Proposal Becoming The Entrepreneur, Trainer Amir Faisal 0815 769 8288

blog on July 3rd, 2018 No Comments

Proposal Becoming The Entrepreneur

Latarbelakang

Sebuah perkembangan yang cukup menggembirakan, saat ini semakin banyak orang yang berani mengambil keputusan dan berubah haluan menjadi pengusaha.

Bahkan di kampus, para mahasiswa begitu tinggi passionnya untuk berbisnis, ikut seminar bisnis, mencari Mentor dan seterusnya. Dengan demikian kita punya harapan besar anak cucu kita hidupnya akan sejahtera. Sebuah negara, ekonominya bisa maju dan warganya hidup sejahtera, sekurang-kurangnya dibutuhkan 5 – 7 persen dari warganya menjadi pengusaha. Sedangkan Indonesia masih di angka sekitar 1,2 persen. Jadi masih jauh dari harapan. Singapura sudah diatas 7 persen. Malaysia dan Tailand sudah di sekitar 4 persen.

Namun demikian, terjun ke dunia usaha tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Karena dunia usaha penuh dengan tantangan dan hambatan. Jika tidak memahami ilmu, strategi dan kiat-kiatnya, serta tidak menguasai kunci-kunci sukses, bisa gagal dan bangkrut.

Maka dalam Training dan Workshop ini ini kita akan belajar berbisnis yang dibimbing oleh seorang Business Coach yang berpengalaman.

Selain itu peserta juga akan diberi keterampilan seni menjual dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan. Karena kemampuan menjual adalah kemampuan utama dalam berbisnis. Tidak punya modal, pabrik, atau dagangan bukan hambatan untuk menjadi pengusaha. Karena itu semua bisa kita adakan.

Tetapi seseorang tidak bisa menjadi pengusaha andal jika tidak punya skill menjual, relationship dan membangun jaringan. Pelatihan ini membekali peserta dengan dasar-dasar menjual yang mantap, agar dapat meningkatkan kemampuan menjual yang smart. Memiliki rasa percaya diri, mampu berkomunikasi dengan semua orang secara tepat, mampu membangun network, mampu melakukan setiap proses menjual dengan sukses.

Tujuan Pelatihan
1⃣Peserta memahami dan menyadari perlunya untuk mengubah mindset, mentransformasi diri dan mengembangkan pola pikir Entrepreneur
2⃣Peserta memiliki pola pikir, berperilaku dan bisa bertindak secara efektif sebagaimana para pengusaha sukses
3⃣Menguasai teknik menjual.
4⃣Mampu menghitung dan memprediksi kemampuan menjualnya
5⃣Mampu Membangun Skill of relationship & Network

Sasaran Pembelajaran
Setelah berakhirnya sesi ini diharapkan peserta dapat :

1⃣Menemukan Visi, impian dan pilihan jalan hidupnya sebagai wirausaha dan selalu berupaya untuk memperjuangkannya dengan penuh passion of life
2⃣Memahami dan berani menerima tantangan serta memiliki persistensi
3⃣Memiliki sikap kemandirian
4⃣Berani mengambil keputusan dan menghandle tanggung jawab
5⃣Memahami bahwa seorang pengusaha perlu mengetahui karakteristik pasarnya sendiri, Mengenali Kebutuhan dan keinginan konsumen; permasalahan konsumen, mampu membedakan antara User, Buyers dan InfLuencer, bisa memanfaatkan kompetitor, mengetahui values dan keunggulan produknya sendiri,
6⃣Menguasai soft competence dalam menjual seperti Self Confidence, Self Esteem, dan Passion of Life
7⃣Product Performance, cara menjajakan produk, menginfluence pelanggan dll
8⃣Menguasai strategi untuk membangun jaringan

Peserta Pelatihan
UKM, Mahasiswa dan Umum

Lama Pelatihan
8 – 12 Jam

Coach
Googling : Trainer Amir Faisal

Materi Pelatihan
1⃣Technopreneurship
2⃣Develop Mindset & Win Competitive Chalenges
3⃣Relationship & Networking
4⃣The Role of Selling
5⃣The Persuassive Selling Process

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Trik-trik Mengeksekusi Penjualan, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on April 17th, 2018 No Comments

Bagian tersulit dalam menjual adalah mengeksekusinya dan membuat kustomer merasa puas, kemudian mau melakukan reorder.

Walaupun Anda telah berulangkali mengunjungi Prospek, dengan membawa leaflet, menjelaskan keunggulan produk, program, outline, skema, proposal, dan memberikan sampel produknya. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kontak telpon, WA, BBM dst, tetapi Anda tidak mampu mengeksekusi penjualan, maka belum dianggap sukses menjual. Bahkan berhasil menjual sekalipun, tetapi gagal mengikat kustomer menjadi relasi perusahaan yang setia, maka strategi marketing Anda belum bisa dikatakan sempurna.

Mengeksekusi penjualan ibarat menembakkan rudal ke sasaran. Kalau sampai meleset atau gagal, maka akan menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Dalam beberapa kali kunjungan ke Kustomer harus terjadi progress :

1⃣Pengkondisian.
Zigziglar seorang pakar marketing mengatakan, konflik terbesar dalam menjual dari seorang Sales bukan saat berjumpa dengan Kustomer, tetapi dalam perjalanannya 😢😢.

Konflik itu meliputi rasa kurang percaya diri yang dikarenakan esteem yang rendah, dan merasa kurang bangga terhadap merek / brand perusahaan.
Konflik itu dengan tools tertentu dapat diterapi

2⃣Presisi.
Sebagaimana dalam menembak, maka supaya bisa tepat kena sasaran, Anda harus membidik (memahami karakter, temperamen, taste dan persepsi) dari Kustomer Anda supaya Anda bisa menciptakan relationship dan komunikasi yang smart, sehingga akan bisa menghilangkan kemungkinan penolakan.

3⃣Eksekusi.
Mengeksekusi penjualan produk / jasa dibagi 2, yaitu : (1) Menggiring Costumer Mind supaya menolak produk lain dan hanya mau menerima produk Anda (2) Pemilihan diksi bahasa yang bisa mensugesti kustomer dengan menggunakan Hypnosis Pattern

Kuasai triktrik diatas. Maaf, saya tidak bertanggungjawab bagi Anda yang jantungen jika terjadi apa-apa, karena Anda akan terkejut luarbiasa melihat hasilnya.

