi kita harus mempersiapkan jadwal yang lebih ketat. Kegiatan olah raga pagipun hanya bisa kita lakukan setiap Sabtu atau Minggu. Namun demikian begitu perubahan itu kita jalani, maka dalam waktu sebulan dua bulan, akhirnya ia menjadi sebuah kegiatan yang biasa-biasa saja, seperti sebelum kita berpindah.

Pertanyaannya adalah, jika perubahan itu sudah naluriah manusia dan berubah adalah sesederhana membuat kebiasaan-kebiasaan baru, kenapa kita tidak membuat program yang lebih terencana mulai dari hal-hal yang kecil, sekarang ini juga, tanpa harus menunggu, perubahan itu terlanjur menjadi suatu kewajiban?, misalnya berhenti merokok setelah dinasehati dokter karena terindikasi sakit jantung, paru-paru atau gejala stroke. Membiasakan bangun pagi dan berolah raga setelah sempat opname di Rumah Sakit. Meninggalkan kebiasaan hidup mewah dan berpola hidup sederhana setelah mengalami kebangkrutan. Hingga mengubah atau memperbaiki sikap pada isteri / suami ketika nyaris terjadi perceraian. Mulai memperhatikan keluarga setelah anaknya tertimpa kasus Narkoba. Bertobat dan mulai menekuni agama setelah dipenjara dan seterusnya.

Langkah-langkah Perubahan

Langkah-langkah dibawah ini dapat Anda lakukan secara mandiri, tanpa memerlukan Coach ataupun Trainer, yaitu sebagai berikut :

Satu, Mensugesti diri; Marilah kita evaluasi diri kita sebelum beranjak untuk bangun tidur. Betapa kuatnya sugesti terhadap diri kita atas nikmatnya ranjang, selimut dan bantal. Sehingga menyibakkan selimut, mengangkat kepala dan tubuh, beringsut ke tepi tempat tidur kemudian bangkit berdiri serta berjalan ke kamar mandi bagaikan perjalanan yang sangat jauh dan mendaki. Ataupun sugesti asap tembakau berselang-seling dengan hirupan kopi panas telah mengalahkan pikiran para pecandu rokok, sehingga menjadi tidak kritis akan ancaman bahaya nikotin di sepanjang jalur pernafasan hingga jantungnya, bahkan paru-paru orang-orang yang mereka sayangi yang kebetulan berada di dekatnya.

Betapa kuatnya sugesti yang menarik diri kita untuk segera memegang smarth phone, begitu punya waktu luang, baik sebelum tidur, begitu bangun tidur, pada saat rapat, hingga saat berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi.
Bagi orang-orang yang hidup dan bekerja di kota-kota besar, setiap hari di jalan raya berhadapan dengan masalah kemacetan lalu lintas. Sekurang-kurangnya kita memerlukan waktu satu hingga dua jam untuk bisa mencapai kantor serta menghabiskan hampir separuh energi yang kita butuhkan dalam sehari. Fakta kemacetan di kota-kota besar telah mensugesti kita sedemikian rupa sehingga mengalahkan pikiran kita, seakan-akan itu merupakan fenomena yang tak mungkin diubah. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali pasrah serta menyalahkan situasi dan kondisi, sambil sesekali menyumpahi pengguna jalan lain yang main serobot seenaknya. Padahal kalau kita mau berfikir cerdas, bukankah jikalau satuan tempat (baca jalan) tidak dapat diubah, satuan waktunya dapat kita kelola dengan mudah? Kita bisa berangkat ke kantor lebih pagi.

Disepanjang hidup, kita telah belajar menerima sugesti secara tidak kritis dari mana saja. Media dan berbagai bentuk iklan telah memprogram pikiran dan gagasan-gagasan serta gaya hidup kita kedalam pikiran bawah sadar kita selama bertahun-tahun. Orang-orang dibayar jutaan dolar untuk menemukan cara-cara memasuki pikiran kita (baca : konsumen) demi mendapatkan keuntungan. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka merespon sugesti-sugesti yang diberikan oleh orang lain setiap hari dalam hidup mereka. Iklan, performansi orang-orang, peristiwa-peristiwa hidup, masalah, kesulitan, kekacauan yang terjadi di sekeliling kita, semua membentuk program-program dalam pikiran kita yang menjadi landasan kita dalam bertindak.

Tetapi Anda jangan lupa bahwa tanpa Anda sadari, Andapun setiap hari selain mensugesti diri sendiri juga men sugesti orang lain agar memberi apa yang kita inginkan, misal sebagai orang tua menggunakannya kepada anak-anaknya, pimpinan pada bawahannya, kepada teman dan seterusnya.