Teknik-teknik tersebut diatas sebelum di aplikasikan, telah diriset oleh para pakar perilaku konsumen.

STOP pemborosan waktu, tenaga, energi dan biaya akibat strategi menjual yang tidak efektif.

Sejak penawaran ini saya unggah lewat website, request pada saya untuk mengCoach trik-trik diatas mulai membanjir. Mohon maaf jika saya membuat Anda terpaksa harus  menunggu giliran.

Saya sangat berharap,  semoga masih ada kesempatan untuk Anda.

SO, IMMEDIATELY TO CONTACT US ☎📡

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

FAKTA : Membooster & Menaikkan Penjualan 62 Persen Setahun, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on March 29th, 2018 No Comments

Dalam situasi ekonomi yang sulit dan persaingan yang ketat seperti sekarang ini,  kinerja perusahaan bisa bertahan seperti tahun-tahun sebelumnya saja sudah bersyukur. Tetapi apa yang kami lakukan ini adalah true story , bagaimana kami bersama seluruh jajaran perusahaan,  tanpa kecuali, melakukan strategi Marketing Booster dengan cara :

  1. Meriset dan mengembangkan produk, melakukan Quality control untuk meningkatkan kualitas produk / jasa, kemasan hingga proses deliverynya sehingga bisa memuaskan konsumen, dan publik tahu bahwa perusahaan memiliki expertise dibidangnya.
  2. Menciptakan strategi andal dalam membangun relationship dan network.
  3. Menggerakkan semua personal marketing agar bisa mengkomunikasikan melalui media online dan offline serta gugus Sales Person untuk menjual produk / jasa ke pasar hingga memperoleh competitive market

Sebelumnya Alhamdulillah saya juga sudah membagikan ilmu ini pada ratusan Sales Person, para Marketing Manager hingga para BOD di perusahaan-perusahaan yang Start Up maupun perusahaan yang sudah mapan.

APA BEDANYA UKM DENGAN START UP?
Kalau UKM itu bisa start up, bisa usianya udah puluhan tahun, tetapi besarnya omzet (menurut Ditjen Pajak) tidak melebihi Rp 4,8 M

Tetapi kalau Start Up, startnya bisa mulai dari omzet Rp 10 jutaan sampai ratusan milyar tetapi sedang nge RUN untuk meraih outcome dan melakukan ekspansi usaha dengan skala yang lebih besar

Semua usaha bisnis, terutama yang start up, perlu memboost marketnya dengan :

  • Mengembangkan produk specialties, syukur-syukur punya keunikan. Misal, kaos Dagadu, makanan-makanan crispy, superpedas, minuman milkshake, cafe multi funsi, umroh backpaker dll.
    Unique itu bisa juga dalam cara mengorganisir distribusi penjualannya
  • Mengembangkan Expertise.
    Apapun produk / jasa yang Anda jual, kuasai teknologi, skill, & kompetensi sehebat-hebatnya
  • Memiliki Competitive Advantage, yaitu kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya perusahaan yang memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sejenis.

MEMBOOST MARKET DI ERA DIGITAL
Jika Anda sudah melampaui ketiga tahap diatas, akan berdampak dahsyat jika Anda menggunakan Internet Marketing (IM) dan Sistem Aplikasi. Tetapi memang untuk itu diperlukan Investasi yang cukup besar. Sebab selain suplai produk Anda harus besar, (kecuali Anda distributor seperti bukalapak, tokopedia dll), juga pengorganisasian korporasi supaya user coverage nya menjadi luas juga menyerap cost yang tinggi. Tetapi yang terakhir ini bisa dilakukan dengan cara mengkolaborasi produk sejenis, atau mengorganisasikan distributor Anda. Walaupun investasi itu akan terbayar jika pengguna aplikasinya sudah mencapai jutaan.

KAMI SIAP MEMBANTU UNTUK MEMBOOSTER MARKETING PERUSAHAAN ANDA DALAM SEBUAH COACHING YANG INSPIRATIF :

  1. Membangun Visi & Mendevelop Mindset
  2. Membangun Relationship dan Network
  3. Trik-trik mengeksekusi / menclosing Penjualan

TESTIMONI :
Sejak pak Amir Faisal memboosting para marketer saya, mereka bergerak bak peluru melesat he he he. Alhamdulillah kami tumbuh 31,6% dalam 6 bulan. Tks pak Amir

(Prof Mukhlis, CEO Pachira Group – 18 perusahaan Agro Industri)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Semua Bisa Jadi Inovator, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 27th, 2018 No Comments

( Dikutip dari buku Tiba-Tiba Jadi Bos? )

Menjadi seorang inovator tidaklah sulit. Sebab inovasi hanyalah upaya mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik dari sebelumnya.  Peter Drucker mengatakan bahwa inovasi bukanlah penemuan, tetapi kegiatan manajemen dan bukan teknologi. Sebab kalau inovasi disamakan dengan penemuan, maka kita akan terjebak pada percobaan-percobaan yang membuat kita terpusat pada penemuannya dan melupakan alasan dibalik penemuan itu.

Terdapat tiga prinsip dasar inovasi, yakni : Kecerdikan dalam ketrampilan, pencarian akan kesempurnaan dan kesesuaian dengan masyarakat ( Mathew E May dalam Rumus Sukses Toyota). Jadi kalau Anda selalu fokus untuk memberikan pencerahan atau memberikan solusi masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat, Andapun bisa menjadi inovator. Simaklah kisah berikut ini :

 Vietnam hingga tahun 2000 an masih nampak sebagai sebuah negara yang miskin. Reruntuhan perang masih bertebaran disana-sini, transportasi utamanya adalah sepeda. Tidak banyak rumah yang memiliki listrik, telepon apalagi komputer atau internet. Pendapatan utamanya adalah hasil pertanian atau beras. Tetapi ada seorang pemuda yang mengetahui infrastruktur telekomunikasi dan jaringan online, mulai memikirkan cara menaikkan pendapatan petani dengan cara memberikan informasi kepada mereka tentang fluktuasi harga beras. Walaupun menyadari, bahwa dia tinggal di desa terpencil yang tidak ada jaringan telepon bahkan belum ada listrik. Maka dia mulai membeli komputer-komputer dan antena parabola bekas. Dari peralatan seadanya itu dia ciptakan jaringan online nirkabel. Sebagai tenaga listriknya dia gunakan baterai dengan sistem onthel. Total biayanya hanya mencapai dibawah $200. Jadi kalau hendak membuka jaringan online, maka dia memerintahkan dua orang yang punya otot kaki yang kuat untuk mengayuh dua buah sepeda onthel, maka komputerpun bisa menyala. Kemudian  baterai satunya untuk menyalakan antena parabola. Walhasil bisa didapatkan informasi tentang harga beras yang aktual. Ternyata cara ini meluas ke seluruh Laos hingga ke Ibukota Vientiane. Jadi kalau anda pergi ke Laos untuk menjadi tengkulak, jangan harap bisa meraup untung besar, karena disana para petaninya sudah pandai dan mengetahui harga pasar terkini.

Inovasi pemuda Laos itu bukan terletak pada segi teknologinya –  karena pada abad 21, komputer online bukan lagi sebuah produk penemuan baru – melainkan pencerahan, keprihatinan dan kepedulian sehingga menemukan pemikiran untuk mengaplikasikan teknologi informatika dengan cara seadanya guna memberikan problem solving dalam bidang pemasaran padi.

So, jika Anda ingin jadi inovator, maka lakukan-langkah berikut ini :

  1. Fokuslah atau milikilah keprihatinan untuk membantu meringankan masalah orang-orang yang ada di sekitar Anda, maka tiba-tiba Anda akan mendapatkan insprasi dan keajaiban-keajaiban dari Tuhan yang sebelumnya belum pernah terfikirkan.
  2. Luaskan zona dan berfikirlah out of the box. Pikirkanlah cara-cara yang yang tidak biasa. Misalnya hal yang kecil di rumah tangga, Anda ingin menasehati anak Anda, ajaklah jalan-jalan, dan justru anak Anda yang disuruh menyampaikan apa yang diinginkan olehnya untuk Anda lakukan. Atau Jika Anda seorang Bos, ajak anak buah Anda untuk menjual produk Anda, tetapi ketika sesampai ditempat klien, Anda sama sekali tidak membicarakan produk Anda, melainkan malah Anda membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi kustomer Anda.
  3. Bukalah pikiran dan hati Anda untuk menjadi pendengar yang baik dan yakinilah bahwa setiap orang punya cara untuk mengatasi masalah mereka. Menganggap diri kita sudah tahu segalanya, atau merasa paling pintar adalah sebuah kebodohan dan suka bertanya pada orang lain dengan niat tulus ingin menemukan solusi dengan kerendahan hati – padahal orang-orang tahu kompetensi dan kapasitas Anda –  justru akan menambah kesan kewibawaan orang pada Anda dan menambah simpati anak buah. Orang-orang akan menganggap, bahwa walaupun Anda cerdas dan berpengalaman tetapi tidak gegabah dan sokpintar. Dan yang penting lagi Anda akan menjadi semakin kaya dan punya Bank Masalah dan Solusi yang depositnya merupakan sumber inovasi baru.
  4. Milikilah rasa ingin tahu. Jadilah orang yang penuh rasa ingin tahu dan tidak berhenti bertanya pada orang, buku atau sumber informasi lainnya sebelum ketemu jawabannya (Konon ini adalah kunci keberhasilan Napoleon Bonaparte).  Rasa ingin tahu, bukanlah ingin mengetahui urusan orang, tetapi sebagaimana telah dibahas sebelumnya, untuk bisa berfikir out the box kita harus belajar secara tidak biasa. Belajar pada siapa saja. Pada sopir Anda, pada tukang, bahkan pada orang-orang yang selama ini Anda anggap bodoh. Nanti Anda akan menemukan banyak solusi untuk mengatasi semua permasalahan.
  5. Biasakan membaca buku. Buku adalah jendela dunia. Jadi kalau Anda ingin keliling dunia untuk menemukan sesuatu, pelajari dulu subyeknya dengan mempelajari bukunya. Siapa tahu ternyata barang itu dimiliki oleh tetangga Anda. Jadi dengan membeli buku ratusan ribu rupiah, Anda telah menghemat ongkos ratusan juta rupiah. Para Pemimpin besar umumnya adalah para pembaca buku. Presiden Ford sering mengundang pengarang buku ke Gedung Putih dan menyimpulkan, “Bertemu selama 2 jam dengan penulis buku, sama dengan membaca tulisannya sebanyak 500 lembar. Adam Khoo pebisnis muda sukses yang termasuk dalam daftar 25th richiest in Singapore adalah seorang kutu buku. Dia sudah melahap ratusan buku selama kuliah dan bekerja.
  6. Gunakan analogi. Setiap subyek memiliki cara penyelesaian yang berbeda-beda, tetapi mungkin strateginya sama. Misalnya memenangkan peperangan militer caranya berbeda dengan merebut pangsa pasar, tetapi strateginya persis sama, yaitu ada subyek yang ingin dikalahkan. Ada identifikasi tentang kekuatan dan kelemahan lawan. Ada pilihan waktu, tempat, sasaran, moment, teknik psywar dan sebagainya.Penemuan teknologi banyak menggunakan analogi, misalnya tetes embun dengan kaca pembesar. Persendian manusia dengan pengungkit. Bambu dengan pipa silinder dan seterusnya.
  7. Buatlah asumsi-asumsi dengan sadar. Semua inovasi dan invensi (penemuan) di dunia ini selalu dimulai dengan membuat asumsi sebelum penelitian yang sesungguhnya dilakukan. Misalnya, “semua planet mengelilingi matahari”, “benda yang dipanaskan akan memuai”. Dalam manajemen, membuat asumsi ibarat pemain catur yang ingin melangkah, maka ia akan memperkirakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi jika ia memindahkan salah satu biji caturnya, sementara tangannya masih belum menyentuh satupun. Anda bisa mengasumsikan beberapa kemungkinan tindakan peringatan kepada anak buah Anda yang melakukan indisipliner untuk menemukan mana terapi yang paling efektif. Anda juga bisa mengasumsikan kemungkinan apa yang akan terjadi, jika Anda misalnya menerjunkan sebagian anak buah Anda ke suatu tempat atau misalnya Anda membuat kemungkinan-kemungkinan respon konsumen dari berbagai pilihan kegiatan launching  produk baru Anda, dan seterusnya. Membuat simulasi kegiatan bisa membantu Anda untuk menemukan jawaban dari beberapa asumsi yang Anda perkirakan.