Jika kita mampu mensugesti diri kita betapa nikmatnya bermalas-malasan waktu bangun pagi, chatting atau ber medsos ria sambil minum kopi dan menghisap rokok, pertanyaannya, kenapa kita tidak melakukan sugesti terhadap diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan lain yang lebih konstruktif dan bermanfaat?

Anda sebenarnya bisa menciptakan program-program baru yang merupakan kebalikan dari program-program tadi kedalam pikiran Anda untuk mensugesti diri sendiri, misal, betapa nikmatnya bangun pagi-pagi sekali, langsung melompat dari ranjang, jangan perdulikan HP Anda, lalu menghirup udara yang bersih sambil melakukan gerakan-gerakan peregangan atau senam ringan, hingga semua kepenatan yang telah dihilangkan dengan tidur semalaman disempurnakan menjadi sebuah kebugaran dan gairah pagi yang penuh stamina. Selain itu Anda bisa menciptakan sugesti, betapa nyamannya kalau memiliki waktu yang lebih leluasa untuk mempersiapkan segalanya di pagi hari ataupun berlomba untuk berangkat lebih pagi dibanding pemakai jalan lain yang mungkin masih bermalas-malasan dirumah.

Dua, Membongkar pola lama dan menciptakan New Habit; Terdapat dua naluri dasar manusia, yaitu mencari kenikmatan atau kenyamanan dan menghindari kesulitan atau masalah. Apa saja yang kita biasakan dalam hidup kita, seburuk apapun, akan menciptakan kenyamanan hingga ketagihan. Banyak kebiasaan buruk lain dalam hidup ini selain merokok dan minum alkohol yang membuat kita merasa nyaman dan kemudian ketagihan, mulai dari yang ringan-ringan – seperti mengobrol berjam-jam, bersantai dan bermalas-malasan, keluar masuk Mall dan Supermarket, berbelanja mengikuti nafsu konsumtif, memboroskan uang atau makan secara berlebihan demi memanjakan lidah dan perut, makanan yang mengandung kadar gula atau lemak yang tinggi – hingga kebiasaan buruk seperti berselingkuh menikmati libido.

Saya tidak melarang Anda untuk menikmati hidup. Itu sepenuhnya hak pribadi Anda. Tetapi saya hanya menyarankan supaya berhati-hati agar semua dorongan-dorongan naluriah kita itu tidak menyebabkan kerugian secara fisik maupun psikologis dimasa mendatang. Kerugian fisik yang dimaksud misalnya terganggunya kesehatan karena banyaknya timbunan gula dan kolesterol dalam darah akibat hobbi makan secara berlebihan. Kebiasaan memboroskan uang yang akan menjadi masalah ketika situasi ekonomi kita tiba-tiba memburuk. Kebiasaan membuang-buang waktu secara tidak produktif juga akan dirasakan dampaknya saat kita dihadapkan pada situasi yang mendesak. Karena waktu yang kita miliki sekarang ini merupakan “hutang” yang harus dibayar pada saat-saat kritis dan mendesak. Atau perselingkuhan yang bisa memisahkan kita dengan orang-orang yang sesungguhnya sangat kita cintai dan impikan dalam membangun surga di rumah kita.

Anda tentu tahu, bahwa naluri bukanlah harus selalu dituruti. Selain naluri, kita juga dianugerahi pikiran untuk memutuskan mana yang benar dan tidak benar, apa yang baik dan apa yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang mubadzir. Selama pikiran bisa berfungsi optimal, maka dengan mudah naluri dapat dikendalikan. Naluri akan mendorong perilaku dan perilaku menciptakan habit. Mahatma Gandhi pernah mengatakan, “Hati-hatlah dengan ucapanmu, karena bisa jadi itu merupakan (ekspresi) perilakumu. Hati-hati dengan perilakumu, karena bisa jadi ia akan menjadi habitmu dan hati-hatilah dengan habitmu, karena bisa jadi itulah hidupmu.”
Jika naluri dapat mendorong perilaku yang tidak konstruktif yang kemudian bisa membentuk pola tertentu, maka ia seharusnya segera dibongkar sebelum berubah menjadi sebuah habit. Cara membongkar pola lama yang buruk dapat dilakukan dengan menanamkan sebuah kebiasaan baru yang lebih menarik dan menantang, misalnya kesukaan mengobrol bisa diganti dengan bergabung dengan kelompok-kelompok diskusi. Kesukaan bersantai dan bermalas-malasan ditambahi dengan sambil belajar membaca buku. Mulailah dengan easy steps, misalnya Anda bukan tipe orang idealis, tentunya jangan memasuki kelompok diskusi yang serius, atau kalau memilih buku untuk dibaca bisa dimulai dengan buku-buku ringan yang sesuai dengan kesukaan Anda.