 

SELAMAT MENCOBA DAN ANDA AKAN TERKEJUT MELIHAT HASILNYA.

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

NLP Gratis 19, Self Hypnosis, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 19th, 2018 No Comments

Banyak orang yang mampu melakukan perubahan dalam hidupnya hanya karena kegigihannya untuk membiasakan sesuatu hingga menjadi sebuah habit baru. Misalnya, melakukan gaya hidup yang sehat dan konstruktif, tidak merokok, tidak minum alkohol, makan dan istirahat secara teratur, berfikir positip dan seterusnya.

Perubahan bisa juga disebabkan oleh hal-hal yang tak mungkin dihindari, misalnya harus berpindah tempat tinggal dari tempat semula yang hanya beberapa blok dari tempat kerja ke tempat yang berada jauh di pinggiran kota. Maka mau tidak mau kita akan mengubah kebiasaan kegiatan kita diwaktu pagi. Dari yang biasanya bisa mempersiapkan diri secara lebih santai, bahkan sempat melakukan olah raga pagi. Sekarang setiap pagi kita harus mempersiapkan jadwal yang lebih ketat. Kegiatan olah raga pagipun hanya bisa kita lakukan setiap Sabtu atau Minggu. Namun demikian begitu perubahan itu kita jalani, maka dalam waktu sebulan dua bulan, akhirnya ia menjadi sebuah kegiatan yang biasa-biasa saja, seperti sebelum kita berpindah.

Pertanyaannya adalah, jika perubahan itu sudah naluriah manusia dan berubah adalah sesederhana membuat kebiasaan-kebiasaan baru, kenapa kita tidak membuat program yang lebih terencana mulai dari hal-hal yang kecil, sekarang ini juga, tanpa harus menunggu, perubahan itu terlanjur menjadi suatu kewajiban?, misalnya berhenti merokok setelah dinasehati dokter karena terindikasi sakit jantung, paru-paru atau gejala stroke. Membiasakan bangun pagi dan berolah raga setelah sempat opname di Rumah Sakit. Meninggalkan kebiasaan hidup mewah dan berpola hidup sederhana setelah mengalami kebangkrutan. Hingga mengubah atau memperbaiki sikap pada isteri / suami ketika nyaris terjadi perceraian. Mulai memperhatikan keluarga setelah anaknya tertimpa kasus Narkoba. Bertobat dan mulai menekuni agama setelah dipenjara dan seterusnya.

Langkah-langkah Perubahan

Langkah-langkah dibawah ini dapat Anda lakukan secara mandiri, tanpa memerlukan Coach ataupun Trainer, yaitu sebagai berikut :

Satu, Mensugesti diri; Marilah kita evaluasi diri kita sebelum beranjak untuk bangun tidur. Betapa kuatnya sugesti terhadap diri kita atas nikmatnya ranjang, selimut dan bantal. Sehingga menyibakkan selimut, mengangkat kepala dan tubuh, beringsut ke tepi tempat tidur kemudian bangkit berdiri serta berjalan ke kamar mandi bagaikan perjalanan yang sangat jauh dan mendaki. Ataupun sugesti asap tembakau berselang-seling dengan hirupan kopi panas telah mengalahkan pikiran para pecandu rokok, sehingga menjadi tidak kritis akan ancaman bahaya nikotin di sepanjang jalur pernafasan hingga jantungnya, bahkan paru-paru orang-orang yang mereka sayangi yang kebetulan berada di dekatnya.

Betapa kuatnya sugesti yang menarik diri kita untuk segera memegang smarth phone, begitu punya waktu luang, baik sebelum tidur, begitu bangun tidur, pada saat rapat, hingga saat berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi.
Bagi orang-orang yang hidup dan bekerja di kota-kota besar, setiap hari di jalan raya berhadapan dengan masalah kemacetan lalu lintas. Sekurang-kurangnya kita memerlukan waktu satu hingga dua jam untuk bisa mencapai kantor serta menghabiskan hampir separuh energi yang kita butuhkan dalam sehari. Fakta kemacetan di kota-kota besar telah mensugesti kita sedemikian rupa sehingga mengalahkan pikiran kita, seakan-akan itu merupakan fenomena yang tak mungkin diubah. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali pasrah serta menyalahkan situasi dan kondisi, sambil sesekali menyumpahi pengguna jalan lain yang main serobot seenaknya. Padahal kalau kita mau berfikir cerdas, bukankah jikalau satuan tempat (baca jalan) tidak dapat diubah, satuan waktunya dapat kita kelola dengan mudah? Kita bisa berangkat ke kantor lebih pagi.

Disepanjang hidup, kita telah belajar menerima sugesti secara tidak kritis dari mana saja. Media dan berbagai bentuk iklan telah memprogram pikiran dan gagasan-gagasan serta gaya hidup kita kedalam pikiran bawah sadar kita selama bertahun-tahun. Orang-orang dibayar jutaan dolar untuk menemukan cara-cara memasuki pikiran kita (baca : konsumen) demi mendapatkan keuntungan. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka merespon sugesti-sugesti yang diberikan oleh orang lain setiap hari dalam hidup mereka. Iklan, performansi orang-orang, peristiwa-peristiwa hidup, masalah, kesulitan, kekacauan yang terjadi di sekeliling kita, semua membentuk program-program dalam pikiran kita yang menjadi landasan kita dalam bertindak.

Tetapi Anda jangan lupa bahwa tanpa Anda sadari, Andapun setiap hari selain mensugesti diri sendiri juga men sugesti orang lain agar memberi apa yang kita inginkan, misal sebagai orang tua menggunakannya kepada anak-anaknya, pimpinan pada bawahannya, kepada teman dan seterusnya.

Jika kita mampu mensugesti diri kita betapa nikmatnya bermalas-malasan waktu bangun pagi, chatting atau ber medsos ria sambil minum kopi dan menghisap rokok, pertanyaannya, kenapa kita tidak melakukan sugesti terhadap diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan lain yang lebih konstruktif dan bermanfaat?

Anda sebenarnya bisa menciptakan program-program baru yang merupakan kebalikan dari program-program tadi kedalam pikiran Anda untuk mensugesti diri sendiri, misal, betapa nikmatnya bangun pagi-pagi sekali, langsung melompat dari ranjang, jangan perdulikan HP Anda, lalu menghirup udara yang bersih sambil melakukan gerakan-gerakan peregangan atau senam ringan, hingga semua kepenatan yang telah dihilangkan dengan tidur semalaman disempurnakan menjadi sebuah kebugaran dan gairah pagi yang penuh stamina. Selain itu Anda bisa menciptakan sugesti, betapa nyamannya kalau memiliki waktu yang lebih leluasa untuk mempersiapkan segalanya di pagi hari ataupun berlomba untuk berangkat lebih pagi dibanding pemakai jalan lain yang mungkin masih bermalas-malasan dirumah.

Dua, Membongkar pola lama dan menciptakan New Habit; Terdapat dua naluri dasar manusia, yaitu mencari kenikmatan atau kenyamanan dan menghindari kesulitan atau masalah. Apa saja yang kita biasakan dalam hidup kita, seburuk apapun, akan menciptakan kenyamanan hingga ketagihan. Banyak kebiasaan buruk lain dalam hidup ini selain merokok dan minum alkohol yang membuat kita merasa nyaman dan kemudian ketagihan, mulai dari yang ringan-ringan – seperti mengobrol berjam-jam, bersantai dan bermalas-malasan, keluar masuk Mall dan Supermarket, berbelanja mengikuti nafsu konsumtif, memboroskan uang atau makan secara berlebihan demi memanjakan lidah dan perut, makanan yang mengandung kadar gula atau lemak yang tinggi – hingga kebiasaan buruk seperti berselingkuh menikmati libido.

Saya tidak melarang Anda untuk menikmati hidup. Itu sepenuhnya hak pribadi Anda. Tetapi saya hanya menyarankan supaya berhati-hati agar semua dorongan-dorongan naluriah kita itu tidak menyebabkan kerugian secara fisik maupun psikologis dimasa mendatang. Kerugian fisik yang dimaksud misalnya terganggunya kesehatan karena banyaknya timbunan gula dan kolesterol dalam darah akibat hobbi makan secara berlebihan. Kebiasaan memboroskan uang yang akan menjadi masalah ketika situasi ekonomi kita tiba-tiba memburuk. Kebiasaan membuang-buang waktu secara tidak produktif juga akan dirasakan dampaknya saat kita dihadapkan pada situasi yang mendesak. Karena waktu yang kita miliki sekarang ini merupakan “hutang” yang harus dibayar pada saat-saat kritis dan mendesak. Atau perselingkuhan yang bisa memisahkan kita dengan orang-orang yang sesungguhnya sangat kita cintai dan impikan dalam membangun surga di rumah kita.

Anda tentu tahu, bahwa naluri bukanlah harus selalu dituruti. Selain naluri, kita juga dianugerahi pikiran untuk memutuskan mana yang benar dan tidak benar, apa yang baik dan apa yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang mubadzir. Selama pikiran bisa berfungsi optimal, maka dengan mudah naluri dapat dikendalikan. Naluri akan mendorong perilaku dan perilaku menciptakan habit. Mahatma Gandhi pernah mengatakan, “Hati-hatlah dengan ucapanmu, karena bisa jadi itu merupakan (ekspresi) perilakumu. Hati-hati dengan perilakumu, karena bisa jadi ia akan menjadi habitmu dan hati-hatilah dengan habitmu, karena bisa jadi itulah hidupmu.”
Jika naluri dapat mendorong perilaku yang tidak konstruktif yang kemudian bisa membentuk pola tertentu, maka ia seharusnya segera dibongkar sebelum berubah menjadi sebuah habit. Cara membongkar pola lama yang buruk dapat dilakukan dengan menanamkan sebuah kebiasaan baru yang lebih menarik dan menantang, misalnya kesukaan mengobrol bisa diganti dengan bergabung dengan kelompok-kelompok diskusi. Kesukaan bersantai dan bermalas-malasan ditambahi dengan sambil belajar membaca buku. Mulailah dengan easy steps, misalnya Anda bukan tipe orang idealis, tentunya jangan memasuki kelompok diskusi yang serius, atau kalau memilih buku untuk dibaca bisa dimulai dengan buku-buku ringan yang sesuai dengan kesukaan Anda.

Pepatah mengatakan, “Kemenangan yang diperoleh secara tiba-tiba biasanya tidak bertahan lama”, oleh karena itu raihlah kemenangan (untuk mengalahkan diri sendiri) dengan cara bertahap, yang penting level tantangannya makin hari semakin ditingkatkan.
Membongkar habit lama juga bisa dilakukan dengan menjauhi pergaulan negatip yang menyebabkan kita jadi kesengsem, kepada pergaulan dengan orang-orang yang punya perilaku dan pola pikir positip dan konstruktif. Menurut penelitian, lingkungan sangat menentukan perilaku dan habit kita. Itulah kenapa kita sebaiknya hati-hati memilih lingkungan kerja dan lingkaran pergaulan.

Ada juga orang yang saking penginnya berubah, maka ia melakukan punishment pada dirinya sendiri, misalnya kalau sampai ia kedapatan merokok lagi, maka ia akan bersedekah dengan jumlah yang cukup besar. Atau kalau ia sampai bangun kesiangan, sepulang dari kerja nanti ia akan membersihkan kamar mandi dan WC dan seterusnya.

Tiga, Menikmati Habit baru;
Pada awalnya semua hal yang belum terbiasa terasa tidak menyenangkan serta membosankan. Tetapi kalau dibiasakan, lama-lama akan menjadi menyenangkan, bahkan ketagihan. Mungkin awalnya Anda akan mengatakan, “Saya tidak suka membaca buku!.” Kata “tidak suka” disitu kalau diterjemahkan dalam bahasa pikiran, sama dengan, “Hormon serotonin saya tidak berfungsi ketika saya membuka halaman demi halaman buku!” Jadi masalahnya adalah bagaimana membuat supaya otak yang tadinya tidak welcome dengan tulisan, angka dan gambar bisa bekerja dan menstimulir serotonin supaya bekerja, sehingga buku itu yang tadinya membosankan menjadi menyenangkan untuk dibaca.