Pepatah mengatakan, “Kemenangan yang diperoleh secara tiba-tiba biasanya tidak bertahan lama”, oleh karena itu raihlah kemenangan (untuk mengalahkan diri sendiri) dengan cara bertahap, yang penting level tantangannya makin hari semakin ditingkatkan.
Membongkar habit lama juga bisa dilakukan dengan menjauhi pergaulan negatip yang menyebabkan kita jadi kesengsem, kepada pergaulan dengan orang-orang yang punya perilaku dan pola pikir positip dan konstruktif. Menurut penelitian, lingkungan sangat menentukan perilaku dan habit kita. Itulah kenapa kita sebaiknya hati-hati memilih lingkungan kerja dan lingkaran pergaulan.

Ada juga orang yang saking penginnya berubah, maka ia melakukan punishment pada dirinya sendiri, misalnya kalau sampai ia kedapatan merokok lagi, maka ia akan bersedekah dengan jumlah yang cukup besar. Atau kalau ia sampai bangun kesiangan, sepulang dari kerja nanti ia akan membersihkan kamar mandi dan WC dan seterusnya.

Tiga, Menikmati Habit baru;
Pada awalnya semua hal yang belum terbiasa terasa tidak menyenangkan serta membosankan. Tetapi kalau dibiasakan, lama-lama akan menjadi menyenangkan, bahkan ketagihan. Mungkin awalnya Anda akan mengatakan, “Saya tidak suka membaca buku!.” Kata “tidak suka” disitu kalau diterjemahkan dalam bahasa pikiran, sama dengan, “Hormon serotonin saya tidak berfungsi ketika saya membuka halaman demi halaman buku!” Jadi masalahnya adalah bagaimana membuat supaya otak yang tadinya tidak welcome dengan tulisan, angka dan gambar bisa bekerja dan menstimulir serotonin supaya bekerja, sehingga buku itu yang tadinya membosankan menjadi menyenangkan untuk dibaca.

Secara logika, merokok adalah suatu tindakan naluriah yang “menyerang” sel otak, jantung, paru-paru, bahkan kesuburan, tapi toh otak akhirnya mempersilahkannya dengan senang hati. Nikotin yang tadinya mengancam otak, menjadi “dirindui” oleh otak. Kenapa bisa demikian ? Menurut penelitian, otak akan segera menyesuaikan diri, bahkan akhirnya akan menyukai hingga ketagihan terhadap apa saja diinputkan berulang-ulang, apalagi disertai oleh fantasi tertentu.

Sebagaimana disebutkan diatas, perusahaan mengeluarkan biaya milyaran untuk menciptakan fantasi atas sebuah produk, misalnya rokok tidak pernah di tawarkan sebagai tembakau bakar, tetapi sebuah fantasi kesuksesan, kejantanan dan kenyamanan, sebagaimana sampo tidak pernah diiklankan sebagai deterjen pencuci rambut, melainkan aura kecantikan dan seterusnya. Oleh karenanya begitu fantasi itu masuk ke dalam otak, maka rasa rokok yang tadinya pahit dan panas itu lama kelamaan bisa hilang serta berubah menjadi suasana rasa yang menyenangkan. Saat itulah serotonin bekerja. Stimulan serotonin yang diulang-ulang akan mendorong hormon endorfin yang kemudian membuat semuanya menjadi perasaan yang sangat asyik dan menagihi.

Ini sekedar analog untuk memahami kinerja otak dalam rangka membangun habit baru. Kalau merokok yang bisa meracuni tubuh saja bisa membuat kita ketagihan, maka aktifitas lain yang lebih menyehatkan otak tentunya lebih bisa dibuat menyenangkan dan menagihi untuk terus dilakukan. Masalahnya maukah kita menciptakan habit baru dengan cara membiasakan terus menerus dan tidak berhenti sebelum otak menyukainya ?

Jika pada awalnya rokok bisa mensugesti kita karena fantasi dalam bentuk iklan, maka habit baru yang akan kita bangunpun, tidak ada salahnya kalau kita bangun dengan fantasi-fantasi juga, dengan konteks yang tepat. Mulailah membaca buku-buku tentang kesehatan, mempelajari hal- hal yang bermanfaat ataupun yang bisa mengancam tubuh kita, kemudian pada saat berolahraga pagi, kita remind lagi informasi itu, disertai rasa syukur bahwa Anda telah meninggalkan cara hidup yang bodoh di masa lalu, yaitu kebiasaan pulang larut malam di tempat-tempat penjaja minuman beralkohol, dan bangun kesiangan sehingga tidak sempat berolah raga. Bisa juga membaca buku-buku tentang bahaya merokok dan minum alkohol. Supaya joging di pagi hari bertambah nyaman dan indah disarankan pula membawa “walkman” yang melantunkan musik-musik kesukaan Anda.

Praktekkan 2 langkah diatas mulai hari ini, maka Anda akan terkejut melihat hasilnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Page 1 of 712345...Last »