Secara logika, merokok adalah suatu tindakan naluriah yang “menyerang” sel otak, jantung, paru-paru, bahkan kesuburan, tapi toh otak akhirnya mempersilahkannya dengan senang hati. Nikotin yang tadinya mengancam otak, menjadi “dirindui” oleh otak. Kenapa bisa demikian ? Menurut penelitian, otak akan segera menyesuaikan diri, bahkan akhirnya akan menyukai hingga ketagihan terhadap apa saja diinputkan berulang-ulang, apalagi disertai oleh fantasi tertentu.

Sebagaimana disebutkan diatas, perusahaan mengeluarkan biaya milyaran untuk menciptakan fantasi atas sebuah produk, misalnya rokok tidak pernah di tawarkan sebagai tembakau bakar, tetapi sebuah fantasi kesuksesan, kejantanan dan kenyamanan, sebagaimana sampo tidak pernah diiklankan sebagai deterjen pencuci rambut, melainkan aura kecantikan dan seterusnya. Oleh karenanya begitu fantasi itu masuk ke dalam otak, maka rasa rokok yang tadinya pahit dan panas itu lama kelamaan bisa hilang serta berubah menjadi suasana rasa yang menyenangkan. Saat itulah serotonin bekerja. Stimulan serotonin yang diulang-ulang akan mendorong hormon endorfin yang kemudian membuat semuanya menjadi perasaan yang sangat asyik dan menagihi.

Ini sekedar analog untuk memahami kinerja otak dalam rangka membangun habit baru. Kalau merokok yang bisa meracuni tubuh saja bisa membuat kita ketagihan, maka aktifitas lain yang lebih menyehatkan otak tentunya lebih bisa dibuat menyenangkan dan menagihi untuk terus dilakukan. Masalahnya maukah kita menciptakan habit baru dengan cara membiasakan terus menerus dan tidak berhenti sebelum otak menyukainya ?

Jika pada awalnya rokok bisa mensugesti kita karena fantasi dalam bentuk iklan, maka habit baru yang akan kita bangunpun, tidak ada salahnya kalau kita bangun dengan fantasi-fantasi juga, dengan konteks yang tepat. Mulailah membaca buku-buku tentang kesehatan, mempelajari hal- hal yang bermanfaat ataupun yang bisa mengancam tubuh kita, kemudian pada saat berolahraga pagi, kita remind lagi informasi itu, disertai rasa syukur bahwa Anda telah meninggalkan cara hidup yang bodoh di masa lalu, yaitu kebiasaan pulang larut malam di tempat-tempat penjaja minuman beralkohol, dan bangun kesiangan sehingga tidak sempat berolah raga. Bisa juga membaca buku-buku tentang bahaya merokok dan minum alkohol. Supaya joging di pagi hari bertambah nyaman dan indah disarankan pula membawa “walkman” yang melantunkan musik-musik kesukaan Anda.

Praktekkan 2 langkah diatas mulai hari ini, maka Anda akan terkejut melihat hasilnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

NLP gratis, Don’t Stop Before 10.000, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on January 3rd, 2018 No Comments

Apapun profesi yang Anda pilih, jangan berpindah fokus sebelum Anda jalankan dengan penuh ketekunan berjuang berjerihpayah,  dan “berdarah-darah” minimal 10.000 jam.

Kenapa?
Malcom Galdwel seorang peneliti, meriset puluhan orang-orang hebat di dunia – termasuk Bill Gates, para seniman, sutradara, pemain film, pemain sepak bola hingga Michael Jordan – mereka memperoleh kemampuan terbaiknya sesudah melampaui 10.000 jam.

Bagaimana bisa demikian?
Pemahaman secara NLP (Neuro Linguistic Programming)
NLP mempunyai Presupposisi :
Orang mempunyai segala sumber ( dalam diri mereka sendiri) yang mereka butuhkan.

Sumber yang dimaksud disini adalah : skill, kondisi, kualitas serta atribut lainnya yang dimiliki oleh seseorang, misalnya, kecintaan, passion, motivasi atau hasrat yang besar, keberanian dan kepercayaan diri, impian ataupun obsesi hidup. Walaupun bukan berarti setiap orang bisa mendapatkan apa saja yang diinginkan, tetapi pengalaman hidup seseorang akan membentuk landasan mental dan skill bagi dirinya sendiri. Dan menjadi “buku kehidupan” yang tak ternilai harganya.
Para penggemar Film tentu tidak asing dengan Steven Spielberg, tokoh cinema tersohor asal Amerika Serikat. Semua orang orang dewasa hingga anak-anak pasti mengenal film super heboh The Jurasic Park. Sejak usia 12 tahun ia telah memulai karir di dunia perfilman dan telah menghasilkan 8 film amatir. Spielberg mempunyai ketajaman visi membangkitkan minat penonton di seluruh dunia dengan mengangkat cerita-cerita film kuno dipadu keterampilan skenario serta efek yang canggih. Indiana Jonse, The Extra-Terresterial (ET) dan Jurassic Park. Penggarapannya begitu sempurna hingga menyajikan tontonan yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Pada usia 13 tahun, Spielberg memenangkan hadiah untuk sebuah film perang berjudul Escape yang berdurasi 40 menit, film yang berceritakan tentang pertempuran di Afrika timur.
Ia memulai karier di perfilman sejak usia 16 tahun, sebagai pegawai lepas – bahkan untuk bisa masuk ke studio pun terkadang harus menerobos penjagaan, karena tidak mampu beli tiket. Pada tahun 1963, Spielberg menulis dan menyutradarai film independen pertamanya, sebuah science fiction Adventure yang ia sebut firelight (yang kemudian akan mengilhami Close Encounters). Film, yang memiliki anggaran sebesar $ 500, di pertunjukkan di studio miliknya dan menghasilkan laba sebesar US $ 1 juta. Kemudian 30 tahun kemudian The Jurasic Park mampu menghasilkan keuntungan US $ 1,9 Milyar. ( Dikutip dari Biografi Tokoh Dunia.Com ). Jika di Indonesia, pengalaman Spielberg ini mirip-mirip dengan Dahlan Iskan yang memulai kariernya sebagai wartawan lepas.

Setiap orang sudah berfungsi dengan sempurna
Banyak orang berfikir, jika tidak bisa melakukan sesuatu yang diinginkan, itu pertanda ketidakmampuan, kekurangan, atau cacat. Padahal tidak. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak mampu melakukan sesuatu, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya. Setiap orang tercipta dan berfungsi dengan sempurna. Jika seseorang melakukan kesalahan atau nyasar, maka sebenarnya dia telah melakukan secara sempurna dalam hal menemukan cara atau jalur yang berbeda ( dari yang diikuti oleh orang pada umumnya). Beberapa banyak penemuan, disebabkan oleh tindakan yang tidak biasa. Bahkan pemimpin besar mampu melakukan perubahan, karena berfikir berbeda dengan kaumnya. Perbedaan cara berfikir ini diperlukan untuk menguji strategi dan keyakinan agar nantinya menjadi lebih efektif. Penilaian diri yang positip, dalam NLP, dipegang sebagai hal yang konstan bersama pembedaan antara orang dan yang dilakukannya. (Philips Hayers dalam The New Technology of Achievement dan Steve Bavister dalam NLP 4 Personal Success)

Pemahaman secara ilmu syaraf
Sel otak terdiri dari interneuron yang berfungsi memproduksi myelin – yang bertugas bagi perluasan sel syaraf (axon) dan menjalankan tugas multifungsi lainnya, termasuk sistem kekebalan. Serta neuron yang berfungsi secara terus menerus “menyalakan”, mengintegrasikan, dan mengolah informasi di sepanjang celah mikroskopik yang disebut sinapsis. Myelin otak akan “membungkus” sel-sel syaraf di struktur otak, yang terlibat dalam proses pelatihan hingga ketika telah melampaui 10.000 jam akan menjadi sempurna.

Adapun Struktur otak itu terdiri atas :

  1. Cortex yang memiliki andil terhadap tindakan-tindakan yang disengaja seperti penilaian, berfikir, menganalisa, berkreasi, membuat visi, perencanaan dan problem solving. Sesudah mencapai 10.000 jam “terbang” maka orang yang bersangkutan menjadi sangat jenius.
  2. Limbic – meliputi hippocampus, amygdala, thalamus dan hypothalamus – bertanggungjawab atas emosi, atensi, tindakan, penciuman, sexualitas, hormon, serta mengatur seluruh bagian tubuh dan produksi kimiawi otak. Karena otak ini disebut otak tindakan, maka disinilah PEMBELAJARAN PRAKTEK itu berlangsung, yang berupa COBA, GAGAL, IDENTIFIKASI MASALAH, EVALUASI, EKSPERIMEN, COBA GAGAL dan seterusnya. Dan ketika sudah melampaui 10.000 jam terbang telah menemukan expertise dan talenta nya
  3. Reptile yang merupakan sisi dalam dari manusia dan berhubungan dengan naluri dan minat. Ini adalah otak tertua dalam perkembangan otak manusia, dimana “gagang” nya berupa batang otak terdapat wilayah reticular activating system (RAS) yang menghubungkan otak dengan “aktivitas” jantung, pengendalian kehidupan, dorongan instinktif yang dalam, hingga yang bersifat ritualistik. Pengalaman selama 10.000 jam akan menghasilkan kekuatan naluriah yang dahsyat, yang hanya dimiliki oleh orang yang bersangkutan.
    (Eric Jensen dalam Brain Based Learning, Daniel Goleman dan Howard Gardner dalam Emotional Intelligence)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Temukan Gunung Es Anda Bag3, Trainer NLP Amir Faisal 08157698288

blog on December 9th, 2017 No Comments

 

 

Sebagaimana diketahui ketika presiden Obama pergi ke Indonesia, dia ingin napak tilas masa lalunya sewaktu tinggal di Indonesia, termasuk menikmati kuliner khas Indonesia, yang salah satu kegemarannya adalah sate. Tahukah Anda Restoran siapa yang disinggahi waktu itu ? Tidak lain adalah restoran milik milyuner Muslim Indonesia Heppy Trenggono yang juga Presiden IIBF dan CEO Bali Muda Group.

Walaupun ini spektakuler, tetapi ada yang lebih spektakuler yang akan saya ceritakan tentang pak Heppy. Sebagaimana saya sampaikan pada bagian 1, beliau punya Mentor bisnis yang bernama Keith Cunningham yang juga mentornya Robert T Kiyosaki. Suatu kali beliau ingin menemui sang Mentornya di Amerika.  Setiap kali ketemu secara maksimal paling hanya diberi kesempatan sekitar 30 menit, padahal untuk itu harus mengeluarkan biaya perjalanan puluhan juta rupiah. Tetapi beliau mengatakan, manfaat yang diperolehnya jauh lebih besar ketimbang biayanya.

Menemukan The Big Problems
Hal yang paling penting bisa bertemu dengan mentor bisnis berkelas dunia adalah mendapat suntikan energi.

(dalam NLP ada yang namanya Neurological Levels, yang mana Level pertama adalah environment. Riset menunjukkan bahwa otak kita senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. Jika kita sering berinteraksi dengan orang yang levelnya lebih tinggi dari kita, maka dalam tempo tertentu kita akan bisa tertular menjadi lebih tinggi juga).

Dalam pertemuan yang sangat singkat itu pak Heppy diminta menuliskan The Big Problems nya dalam secarik kertas, kemudian diserahkan pada pak Cunningham. Anehnya curhatnya gak dibaca, alih-alih kertasnya malah diremas-remas dan dilemparkan ke keranjang sampah😱

(Saya jadi ingat pada  Master Coach saya, pak Krishna Murti, apa yang dilakukan oleh sang Mentor itu, ternyata sama dengan Coaching yang saya dapatkan, yaitu yang disebut Teknik Sub Modalities dengan trik Top Of Mind)

Kemudian Cunningham bertanya :

“Do You know, what ‘s Your Biggest Problems Mr Heppy?”

Heppy T :“No Sir”

Keith Cunningham kemudian mengambil secarik kertas HVS lalu dia menulis dengan spidol tulisan besar-besar yang terdiri dari 3 huruf dan ditunjukkan pada pak Heppy

Rangkaian huruf itu adalah :

“Y O U”

Ilustrasi diatas bisa memberikan pembelajaran pada kita bahwa masalah terbesar dalam diri kita bukanlah apa yang terjadi di outer kita, melainkan di inner kita. Dengan kekuatan pikiran, kita bisa membuat masalah yang besar menjadi kecil. Begitu juga sebaliknya, kejumudan berpikir bisa membuat masalah yang sebenarnya biasa-bisa menjadi nampak berat dan rumit.

Become a Great Persons

Seorang petani menemukan sebutir telor elang di tengah hutan. Kemudian telor itu dibawanya pulang, dan dieramkan jadi satu dengan telor ayam. Sesudah menetas, induk ayam sama sekali tidak bisa membedakan antara anaknya sendiri dengan anak musuhnya. Maka anak elang itu dipeliharanya seperti anaknya sendiri dalam habitat ayam. Setelah besar, suatu hari anak elang itu mendongakkan kepalanya keangkasa. Dilihatnya disana seekor elang sedang terbang di angkasa dengan sangat hebatnya. Maka anak elang itu bergumam dalam hati, “Hebat, luarbiasa burung itu? Seandainya aku bisa menjadi dia . . . “

 

Kisah memilukan ini sudah ribuan kali diulang-ulang oleh para motivator untuk menjelaskan presupposisi NLP (Neuro Linguistic Programming) : “Setiap orang hanya akan menjadi seperti persepsinya terhadap dirinya”.  Saat membaca kisah diatas, seringkali kita tidak benar-benar menyadari, sesungguhnya yang kita lihat dalam mata batin kita adalah diri kita sendiri, ketika melihat orang-orang hebat didepan kita, dan itu bukan diri kita, sesungguhnya kita adalah anak elang itu sendiri.

 

Lihat gambar the Iceberg diatas. Anda bisa menyaksikan, betapa bagian terbesar dari kekuatan diri Anda justru tenggelam di dalam samudera jiwa (unconscious mind) Anda, yaitu kesadaran diri ( self awareness) tentang “siapa aku?”.

Jika Elang yang terbang di angkasa raya itu saya beri angka 9, dan anak elang saya beri angka 1, Anda berada di angka berapa?, itulah yang bisa Anda capai dalam hidup Anda.

Bukan uang atau kepandaian yang Anda miliki, sebagaimana kata Prof William James, “Kita telah sampai pada tahap ilmu pengetahuan, dimana dengan mengubah inner kita, kita bisa mengubah dunia.

Self Awareness akan menciptakan attitude Anda. Sebagai contoh, untuk membedakan orang besar dengan orang kecil, bisa dilihat dari apa yang dibicarakannya setiap hari. Orang (berfikir) besar hanya berfikir hal-hal yang besar, tentang KEHIDUPAN, kemaslahatan, tujuan-tujuan jangka panjang, prinsip-prinsip dan nilai-nilai hidup. Sedang orang (berfikir) kecil hanya membicarakan masalah PENGHIDUPAN. Kita berbuat apa dan mendapat apa?, hal-hal yang remeh temeh, bersifat jangka pendek, sangat fokus pada untung rugi materi. Tetapi anehnya, justru orang-orang yang berfikir besar umumnya lebih kaya dan lebih sukses dibanding orang yang berfikir kecil. Mungkin Tuhan menghendaki manusia menjadi besar, agar cukup pantas menjadi wakilNya dimuka bumi.

Jika Attitude adalah pohon, maka Behaviour adalah bayangannya. Jadi tindakan dan ucapan Anda akan bisa diidentifikasikan oleh orang lain, apakah Anda termasuk orang yang besar atau orang yang kecil. Bukan oleh penilaian Anda sendiri. So, “makhluk” antara attitude dengan behaviour itu adalah karakter atau identitas Anda. Oleh karenanya karakter Anda bisa juga terbaca dalam Anda membuat Outcome-outcome yang akan Anda raih. Tinggi, sedang atau rendah.

 

 

 

 

 

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Temukan Gunung Es Anda Bag 2, Trainer NLP Amir Faisal, 08157698288

blog on December 8th, 2017 No Comments

Marshall Sylver, seorang konsultan bisnis dan pembicara tersohor di Amerika. Portfolio yang bisa dicapainya, selain menjadi konsultan SDM di berbagai perusahaan raksasa di Amerika, juga menjadi coach di Pentagon dan kantor pemerintah Amerika lainnya.

Read more »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Karni Ilyas The Master Of NLP, Trainer Amir Faisal 08157698288

blog on December 6th, 2017 No Comments

Menurut saya, Karni Ilyas, pimpinan redaksi TV One itu berhak mendapatkan gelar The Master of NLP (Neuro Linguistic Programming), karena karya jurnalistik nya berupa ILC (Indonesia Lawyers Club) mampu menghipnosis jutaan pemirsa dan membuatnya mendapatkan Panasonic Gobel Award 3 tahun berturut-turut.

Read more »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Temukan Gunung Es Anda Bag1, Trainer NLP Amir Faisal 08157698288

blog on December 4th, 2017 No Comments

Ketika mengikuti Coaching NLP (Neuro Linguistic Programming) bersertifikat international (kelas MindMastery), saya diperlihatkan oleh Coach saya gambar The Iceberg (gunung es) diatas.

Kemudian saat mengikuti kelas Mind Mastery pada seorang Milyuner Muslim Heppy Trenggono, presiden IIBF, saya ketemu lagi gambar itu dalam presentasi beliau. (pak Heppy adalah saudara seperguruan Robert T Kiyosaki. Bahkan keduanya adalah murid kesayangan sang Guru Bisnis, Keith Cunningham / The Rich Dad nya Kiyosaki)

🔆Saya jadi semakin mantab belajar NLP. Paling tidak, saya punya model NLPer Muslim Indonesia yang bobotnya susah dicari tandingannya di negeri ini.

Read more »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Page 1 of 612345...Last »